Islam dalam Pengambilan Keputusan

Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.

Kebenaran yang Dilematis

Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita

Islam dan Olah Raga

Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray

Lengkapilah Agamamu dengan Menikah

Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"

Memilih Teman

Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"

Showing posts with label Keutamaan-keutamaan. Show all posts
Showing posts with label Keutamaan-keutamaan. Show all posts

Saturday, October 31, 2020

Rahasia Agar Dicintai Allah, Malaikat dan Manusia

3 Amalan agar kita dicintai Allah SWT, Malaikat dan Manusia


Anda ingin dicintai Allah SWT, Malaikat, dan manusia, maka amalkanlah hal ini. Berikut dikupas oleh KH. Ahmad Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) amalah agar dicintai Allah & Malaikat.
Mengapa hal ini penting dilakukan? karena malaikat sekalipun sebagai makhluk Allah SWT yang taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah SWT, akan tetapi malaikat memiliki sentimen manakala melihat makhluk Allah yang bermaksiat. Sehingga fir'aun yang mengaku Tuhan ketikan menjelang ajalnya sempat mau bersyahadat mengakui Allah lah yang sebenarnya Tuhan. Akan tetapi justru mulutnya ditutup oleh Malaikat sehingga tidak bisa melafalkan Syahadat.
Malaikat bilang, "Kok enak, di dunia mengaku Tuhan giliran sudah mau mati TOBAT", bagamana jika malaikat menaruh sentimen kepada kita. Mudah mudahan tidak ya sahabat.
Lantas amalan apa yang bisa kita lakukan? Berikut 3 amalan yang dapat mendatangkan kecintaan Allah, malaikat dan seluruh manusia:

1. Meninggalkan dunia
2. Meninggalkan perbuatan dosa, dan
3. Meninggalkan sifat tamak atau menaruh pengharapan kepada orang lain

Baca Jga:

Adapun penjelasan detilnya, silahkan simak dan ikuti kajian ya, semoga bermanfaat:


Like dan share kajian ini ke teman kalian ya, agar semakin banyak yang mengetahui dan mendapatkan kemanfaatan dari kajian Gus Baha ini.
Jika kalian mendapatkan ilmu baru silahkan subcribe channel Dakwah Digital agar tidak ketinggalan kajian terbaru dari Gus Baha.


Friday, May 15, 2020

Rumusan Pasti Lailatul Qadar Imam Al-Ghazali

Rumusan Pasti malam Lailatul Qadar Menurut Imam Al-Ghazali


Sahabat, masih melanjutkan pembahasan artikel sebelumnya yaitu prediksi lailatul qadar menurut Imam As-Syafii, kali ini mimin akan menyuguhkan untuk sahabat sekalian bagaimana prediksi malam lailatul qadar menurut pendapat Imam Al-Ghazali. Simak artikelnya ya...

Rumusan lailatul qadar imam Al-Ghazali

Akan tetapi sebelum dilanjutkan ke pembahasan, sedikit mimin ulas lagi mengenai keutamaan malam lailatul qadar sendiri yang disebutkan dalam Al-Qur'An Surah Al Qadar sebagai berikut:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Dari ayat di atas sudah jelas kan sahabat keutamaan malam lailatul qadar? Akan tetapi karena dalam artikel ini mimin tidak akan membahas keutamaan malam lailatul qadar maka sahabat dapat membaca lebih jelasnya mengenai keutamaan malam lailatul qadar baca di sini: Keutamaan Malam Lailatul Qadar. 


Oke sahabat lanjut ke pembahasan inti, jadi malam lailatul qadar menurut Imam Al-ghazali terjadinya dapat diprediksi mulai awal bulan Ramadhan. Artinya apa? Jikalau kita mengetahui atau mendapati malam pertama bulan Ramadhan, maka dengan rumusan Imam Al-Ghazali dipastikan kita dapat memperkirakan detil tanggal terjadinya lailatul qadar. Apakah itu?

Imam Al-Ghazali secara jelas menyampaikan, nahwa jikalau malam pertama bulan Ramadhan jatuh di hari Rabu atau hari Ahad, maka dipastikan lailatul qadar akan jatuh di tanggal ke-29.

Apabila malam pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke-21.

Dan apabila malam pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jum'at, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke-27.

Apabila malam pertama bulan Ramadhan dimulai hari Kamis, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke25.

Sedangkan jika malam pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke-23.

Sungguh hitungan dan ilmu yang sangat mytabakhir oleh Imam Al-Ghazali, sehingga As-syaikh Abul Hasan menyebutkan, semenjak beliau mendapati rumusan lailatul qadar yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali, maka beliau sama sekali tidak pernah tertinggal mendapati berkahnya malam lailatul qadar. Wallahu A'lamu.


Prediksi Lailatul Qadar Imam As-syafii

Prediksi Lailatul Qadar Imam As-Syafii


Sahabat Syariatkita, sudah pada tahu semua kan keutamaan malam lailatul qadar? Iya kalian benar, keutamaan lailatul qadar lebih utama dibanding 1000 bulan. Jadi, siapa orangnya ya yang kira-kira dikaruniai Allah Subhanahu Wata'ala umur sekian, pastinya tidak ada, ya kan???

prediksi malam lailatul qadar imam asy-syafi'i

Akan tetapi sahabat, kita tidak harus berumur hingga seribu tahun untuk beramal kebaikan, karena apa, diantara keutamaan Umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah dianugerahi malam lailatul qadar, yang mana barang siapa beribadah di malamnya maka hitunganya lebih baik dari 1000 bulan. Dan yang pasti keutamaan lailatul qadar tidak diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada ummat sebelumnya. 

Sebab Turunnya Lailatul Qadar

Sahabat, ternyata malam lailatul qadar sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini tidaklah diberikan oleh Allah serta merta. Akan tetapi ada sabab musababnya, apakah gerangan?

