Monday, April 20, 2020

Keutamaan Membaca Al-Qur’an dan Menghafalkannya

Keutamaan Membaca Al-Qur’an dan Menghafalkannya

Sahabat syariatkita, diantara kemuliaan bulan Ramadhan yaitu Allah SWT menurunkan Al-Qur’an, tepatnya yaitu di malam Lailatul Qadar. Apa itu malam lailatul qadar dan keistimewaanya baca di sini.  

Mengenai keistimewaan Al-Qur’an, Allah SWT tidak hanya memberikan keutamaan bagi para penghafalnya saja, akan tetapi Allah SWT juga memberi pahala yang agung bagi orang yang berkenan membacanya, sekalipun tidak paham isinya. Bagaimana jika membaca dan paham isinya tentu pahalanya dan keutamaanya akan berbeda, apalagi hafal Al-Qur’an membaca memahami maknanya dan mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya, tentunya it adalah anugerah Allah SWT yang sangat luar biasa.

keutamaan membaca al-qur'an dan menghafalkannya

Berikut dalam artikel ini kami sampaikan keutamaan membaca dan menghafalkan Al-Qur’an beserta dalilnya.

Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an beserta Dalilnya

Mengenai keistimewaan membaca dan menghafal Al-Qur’an ini, Allah subhanahu Wata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:

 الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (Q.S. Faathir: 29-30)

Diriwayatkan pula dalam sebua hadis dari Sahabat Utsman bib Affan beliau berkata:

خيركم من تعلم القران وعلمه

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur;an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Dari hadis di atas dapat kita pahami bahwa, umat Muhammad SAW yang terbaik adalah mereka yang berkenan mem[elajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Mempelajari Al-Qur’an tentunya yaitu diperuntukkan bagi mereka yang belum bisa membacanya. Sedangkan bagi mereka yang telah pandai membaca Al-Qur’an sesuai dengan ilmu tajwidnya, makharijul hurufnya maka tugasnya adalah mengajarkan Al-Qur’an kepada yang belum bisa membacanya.

Dalam riwayat lain Aisyah RA berkata:

الذي يقرا القران وهو ماهر به مع السفرة الكرام البررة، والذي يقر القران وهو يتتعتع فيه وهو عليه شاق له اجران

“Orang yang menghafal Al-Qur’an dan dia pandai dengan Al-Qur’annya, maka ia bersama malaikat pencatat amal yang baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an sedang ia (kesulitan) dalam membacanya, maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pengertian orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan ia mahir, adalah orang yang lancar dalam membaca Al-Qur’an dikarenakan sebelumnya telah belajar. Sedangkan maksud orang yang membaca Al-Qur’an tetapi kesulitan, yang dimaksud “kesulitan” disini adalah, ia sudah melalui belajar membaca Al-Qur’an, akan tetapi dikarenakan ada kekurangan dalam lisan pengucapannya sehingga ia tidak bisa fasih membacanya. Dapat pula bermakna orang yang baru saja belajar membaca Al-Qur’an. 

==> Baca Juga: 

Dalam riwayat lain dari Abu Musa Al-Asy’ari disebutkan:

مثل المؤمن الذي يقرا القران مثل الاترجة ريحها طيب وطعمها طيب، ومثل المؤمن الذي لا يقرا القران مثل التمرة لاريح لها وطعمها حلو، ومثل المنافق الذي يقرا القران مثل الريحنة ريحها طيب وطعمها مر، ومثل المنافق الذي لايقرا القران كمثل الحنظلة ليس للها ريح وطعمها مر

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an tak ubahnya seperti ‘utrujah’, yaitu jeruk yang baunya wangi dan memiliki citarasa yang enak, Dan perumpamaan orang yang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an, tak ubahnya seperti ‘At-tamrah’, yaitu buah kurma yang tidak memiliki aroma harum tetapi memiliki citarasa yang manis. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca AL-Qur’an, tak ubahnya seperti ‘Raihanah’, yaitu buah yang hanya memiliki aroma harum akan tetapi rasanya sangat pahit. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an, tak ubahnya seperti ‘Handzalah’ yaitu buah yang tidak berbau dan rasanyapun pahit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas menunjukkan perumpamaan keagungan Al-Qur’an yang sangat luar biasa. Perumpamaan keagungan Al-Qur’an tersebut tidak saja diberikan kepada orang muslim, akan tetapi diberikan juga kepada orang munafik sekalipun.

Diriwayatkan pula oleh Sahabar Umar bin Khattab RA, berliau bersabda:

ان الله يرفع بهذا الكتاب اقواما ويضع به اخرين

“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mengangkat beberapa umat berkat Al-Qur’an dan menghinakan umat yang lain juga berkat Al-Qur’an.”

Sahabat, sesuai hadis di atas, seseorang yang membaca Al-Qur’an tentunya tidak boleh sembrono dengan Al-Qur’an yang dibacanya. Hal tersebut dikarenakan Al-Qur’an adalah kalamullah yang menyentuhnya pun harus dalam keadaan suci apalagi membacanya. Orang yang meremehkan dan sembrono dengan Al-Qur’an maka Allah SWT akan menghinakannya. Dengan kata lain, Al-Qur’an bisa mengangkatkan derajat kaum berkat ia memuliakan Al-Qur’an, begitu juga sebaliknya Al-Qur’an bisa menghinakan Al-Qur’an bagi orang yang menghinakannya.

Dalam hadis yang lain umamah Al-Bahili meriwayatkan:

اقرا القران فانه يأتي يوم القيامة شفيعا لاصحاابه

“Bacalah Al-Qur’an, karea ia akan datang pada hari kiamat dengan memberi pertolongan kepada yang membacanya.” (HR. Muslim)

Sahabat berdasarkan hadis di atas, sangat jelas menfaat Al-Qur’an bagi kita. Yaitu manakala kita kelak di hari kiamat menghendaki mendapatkan syafaat atau pertolongan Al-Qur’an, maka rajin-rajinlah dalam membacanya.

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:


Reff:
Kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalati Al-Qur'an

0 Komentar:

Post a Comment

Blog Archive

Dapatkan Artikel Kami Gratis

Ketik email Anda di sisi:

Kami akan mengirimkannya untuk Anda

Quality Content