Islam dalam Pengambilan Keputusan
Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.
Kebenaran yang Dilematis
Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita
Islam dan Olah Raga
Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray
Lengkapilah Agamamu dengan Menikah
Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"
Memilih Teman
Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"
Saturday, November 28, 2020
Hukum Menikahi Bekas Pelacur
Friday, October 30, 2020
3 Motivasi Hidup Sayyidina Umar
3 Motivasi Hidup sayyidina Umar RA
Saturday, October 3, 2020
Ciri ciri Khawarij yang perlu kalian pahami
Ciri ciri Kaum Khawarij Berdasarkan Hadits Sahih
Wednesday, May 6, 2020
6 Unsur Suksesnya Dakwah Islamiyah
6 Unsur Suksesnya Dakwah Islamiyah
- Da'i (pelaku dakwah)
- Mad'u (objek dakwah/masyarakat)
- Maddatu Ad-Da'wah (materi dakwah)
- Wasilatu Ad-Da'wah (media dakwah)
- Thariqatu Ad-Da'wah (metode dakwah), dan
- Atrsaru Ad-Da'wah (efek dakwah).
Da'i (pelaku dakwah)
- Masyarakat yang sudah beragama Islam dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan yang dituntunkan oleh syariat.
- Masyarakat yang sudah beragama Islam tapi belum taat menjalankan ibadahnya (munafik, fasik dan lain sebagainya), dan
- Masyarakat yang belum beragama Islam
Maddatu Ad-Da'wah (materi dakwah)
Wasilatu Ad-Da'wah (media dakwah)
Thariqatu Ad-Da'wah (metode dakwah)
- Hikmah; yaitu upaya menyeru menuju jalan Allah dengan cara yang bijaksana, tidak memaksa dan toleransi
- Mau'izah al-hasanah; yaitu penyampaian misi dakwah dengan tutur kata (ceramah) yang baik, tidak menyakiti hati masyarakat dan tidak arogan.
- Mujadalah billati hiya ahsan; yaitu pesan dakwah yang disampaikan dengan saling berargumen. Artinya manakala masyarakat sebagai objek dakwah melakukan bantahan dan menginginkan sumber dakwah yang lebih jelas maka sang da'i dapat menjelaskan argumennya berdasarkan sumber-sumber yang valid. Dan objek dakwah juga mengutarakan argumennya, untuk ditemukan titik kebenaran dari kedua belah pihak.
Atrsaru Ad-Da'wah (efek dakwah)
Thursday, April 30, 2020
Apa Yang Dimaksud Amar Ma'rûf Nâhî Munkar
Apa Yang Dimaksud Amar Ma'rûf Nâhî Munkar
Pengertian Amar Ma'rûf Nâhî Munkar
Sahabat syariatkita, banyak orang bertanya masalah amar ma'ruf nahi munkar, bagaimanakah dengan kita? Tahukah kita perbedaan amar ma'ruf nahi munkar dengan dakwah? Apa relevansinya dengan dakwah Islamiyah? Jika Anda ingin mengetahuinya silahkan disimak artikel ini sampai selesai, bagi Anda yang mendapatkan kemanfaatan dari artkel ini silahkan bisa berkontribusi d kolom komentar, atau Anda yang menginginkan update artikel dari kami bisa subscribe dengan mengisikan alamat email Anda. Gratis.Sahabat syariatkita, di dalam Al-Qur'an jika kita teliti terdapat 38 kata yang berafiliasi pada kata al-ma'rûf dan terdapat 16 kata al-munkar.
Kata munkar sendiri biasa diartikan sebagai segala sesuatu yang dianggap buruk, jelek dan dibenci oleh syari'at. Kata mungkar ini mengacu yaitu pada seluruh sesuatu yang mengandung unsur "dilarang". Adapun kata ma'ruf biasa diartikan sebagai segala sesuatu yang diperintahkan oleh syariat.