Di dalam hadis disebutkan:

عن ابن عباس رضي الله عنهما انه ذكر لرسول الله صلى الله عليه وسلم رجل من بني اسراءيل حمل السلاح على عاتقه الف شهر في سبيل الله ــــــــــ الى اخر الحديث
"Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya disebutkan kepada Rasulullah SAW laki-laki yang senantiasa membawa pedang dan menyelempangkannya di bahunya untuk berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan. Kemudian Rasulullah SAW terkaget kepada ceritanya orang bani Israil tadi, lalu beliau mengharapkan pahal atrsebut bagi umatnya. Setelah itu beliau berdoa, 'Ya Tuhanku, telah Engkau jadikan umat ku adalah umat dengan usia terpendek (dibanding umat sebelumnya) dan oaling sedikit pula dalam beramal'. Dengan demikian Allah SWT memberikan keutamaan lailatul qadar kepada ummatnya."

Hadis di atas menjelaskan bahwa sabab musabab diturunkannya lailatul qadar adalah sifat rahmat dan kasih sayang Rasulullah kepada umatnya. Sehingga dengan umur pendek yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala akan tetapi diberikan kesempatan memiliki amalan dan pahala yang melebihi keutamaan yang dierikan oleh Allah kepada umat sebelum Nabi Muhammad.

Terjadinya Lailatul Qadar Menurut Ulama' Syafi'iyah

Disebutkan dalam kitab Ianatut Thalibin hal.290 dijelaskan bahwa lailatul qadar terjadi pada 10 terakhir di bulan Ramadhan. Dari 10 hari tersebut yang paling diharapkan turun adalah di malam-malam ganjil. Yakni malam ke-21, malam ke-23, dan malam ke-25 di akhir bulan Ramadhan. Lantas apasaja tanda-tanda terjadinya lailatul Qadar? Baca: Keutamaan dan tanda-tanda terjadinya lailatul qadar disini. 

Kaitanya dengan pendapat ini, yaitu bahwasanya malam lailatul qadar jatuh pada tanggal sepuluh di akhir bulan Ramadhan, maka malam lailatul qadar tersebut tidak berubah-ubah. Artinya jikalau malam lailatul qadar terjadi di tanggal 23 maka di bulan Ramadhan tahun berikutnya sama yaitu malam lailatul qadar akan terjadi di tanggal 23. Dengan demikian, orang yang telah mendapati malam lailatul qadar di bulan Ramadhan, maka dapat dipastikan ia dapat mengetahui terjadinya malam lailatul qadar di bulan berikutnya.

Berbeda dengan pendapat di atas Imam An-Nawawi yang masih merupakan As-Habus Syafi'i menjelaskan bahwa terjadinya lailatul Qadar setiap tahunnya senantiasa berpindah-pindah. Maksudnya tidak selalu trjadi pada tanggal yang sama setiap tahunnya. Adapun prediksi malam lailatul qadar menurut Imam Al-Ghozali baca di sini. Rumusan Pasti Lailatul Qadar Imam Al-Ghazali

Sahabat, mudah-mudahan kita dapat menjuumpai mulyanya  malam lailatul qadar. Amin...

Saturday, May 9, 2020

8 Hal Yang Dapat Menyelamatkan Dari Azab Kubur

8 Hal Yang Dapat Menyelamatkan Dari Azab Kubur


Sahabat syariatkita, salah satu hal yang paling kita mohonkan kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah selamat dari azab kubur. Hal tersebut dikarenakan, dahsyatnya siksa kubur tidaklah bisa kita bayangkan, sehingga setiap doa yang kita panjatkan dalam setiap tasyahhud akhir shalat adalah:

 اللهم اني اعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن شر فتنة المحيا والممات ومن شر فتنة المسيح الدجال

"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, dan dari siksa neraka, dan dari fitnajnya al-masih; dajjal."

Mudah-mudahan Allah perkrenankan semua doa kita, kita dijadikan hamba-Nya yang salih, selamat dunia dan akhirat. Amin...
Sebelum kita lanjut ke pembahasan mengenai 8 hal yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur, mungkin Anda tertarik juga dengan artikel kami:


8 hal yang dapat menyelamatkan kita dari siksa kubur yaitu diklasifikasikan menjadi dua. Pertama terkumpul dalam 4 hal menjalankan ketaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, dan Kedua, 4 hal yang lain yaitu terletak di dalam menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah subhanahu Wata'ala.

8 hal yang dapat menyelamatkan dari azab kubur

Adapun 4 ketaatan tersebut adalah:
  1. Menjaga shalat 5 waktu
  2. Sedekah
  3. Membaca Al-Qur'an, dan
  4. Memperbanyak membaca tasbih
Sedangkan yang 4 yaitu terletak pada menjauhi perilaku buruk yang dilarang oleh agama, meliputi:
  1. Berdusta
  2. Berkhianat
  3. Mengadu domba, dan
  4. Tidak bersuci setelah buang air kecil
Sahabat syariatkita, Insya Allah manakala kita mengerjakan 4 hal ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana di atas, dan kita menjauhi 4 hal lain yang dilarang oleh agama, maka kelak kita akan diselamatkan oleh Allah dari azab kubur, dan kubur kita pun menjadi terang benderang dan lapang berkat amaliah tadi.

Adapun detil keterangna masing-masing, Insya Allah akan kami bahas pada artikel berikutnya. Jadi silahkan Anda komentar atau request jika dirasa artikel tersebut bermanfaat. Sekian dan teriamakasih.

A-Syaikh ibrahim As-Samarkandi: Tambih

Thursday, May 7, 2020

5 Golongan Yang Akan mendapat Kabar Gembira Menjelang Kematiannya

5 Golongan Yang Akan mendapat Kabar Gembira Menjelang Kematiannya

Assalamu'alaikum sahabat syariatkita, tema artikel kali ini sungguh sangat menggembirakan dan juga sangat mencemaskan. Mengapa bisa bisa demikian? Hal tersebut tentunya dikarenakan posisinya antara harap dan cemas yaitu berharap mesuk ke dalam 5 golongan yang mendapatkan kabar gembira sebelum kematian menjemput dan cemas bahkan takut manakala kita tidak termasuk 5 golongan tersebut. Jelas saja orang yang termasuk ke dalam 5 golongan tersebut merekalah yang menuai kebahagiaan begitu juga sebaliknya, yaitu mereka yang tidak termasuk 5 golongan tadi adalam orang yang menuia kerugian di hari kiamat kelak.

Lantas siapa saja 5 golongan yang akan mendapat kabar gembira menjelang kematiannya? Akan kami bahas untuk Anda sahabat syariatkita, mudah-mudahan kita termasuk ke dalam 5 golongan tersebut ya sahabat. Amin.. Akan tetatpi sebelum kami lanjut ke pembahasan, kami memberitahukan kepada para sahabat, bahwasanya sahabat sekalian juga dapat membaca artikel kami yang lain di bawah ini:

==> Baca Juga: 
Oke sahabat kita lanjutkan ke pambahasan ya, jadi 5 Golongan Yang Akan mendapat Kabar Gembira Menjelang Kematiannya adalah mereka yang sebelum kematiannya datang atau ajalmya menjemput mereka akan didatangi oleh malaikat dengan wajah yang ganteng, putih, berseri dan sangat harum, yang memberikan kabar bahagia tentang tempat kembalinya orang-orang tersebut yaitu ke dalam surganya Allah Subhanahu Wata'ala.

5 golongan yang akan mendapatkan kabar gembira sebelum kematiannya

Ke 5 golongan tersebut adalah:
  1. Al-Mu'minin
  2. Al-Mukhlisin
  3. At-Tawwabin
  4. Az-Zuhhad, dan
  5. Al-Ulama'
Adapun keterangan 5 golongan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Al-Mu'minin; yaitu orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wata'ala

Sahabat orang yang telah beriman kepada Allah, ia tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, maka sekalipun ia melakukan dosa asalkan sudah bertaubat kepada Allah dan tidak mengulanginya lagi maka sebelum kematiannya menjemput akan datang malaikat kepadanya seraya berkata:

لَا تَخَافُوْا تَأْبِيْدَ الْعَذابِ وَلاَتَحْزَنُوا عَلَى فَوْتِ الثَّوَابِ وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّة

"Janganlah kalian takut akan kekal di dalam siksa, dan jangan pula bersedih tidak mendapat pahala (amal kalian), bergembiralah kengan surga (yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala."

Mengapa malaika nmengatakan demikian kepada orang yang beriman? Hal ini jelas, bahwasanya seorang yang beriman sekalipun melakukan dosa dalam kehidupannya akan tetapi ia masih mengakui Allah sebagai Tuhannya. Sehingga dengan demikian masih ada kebaikan yang terkandung di dalam dirinya yaitu keimanan. Dengan demikian meskipun ia kelak dimasukkan oleh Allah kedalam neraka, akan tetapi itu tidak selamanya, karena pada saatnya nanti Allah akan mengangkatnya dari neraka manakala hisabnya telah selesai.

Berkaitan dengan hal ini, di dalam hadis dijelaskan:

اِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنِّة اَلْجَنَّةَ وَاَهْلُ النَّارِ اَلنَّارِ يُخْرِجَ اللهُ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرّةٍ مِنْ اِيْمَان

"Ketika penghuni surga sudah masuh surga (semuanya), dan penghuni neraka sudah masuk neraka (semuanya), kemudian Allah Subhanahu Wata'ala akan mengeluarkan (dari neraka) orang-orang yang di dalam hatinya terdapat keimanan sekalipun seberat biji sawi."

Masya Allah alangkah mulianya karunia Allah kepada hambanya. Orang yang bermaskiat sekalipun manakala ia masih malu ketika melakukan maksiat karena sadar ada Allah yang Maha Melihat segala perbuatannya lantas ia bertaubat, kelak pasti akan diamgkat oleh Allah dari neraka. 

Selain itu, orang yang beriman juga kelak di hari kiamat masih mendapatkan peluang berupa syafaat atau petolongan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan pertolongan dari orang-orang yang saleh. Amin

2. Al-Mukhlisin; yaitu orang yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala

Sahabat tidak diragukan lagi bahwasanya keikhlasan menjadi kunci diterimanya setiap amal perbuatan. Amal sebaik apapun manakala didasari sifat riya' sum'ah dan karena orang lain maka pahala amalnya nol di sisi Allah Subhanahu Wata'ala. (Baca: Ciri-ciri Orang yang Ikhlas di sini). 

Bagi orang yang ikhlas dalam amal perbuatannya, maka kelak sebelum kematiannya datang menjemput Allah akan mengutus malaikat kepadanya seraya berkata:
  1. Janganlah kalian takut tidak diterimanya amal ibadah kalian, karena amal kalian pasti diterima oleh Allah
  2. Janganlah kalian bersedih karena tidak mendapatkan pahala dari amal kalian (selama di dunia), karena kalian mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah subhanahu Wata'ala, dan
Dengan demikian, maka orang yang dalam perbuatannya seanantiasa mengharapkan ridha Allah semata maka kelah seluruh amalnya akan diterima oleh Allah, sehingga kematian dan hari akiamat tidak perlu dirisaukan baginya.