- Doa Shalat Tarawih & Witir Lengkap Beserta Artinya
- Hikmah Puasa
- 7 Sunah Puasa dan Dalilnya
- Keistimewaan Bulan Ramadhan dan dalilnya
- Cara Menggunakan Siwak Sesuai Tuntunan Rasulullah
- Keistimewaan Shalat Fajar 2 Rakaat Beserta Dalilnya
Dari sudut pandang terminologi, amar ma'ruf nahi munkar dapat diartikan dengan upaya menyuruh kepada kebaikan, mencegah dari kemungkaran. Pengertian amar ma'ruf nahi mungkar biasa digunakan sebagai upaya menyeru kepada jalan Allah Subhanahu Wata'ala dengan memerintahkan perkara yang baik (diperintahkan syariat) dan mencegah sesuatu yang munkar (bertentangan dengan syariat).
Mengenai hal ini, Abul A'la al Maududi menjelaskan amar ma'ruf nahi munkar dalam bukunya sebagai berikut:
"Istilah ma'rufat (jamak dari ma'ruf) menunjukkan makna "semua kebaikan". Kebaikan dan sifat-sifat yang baik yang sepanjang masa diterima oleh hati nurani manusia sebagai sesuatu yang baik (good). Sebaliknya, istilah munkarat (jamak dari munkar) menunjukkan semua dosa dan kejahatan-kejahatan yang sepanjang masa telah dikutuk.
Amar Ma'rûf Nâhî Munkar dalam Al-Qur'an
Mengenai kewajiban amar ma'ruf nahi munkar, Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:"Sesungguhnya Allah menyuruh untuk berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang kamu dari perbuatan keji, munkar, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (Q.S. An-Nahl: 90)
Berdasarkan ayat di atas, setidaknya terdapat tiga perbuatan yang dilarang di dalam syariat, yakni berbuat keji (Al-Fahsya'), melakukan kemunkaran (Al-Munkar), dan menciptakan permusuhan atau penyimpangan dengan syariat (A-Bagy).
Dengan demikian amar ma'ruf nahi mungkar sesuai dengan perintah Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana ayat di atas haruslah mencakup 3 aspek yang mana satu sama lain saling terkait. Artinya kita tidak dibenarkan hanya menjalankan salah satu dari ketiga aspek di atas dan meningalkan aspek yang lain.
Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman:
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (Q.S. Ali Imran: 104)
Dalam ayat di atas, antara kata amar ma'rûf nâhî munkar disebutkan secara lengkap. Ayat di atas mengandung beberapa pengertian antara lain:
- Kewajiban melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar dalam suatu kelompok.
- Domain daripada amar ma'ruf nahi mungkar meliputi; menyeru pada kebaikan, menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar.
- Orang yang beruntung adalah mereka yang melaksanakan amar ma'ruf (perbuatan baik yang diperintahkan oleh syariat) dan mencegah perbuatan mungkar (dosa yang dilarang oleh agama).
Dalam ayat yang lain disebutkan:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Q.S. Ali Imran: 110)
Adapun dalam ayat 110 dari surat Ali Imran sebagaimana di atas terdapat 3 pengertian; yaitu:
- Umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.
- Sebagai umat terbaik, maka kewajiban umat Islam adalah melakukan amar ma'ruf dan mencegah dari yang munkar
- Beriman kepada Allah subhanahu Wata'ala dengan tidak menpersekutukan dengan apapun.