3. At-Tawwabin; yaitu orang yang bertaubat kepada Allah sebelum ajalnya menjemput

Bagi orang yang bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang artinya orang yang menyadari kesalahan yang pernah di lakukan lalu memohon ampunan Allah dan memohon rahmat-Nya, serta tidak lagi mengulangi kesalahan yang serupa, maka sebelum kematiannya datang atau pada saat sakaratul maut akan datang kepadanya malaikan yang memberikan kabar gembira mengenai tempat kembalinya kelak di hari kiamat. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui taubatnya seseorang itu diterima oleh Allah? (Baca: 8 Tanda Diterimanya Taubat di sini), atau Anda ingin mengetahus syarat taubat yang diterima oleh Allah? (Baca: Taubat Nasuha; Syarat dan Maknanya di sini)

Bagi orang yang bertaubat dari dosa yang pernah dilakukan maka tentunya harus melalui tahapan sebagai mana yang diajarkan oleh agama Islam; yang meliputi; memohon ampunan kepada Allah (istighfar), menyesali dari dosa yang telah dilakukan, tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya. Dalam tahapan dosa yang lebih besar, biasanya seseorang melakukan bersama dengan shalat taubat. (Baca: Dasar Hukum Shalat Taubat di sini)

Adapun kabar bahagia yang diberikan oleh malaikan menjelang kematian orang yang bertaubat adalah:
  1. Janganlah kalian bersedih atas dosa-dosa kalian, karena Allah telah mengampuninya
  2. Janganlah kalian susah atas amal yang kalian lakukan setelah taubat, karena amalnya diterima oleh Allah
Itulah kabar gembira yang diberikan oleh malaikan kepada orang yang bertaubat dari dosa yang dilakukan. Malaikan akan akan memberikan kabar gembira kepada orang tersebut menjelang kematiannya. Semoga Allah berkenan mengampuni segala dosa kita dan menerima taubat kita. Amin

4. Az-Zuhhad; yaitu orang yang menghindar dari kemewahan dunia

Sahabat, orang yang zuhud bukan mereka yang menghindari kehidupan 100 % dari dunia. Melainkan orang yang zuhud adalah orang yang hanya menggunakan kemewahan atau kemegahan dunia seperlunya saja. Selabihnya harta benda dan kekayaan yang ia miliki mereka gunakan untuk menggapai ridho Allah semata seperti: untuk sabilillah, mendirikan masjid, membantu fakir miskin dan untuk kegiatan lain yang menopang syiar agama Islam.

Adapun kabar gembira yang disampaikan oleh malaika nkepada orang yang zuhud selama hidup di dunia adalah:
  1. Janganlah kalian takut pada hari dimana Allah Subhanahu Wata'ala mengumpulkan semua makhluknya unutk di hisab. Hal ini dakarenakan, orang yang zuhud atau menghindar dari kemegahan dunia jelas lah hisabnya akan ringan. Karena ia tidak lagi ditanya mengenai hartanya di dunia, karena ia hanya menggunakannya sekedarnya saja, dan jikalau ada kelebihanpun mereka dermakan di jalan Allah dan untuk kepentingan yang dapat mendatangkan ridha Allah.
  2. Janganlah kalian bersedih dengan sedikitnya amal kalian, karena amal kalian telah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu Wata'ala 
Dengan demikian sudah barang tentu orang yang zuhud di dunia dengan ia aka sedikit hisabnya, ini dikarenakan hisab yang berat kelak di akhirat dikarenakan masalah harta atau masalah dunia. Sehingga dikatakan kepada orang yang kaya kelak di akhirat:

مِنْ أَيْنَ اِكْتَسَبَ وَاِلَى َايْنَ اَنْفَقَ

"(Hartamu) engkau peroleh dari mana dan di dermakan kemana."

Dengan demikian orang yang zuhud ia akan terlepas dari pertanyaan sebagaimana di atas. Sedangkan orang yang kaya pertanyaanya tidak saja dari cara memperoleh hartanya; apakah dari cara halal, subhat atau haram saja. Akan tetapi pentasarufan harta pun dutanyakan oleh Allah, apakah diidermakan di jalan Allah atau yang lain.

5. Al-Ulama'; yaitu orang pandai ilmu agama

Ulama yang kelak mendapatkan kabar gembira sebelum ajal menjemputnya adalah mereka yang dengan ilmunya mengajarkan kebaikan kepada orang lain dan mereka pun mengamalkan ilmunya. 

Adapun kabar gembira yang disampaikan oleh malaikan sebelum ajal menjemputnya adalah:


لاَ تَخَافُوْا مِنْ اَهْوَالِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا تَحْزَنُوْا فَاِنَّهُ يَجْزِيْكُمْ بِمَا عَمِلْتُمْ وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ لَكُمْ وَمَنْ اِقْتَدَى بِكُمْ

"Janganlah kalian takut dan jangan pula bersedih menghadapi kiamat (kelak), karena Allah membalas amal kalian, dan berbahagialah kalian karena surga telah menanti kalian dan pengikut kalian."

Alangkah beruntungnya mereka yang mendapat rahmat Allah sehingga sebelum ajal menjemput sudah diberitakan kabar gembira berupa surga yang kelak menjadi tempat kembalinya. Semoga kita semua tergolong kedalam orang-orang ynag diampuni dosanya dan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wata'ala. Amin


Wednesday, May 6, 2020

2 Kebahagiaan Orang Yang Berpuasa

2 Kebahagiaan Orang Yang Berpuasa

Sahabat syariat kita, tidak terasa ternyata hari ini, Rabu 06 Mei 2020 kita telah memasuki hari puasa yang ke 13 yang berarti hampir separuh puasa Ramadhan di tahun ini kita jalankan. Dengan demikian seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam menjalan ibadah, seperti: memperbanyak tadarus Al-Qur'an, bersedekah, menolong orang lain, dan segala macam kebaikan yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Kendatipun demikian, kita harus tetap bersyukur bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan 2 kebahagiaan apa sajakah itu? Akan kami bahas dalam artikel kali ini.

2 kebahagiaan bagi orang yang berpuasa

Akan tetapi sebelum kita menuju pembahasan 2 kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, maka kita perlu mencontoh apa yang dilakukan oleh baginda Agung Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dimana beliau menjaleng sepuluh hari terakhir di Bulan Ramadhan senantiasa memperbanyak amal kebaikan dan membangunkan keluarganya untuk lebih menekuni ibadah di bulan Ramadhan tersebut. Hal tersebut di karenakan, pahala ibadah yang di lakukan di Bulan Ramadhan memiliki keutamaan lebih dibanding di hari selain Ramadhan. Baca: Keutamaan Bulan Ramadhan dan Dalilnya di Sini


Lantas apa 2 kebahagiaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala bagi orang yang berpuasa? Rasulullah SAW bersabda:

لَلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ اْلأِفْطَارِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّه

"Orang yang berpuasa itu memiliki 2 kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhan-nya."

Dari keterangan hadis di atasa, jelaslah bagi kita bahwasanya Allah akan memberikan kebahagiaan kepada orang yang berpuasa dengan 2 hal yaitu:
  1. Kebahagiaan ketika berbuka, dan
  2. Kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah Subhanahu Wata'ala
Sahabat alangkah beruntungnya orang yang berpuasa, di siang harinya kita menahan lapar dan dahaga, ia juga menahan semua hal yang dapat membatalkan puasa. Akan tetapi ketika adzan maghrib berkumandang sungguh kebahagiaan tiada kepalang, hanya dengan meneguk air putih atau satu kurma saja sungguh kenikmatan dapat ia rasakan, nikmat tiada tara sebagai ganti siang hari dimana ia harus menahan rasa haus dan lapar. Inilah keutamaan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Keutamaan yang diperoleh orang yang berbuka sejatinya adalah kenikmatan yang mungkin biasa saja, aka ntetapi hakikat kenikmatan yang di dapat oleh orang yang berbuka puasa bukanlah kenikmatan semata-mata dapat kembali makan dan minum daja. Akan tetapi kenikmatan maknawi yang hakiki yaitu ia memperoleh ridho Allah. Inilah puncak kenikmatan seorang hamba. 

Dalam hal ini, orang yang berpuasa ia berarti telah menjalankan ketakwaan kepada Allah dengan kepatuhan menjalankan puasa dan ketaatan lainnya. Perut lapat selama siang bolong, tenggorokan pun harus rela menahan keringnya siang hari, akan tetapi meraka rela menjalankan puasa demi ketekawaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, sehingga pantaslah baginya ketika Allah Subhanahu Wata'ala memberikan ridho-Nya menjelang berbuka.

Adapun kenikmatan orang yang berpuasa yang berupa dapat berjumpa kepada Allah Subhanahu Wata'ala, itu adalah kenikmatan seorang hamba dan anugerah yang sangat besar, bukan hanya besar tapi sudah istimewa, Mengapa demikian, hal tersebut dikarenakan tiada kenikmatan yang melebihi bertemunya hamba dengan Tuhannya. Karena kenikmatan bertemu Allah merupakan puncak dari segala kenikmatan. 

Akan tetapi kenikmatan bertemu Allah tentunya hanya bisa dirasakan oleh hamba, manakala ia benar-benar menjadi seorang hamba yang muttaqin (menjalankan seluruh ketaatan kepada Allah SWT dan menjauhi segala larangannya). Dan hal itu diantaranya dapat diperoleh seseorang dengan menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian orang yang berpuasa dengan segenap ketulusan dan keikhlasan hati dengan mengharap keridhaan Allah semata dan mengharapkan pahala di sisi-Nya, maka kelak di akhirat ia akan dikaruniai oleh Allah Subhanahu Wata'ala berupa dapat melihat-Nya. Mudah-mudahan Allah perkenankan segala doa kita, menerima segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini sehingga kita memperoleh kenikmatan yang dijanjikan oleh-Nya. 

Sunday, April 26, 2020

7 Omong Kosong Dalam Agama

7 Omong Kosong Dalam Agama


Sahabat syariatkita, sepintas Tagline kita kali ini agak berbeda dengan sebelumnya ya.. yaitu "Omong Kosong." Masih ditamb ahlagi yaitu dalam agama. Lantas apa itu omong kosong dalam agama? Apakah maksudnya adalah pengertian omong kosong dalam perspektif agama? atau hal lain. yang jelas tentunya dimanapun kita pernah mendengar istilah "Omdo" kan? atau omong doang. Tapi ini bukan kaitanya dengan janji lo ya... Pengen tahu dan penasaran apa omong kosong dalam agama itu? Yuk simak artikelnya.

7 Omong Kosong Dalam Agama

Jadi sahabat, ada 7 perkara yang mana tidak bermanfaat sama sekali jikalau tidak dibarengi dengan 7 perkara yang lain. Sehingga hal ini lazim disebut dengan "omong kosong." Lantas apa saja omong kosong dalam agama? Berikut penjelasannya.

1. Takut kepada Allah Subhanahu Wata'ala akan tetapi tidak takut maksiat

Orang yang telah megikrarkan dirinya takut kepada Allah (الخوف) akan tetapi tidak takut melakukan dosa (الحذر). Dalam hal ini, orang yang mengaku dan mengikrarkan dengan lisannya, bahkan kowar-kowar kemana-mana akan tetapi maksiatnya jalan, ia sama sekali tidak menyudahi dan menjauhi perbuatan yang di larang oleh agama. Maka perkataanya adalah kebohongan belaka, alias omong kosong.

==> Baca Juga: 

Hal tersebut dikarenakan orang yang takut kepada Allah, maka sudah sepatutnya ia menjauhi maksiat, atau menjauhi sesuatu yang dilarang oleh Allah. Saya bawa logika dalam kehidupan kita sehari-hari agar mudah di pahami. Ketika kita takut masuk penjara, maka sudah sepatutnya kita tidak melanggar norma-norma hukum yang dapat memasukkan ke dalam penjara. Ketika kita takut dengan seorang guru yang galak takut kepada orang tua ,aka sudah sepatutnya kita tidak melakukan sesuatu yang dapat membuat murka orang tua atau guru kita.

2. Mengharapkan pahala akan tetapi enggan melakukan ibadah atau ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala

Orang yang mengharapkan pahala di sisi Allah, mengharapkan rahmat Allah (الرجاء) akan tetapi tidak mau berbuat kebaikan (الطلب), maka perkataan dan harapannya adalah isapan jempol semata, alias omong kosong. Anak-anak muda menyebutnya "mblegedes." Hal ini dikarenakan, orang yang mengharapkan pahala di sisi Allah maka sudah sepatutnya ia harus melakukan sesuatu yang bernialai pahala, seperti shalat, puasa, sedekah dan beramal kebaikan yang lain.

Hal ini dapat saya analogikan seperti orang yang mengingkan kehisupan mewah dan berkecukupan akan tetapi ia enggan bekerja. Hanya ongkang-ongkang menunggu uang jatuh dari langit. Maka hal demikian sama saja omong kosong. Dengan demikia, ornag ynag mengharapkan pahala di sisi Allah, maka sudah seharusnya ia melakukan amalan-amalan yang dapan mendatangkan pahala.

3. Niatan tanpa dibarengi dengan tindakan

Sahabat, jikalau kita menghendaki sampai pada suatu tempat pada hari demikian, jam sekiat dengan siapa saja. maka sudah pasti yang dilakukan agar sampai pada tempat yang hendak kita tuju adalah dengan cara melengkahkan kaki menuju tempat yang kita tuju tadi.

Dalam hal ini orang yang hanya memiliki niat (النية), akan tetapi tidak melakukan tindakan atau take action (القصد), maka dipastikan sampai kapanpun rencana atau niatnya tidak akan pernah terlaksana. Hal tersebut dikarenakan, suatu rencana (planing) pasti akan selalu membutuhkan pelaksanaan (actuating), sehingga planing yang tidak dibarengi dengan actuating sama saja dengan gurauan belaka, alias omong konong. Dengan demikian, jikalau kit ahendak melakukan sesuatu maka lakukanlah sebaik mungkin, lakukanlah sebaik yang kita bisa. Adapun hasilnya kita pasrah kepada Allah semata.

4. Doa tanpa usaha keras

Doa tanpa dibaengi dengan usaha keras adalah kebohongan semata. Dalam hal ini orang yang melakukan doa (الدعاء), tanpa adanya kesungguh-sungguhan untuk meraihnya (الجهد), maka pastilah akan sia-sia belaku semua dosanya.

Oleh karena itu doa juga perlu dan sangat penting dilakukan akan tetapi yang tidak kalah penting juga bagaimana kegigihan untuk mewujudkan doa yang kita panjatkan kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan:

الدعاء مخ العبادة

"Doa adalah saripati atau otak suatu ibadah."

Denagn demikian, diwajibkan bagi orang yang mengharapkan anugerah dan taufik Allah, untuk menggapai taufik dan anugerah dengan semaksimal mungkin. Yaitu dengan kepayahan dan usaha maksimal, diantaranya adalah dengan bangun tengah malam di saat orang lain terlelap tidur. Berusaha dengan maksimal disaat orang lain santai dan lain sebagainya.

5. Meminta ampunan Allah Subhanahu Wata'ala akan tetapi tidak menyesali dosa yang dilakukan

Sahabat, orang yang senantiasa basah lisanya dengan melafalkan istiqfar kepada Allah (الأستغفار), akan tetapi tidak menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan (الندم), maka yang demikian adalah omong kosong belaka. Hal tersebut dikarenakan, diantara syarat taubat dan meminta ampunan kepada Allah adalah dengan menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan, bik itu dosa kecil terlebih lagi adalah dosa besar. Baca: Syarat Istighfar; 8 Tanda Diterimanya Taubat di sini

Dengan demikian, maka agar permohonan ampunan kita kepada Allah diterima, maka sudah sepatutnya kita juga menyesali perbuatan dosa di masa lampau, dengan tidak mengulangi kembali dosa lampau yang pernah dilakukan.

6. Memperbaiki lahiriyah akan tetapi mengabaikan aspek batiniyah

Orang yang hanya memprioritaskan aspek fisik ataupun casing luar (ااظاهر), akan tetapi tidak memperdulikan aspek dalam yang merupakan aspek inti (الباطن), maka sama halnya dengan omong kosong belaka.

Dalam hal ini orang yang melakukan ketaatan dengan baik manakala didepan orang lain, ia melakukan sesuatu sangat perfect dan lues di hadapan orang lain dengan harapan mendapatka npujian dan sanjungan, sedangkan ketika tidak dilihat orang perbuatannya sama sekali tidak mencerminkan ketaatan sebagaimana dihadapan orang lain. Maka yang demikian ini adalah omong kosong, jadi perbuatan baiknya tidak bermanfaat.

Oleh karena itu syarat diterimanya amal atau suatu ibadah adalah manakala dilihat orang lain ataupun tidak maka kualitasnya sama saja. Amalnya mau di puji orang lain atau di cela, maka sama sekali tidak berpengaruh pada dirinya. 

7. Bekerja keras akan tetapi tidak ikhlas dalam melakukannya

Sahabat, orang yang dalam pengamalannya hanya atas dasar kesungguhan dan kepayahan saja (الكد), akan tetapi tanpa dibarengi dengan keikhlasan (الاخلاص), maka sama saja omong kosong. Ini tak ubahnya seperti orang yang bersedekah, ia sudah berkorban harta benda, sudah susah payah menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Akan tetapi manakala di dalam hatinya tidak dibarengi dengan ketulusan dan mengharapkan radha Allah, maka sudah pasti pahalanya nol di mana Allah Subhanahu Wata'ala.

Dengan demikian, orang yang mengerjakan 7 hal sebagaimana di atas akan tetapi tidak dibarengi dengan 7 hal yang lain maka sudah pasti pekerjaanya akan sia-sia. Dan itu merupakan omong kosong belaka. Sedangkan kesemuanya pekerjaan agar diterima Allah Subhanahu Wata'ala pastinya membutuhkan keikhlasan dalam melaksanakannya, Baca: Ciri-ciri Orang Yang Ikhlas di sini.

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:


Reff: Kitab Tambighul Ghafilin

Tuesday, April 21, 2020

9 Adab Membaca Al-Qur'an

9 Adab Membaca Al-Qur'an


Sahabat syariatkita, sebagai seorang muslim tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Al-Qur'an. Al-Qur'an merupakan kitab suci yang tidak saja bernilai ibadah ketika membacanya, bahkan membaca satu huruf pun mendapatkan nilai ibadah 10 kebaikan. (Baca: Pahala Membaca Al-Qur'an Satu Huruf di sini).

adab membaca al-qur'an
ilustrasi: thecompanion.in

Kendatipun demikian, yang ironi adalah kita justru kadang kurang menaruh perhatian dan penghormatan terhadap Al-Qur'an itu sendiri, Al-Qur'an di taruh di tempat yang rendah, ditenteng dalam membawanya laksana membawa barang yang tidak berharga. Lantas bagaimana adab atau tata krama kita sebagai muslim terhadap Al-Qur'an? Berukut ulasannya.

Bagi Anda yang tertarik dengan artikel ini bisa berkomentar di dalam kolom komentar atau yang ingin berlangganan artikel kami secara gratis, Anda tinggal mengetikkan alamat emai Anda lalu klik subscribe. Kami otomatis akan mengirimkan artikel untuk Anda gratis.

==> Baca Juga: 

Adapun adab membaca Al-Qur'an adalah sebagai berikut:

1. Membersihkan mulutnya dengan siwak atau bergosok gigi

Adapun yang diutamakan dalam menggunakan siwak adalah dengan menggunakan kayu "Arok". Akan tetapi jika tidak mendapati kayu tersebut maka diperbolehkan menggunakan segala sesuatu yang dapat membersihkan mulut seperti kain, tisu dan lain sebagainya. Adapun zaman sekarang ini sudah banyak tersedia pasta gigi jadi tidak perlu repot-repon menggunakan kayu arok.

Kendatipun demikian, bagi Anda yang memiliki siwak, maka sangat dianjurkan menggunakan siwak disetiap hendak melaksanakan shalat ataupun membaca Al-Qur'an, karena inilah kesunahan yang langsung diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. 

Adapun bagaimana cara menggunakan siwak dapat dibaca di sini.

2. Membaca Al-Qur'an dalam keadaan suci

Disunahkan membaca Al-Qur'an dalam keadaan bersuci. Apabila seseorang membaca Al-Qur'an dalam keadaan hadas apakah diperbolehkan? Dalam kitab At-Tibyan di jelaskan hukumnya adalah boleh dengan ijma'ul muslimin. Dan hadis yang menerangkan hal ini juga banyak, silahkan bisa di baca di sini: Hadis kebolehan membaca wudhu dalam keadaan hadas.

Adapun orang yang membaca Al-Qur'an dalam kondisi hadas ia hanya kena hukum tarkul aula atau meninggalkan keutamaan saja. Menurut Imam Haromain, orang yang membaca Al-Qur'an dalam keadaan hadas maka yang bersangkutan tidak bisa dikategorikan ke dalam orang yang melakukan kemakruhan, akan tetapi hanya tarkul aula saja.

Dalam kasus ini lalu bagaimana orang yang tidak mendapati air untuk berwudhu, maka ia disunahkan melakukan tayammum. Adapun orang yang junub dan haid maka keduanya haram membaca Al-Qur'an. Akan tetapi bagi keduanya diperbolehkan melakukan dzikir Al-Qur'an di dalam hati tanpa dilafalkan dengan mulut, baik satu ayat ataupun kurang dari satu ayat.

3. Disunahkan membaca Al-Qur'an di tempat yang bersih

Dalam hal ini sangat dianjurkan untuk membaca Al-Qur'an di tempat yang bersih dan terhormat, sehingga sangat disunahkan membaca Al-Qur'an di masjid. Karena tidak diragukan lagi bahwasanya masjid adalah tempat yang mulia dan suci.

Melengkapi kesunahan membaca Al-Qur'an di masjid, bagi orang yang membaca Al-Qur'an di masjid maka disunahkan baginya melakukan i'tikaf, sekalipun hanya sebentar singgahnya di masjid.

Adapun 3 tempat yang dimakruhkan untuk membaca Al-Quran silahkan baca di sini.

4. Menghadap kiblat

Disunahkan bagi orang yang membaca Al-Qur'an selain dalam shalat untuk menghadap kiblat. mengapa dalam shalat tidak? ya sudah pasti lah karena shalat kan sudah pasti menghadap kiblat. Mengenai hai ini disebutkan di dalam hadis:

خير المجالس ماستقبل به القبلة

"ٍSebaik-baik masjis adalah majlis yang menghadap kiblat"

Dengan demikian jelas bahwa ketika membaca Al-Qur'an sangat di sunahkan menghadap kiblat.

5. Membaca Ta'awwudz

Dalam hal ini mambaca ta'awwudz yaitu memcaca kalimat "Audzu billahi minassyaitoonirrojim". Hal ini sebagaimana dalam Al-Qur'an:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk" (QS. An-Nahl: 98)

6. Membaca Basmalah

Disunahkan membaca basmalah di setiap awal surah selain Suarh At-Taubah. Adapun membacanya di tengah-tengah surah maka sebagian ulama memperbolehkannya.

7. Membaca Al-Qur'an dengan tenang (khusyu') 

Dalam membaca Al-Qur'an hendaklah dilakukan dengan posisi tenang dan khusyu'. Selain khusyuk juga dianjurkan bagi pembaca Al-Qur'an agar membacanya sambil mengangan-angan maknanya, atau tadabbur.

Lantas bagaimana cara kita agar dapat mentadabburi Al-Qur'an ketika membacanya, yaitu dengan cara mengulang-ulang kalimat sampai beberapa kali. Dengan demikian kita dapat menghayati makna yang terkandung di dalam ayat tersebut.

8. Menangis ketika membaca Al-Qur'an

Mengenai hal ini disebutkan dalam hadis:

اقرؤوا القرأن وابكوا، فأن لم تبكوا فتباكوا

"Bacalah Al-Qur'an dan menangislah (ketika membacanya), maka apabila kalian tidak bisa menangis, berpura-puralah menangis (usahakanlah sebisa mungkin menangis)." (HR. Ibnu Majah)

Adapun cara agar kita dapat menangis ketika membaca Al-Qur'an, maka hadirkanlah Al-Qur'an dalam bacaan kalian. Terutama ketika membaca ayat yang berisi ancaman, azab, neraka dan ayat ayat sedih lainnya. Begitu pula ketika mendapati ayat yang menerangkan tentang surga, maka bayangkan lah anugerah Allah Subhanahu Wata;ala yang begitu indahnya dan keluarkanlah air mata bahagia karenanya.

9. Meminta rahmat dan anugerah Allah Subhanahu Wata'ala ketika membaca ayat yang menerangkan keagungan Allah, begitu pula sebaliknya yaitu meminta perlindungan kepada Allah manakala mendapati ayat yang menerangkan azab

Kesunahan ini yaitu tidak hanya berlaku di dalam shalat saja akan tetapi juga ketika membaca Al-Qur'an di luar shalat. Dengan demikian Al-Qur'an yang dibaca pastilah akan memberikan manfaat bagi embacanya, baik manfaat di dunia dan manfaat di akhirat. Amin...

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:


Reff:
Kitab At-Tibyan Fi Adabi hamalati Al-Qur'an 

Monday, April 20, 2020

Pahala Membaca Al-Qur’an Satu Huruf

Pahala Membaca Al-Qur’an Satu Huruf


Sahabat syariatkita, Al-Qur’an merupakan kalamullah yang syarat akan kemu’jizatan dan keutamaan. Keutamaan Al-Qur’an sendiri tidak hanya berfaedah di dunia saja, akan tetapi juga sampai ke hari kiamat kelak. Baca: Keutamaan Membaca dan Menghafalkan Al-Qur’an di sini.

Pahala Membaca Al-Qur’an Satu Huruf

Diantara keutamaan Al-Qur’an yaitu terletak pada besarnya pahala bagi orang yang membacanya. Kalau seseorang membaca hadis ia belum tentu mendapatkan pahala sebelum dinilai dari niatnya. Jika niatnya baik, maka pastilah ia akan mendapatkan pahala karena niatnya itu. Akan tetapi berbeda dengan Al-Qur’an, orang fasiq sekalipun membacanya tetap mendapatkan pahala.

Yang lebih utama lagi, ternyata pahala membaca Al-Qur’an dihitung dari satuan terkecil. Apa satuan terkecil itu? Satu Al-Qur’an penuh kah? Atau hanya satu juz, satu manzil, satu maqro’ atau satu ayat? Ternyata pahala membaca Al-Qur’an dihitung per huruf. MasyaAllah alangkah beruntungnya orang yang membaca Al-Qur’an. Mudah-mudahan kita termasuk kedalam golongannya. Amin

==> Baca Juga: 

Adapun dalil yang menyatakan bahwa pahala membaca Al-Qur’an dihitung perhuruf adalah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Abdullah ibnu Mas’ud sebagai berikut:

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من قرأ حرفا من كتاب الله تعالى فله (به) حسنة والحسنة بعشر امثالها، لا اقول الم حرف، ولكن الف حرف ولام حرف وميم حرف

“Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya pahala berupa kebaikan. Dan pahala kebaikan tersebut dilipatgandakan sampai sepuluh. Saya tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif itu satu huruf, Laam itu satu huruf dan Miin itu satu huruf. ” (HR. At-Tirmidzi) 

Dengan demikian sangat jelas bahwasanya manakala kita membaca ”Alif Laam Miim” di dalam fawatihu as-suwar, maka kita mendapatkan pahala komulatif sejumlah 30 kebaikan. Ini diperoleh dari hitungan Alif=10, Laam=10, dan Miim=10. Jadi total pahala adalah 30. bisa dibayangkan kalau kita membaca Al-Qur’an satu ayat, satu surah, satu juz bahkan jikalau sampai khatam, tentunya kita akan memdapatkan pahasa yang sangat agung dari Allah Subhanahu Wata’ala. Akan tetapi perlu diingat juga niat kita harus benar-benar ikhlas karena Allah. Karena Sahnya Amal Bergantung Pada Niatnya.

Keutamaan Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Wirid 

Selain mendapatkan pahala yang sangat agung bagi orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang sehari-harinya tersibukkan membaca Al-Qur’an, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai wiridan (atau amalan rutin), sehingga ia tidak sempat berdoa meminta kepada Allah SWT. Maka Allah SWT akan memberikan anugerah yang luar biasa kepadanya melebihi anugerah yang diberikan Allah SWT kepada orang yang meminta anugerah kepada-Nya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi  dari abu Sa’id Al-Khudri berikut:

 يقول الرب سبحانه وتعالى : من شغله القران وذكري عن مسئلتى اعطيته افضل ما اعطي السائلين، وفضل كلام الله سبحانه وتعالى على سائر الكلام كفضل الله تعال على خلقه

“Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Barang siapa yang tersibukkan oleh Al-Qur’an dan dzikir kepada-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan anugerah yang lebih utama melebih anugerah yang aku berikan kepada orang-orang yang meminta kepada-Ku. Dan keutamaan Al-Qur’an melebihi kalam yang lain seperti utamanya Allah atas seluruh makhluk-Nya” 

MasyaAllah, sangat agung sekali anugerah Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya yang terseibukkan dengan Al-Qur’an. Tanpa kita harus meminta kepada Allah asal kita menjadikan Al-Qur-an sebagia amalah rutinnya, kita akan meeroleh anugerah melebihi mereka yang meminta kepada Allah. Oleh karena itu kita jadikan bulan Ramadhan yang muliaini sebagai lahan mendapatkan Ridha-Nya. Amin.

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:


Reff:
Kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamalati Al-Qur'an

Dapatkan Artikel Kami Gratis

Ketik email Anda di sisi:

Kami akan mengirimkannya untuk Anda

Quality Content