Dengan demikian, setiap umat sebagaimana ayat di atas memiliki kewajiban melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Mengenai hal ini kewajiban amar ma'ruf dan nahi mungkar para ulama berbeda pandangan ada yang mengatakah secara keseluruhan dan ada yang mengatakan sebagian; yang artinya jikalau sebagaian dari masyarakan ada yang sudah melakukan amar ma'ruf nahi mungkar maka gugur kewajiban tersebut bagi umat yang lain. Hal ini adalam merupakjan penafsiran mereka sebagaimana dalam Surah Ali Imran ayat yang 104. Lebih lengkapnya silahkab baca: Dasar Hukum Dakwah
Penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian amar ma'rûf nâhî munkar dapat dijumpai dalam Q.S. At-Taubah ayat 71 dan 112 sebagai berikut:
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong dari sebagian lainnya. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Q.S. At-Taubah: 71)
Dalam ayat di atas, yang menjadi esensi daripada Tujuan Dakwah Islamiyah adalah bahwasanya seorang mukmin hendaklah saling tolong menolong dalam masalah amar ma'ruf nahi munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan dalam melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Jika hal tersebut telah dilakukan maka Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka.
Selanjutnya dalam Q.S. At-Taubah ayat 112, disebutkan:
Berdasarkan ayat-ayat dakwah sebagaimana disebutkan di atas, maka dapat dikemukakan suatu kesimpulan sederhana bahwa menegakkan kebajikan dan melaksanakan amar ma'rûf nâhî munkar adalah esensi dari tugas dakwah yang diemban manusia.
Bagaimana Melakukan Amar Ma'rûf Nâhî Munkar
Ayat-ayat Al-Qur'an sebagaimana di sebutkan di atas secara keseluruhan menunjukkan kewajiban mengenai amar ma'ruf (memerintahkan kebaikan menuju jalan Allah) dan nahi munkar (mencegah kemungkaran berupa segala yang dilarang oleh Allah).Dalam hal ini terdapat pendangan di atara golongan dalam pelaksanaan amar ma'ruf nahi munkar tersebut. Adapun pandangan tersebut menurut mereka adalah:
Aliran Mu’tazilah
Dalam kewajiban amar ma'ruf nahi munkar ini, mereka berpendapat bahwa kewajiban tersebut haruslah dijalankan oleh setiap orang Islam tanpa pengecualian.Sejarah menunjukkan betapa gigihnya orang-orang mutazilah dalam mempertahankan Islam dan memberantas kesesatan-kesesatan yang tersebar luas pada permulaan khalifah bani Abbasiyyah.Aliran Asy'ariyah
Adapun dalam perspektif Asy'ariyah tentang mengatasi perilaku munkarat sangat berbeda dengan prinsip Mu’tazilah. Dalam prinsipnya Asy'ariyah tidak menggunakan kekerasan melainkan kebijaksanaan dan anti kerasan sepanjang pihak tersebut tidak memerangi.Kewajiban amar ma'rûf nâhî munkar tidak hanya ditunjukkan dalam Al-Qur'an, namun beberapa hadits mengisyaratkan tentang kewajiban tersebut antara lain:
- Amar ma'ruf nahi munkar dengan power (kekuatan)
- Amar ma'ruf nahi munkar dengan lisan (tutur kata), dan
- Amar ma'ruf dengan hati (pengingkaran dalam hati)
Saturday, October 19, 2019
tujuan dasar jihad
TUJUAN DASAR JIHAD FI SABILILLAH
Sahabat syariatkita, sebelum kita membahas tujuan dasar jihad dalam Islam akan terlebih dahulu kami kupas syarat-syarat jihad. Dikarenakan kalau saya ibaratkan orang yang hendak membuat SIM, jikalau tidak memahami syarat-syarat yang diperlukan pastilah tujuan pembuatan SIM tersebut sulit untuk direalisasikan, apalagi jihad yang merupakan misi mulia jika mujahid sendiri tidak memahami ketentuan dan syarat rukunnya, maka dipastikan pelaksanaan jihad tidak sesuai dengan tuntunan syariat, yang ada justru nafsu untuk menyerang, memberontak, menguasai bahkan membunuh orang yang tidak sepaham dengannya. Akan tetapi dengan memahami syarat-syarat jihad maka pelaksanaan jihad diharapkan benar-benar sesuai dengan tuntunan dan ajaran Rasulullah SAW.
Baca: Pengertian & Hukum Jihad Yang Benar
SYARAT-SYARAT JIHAD
- Spirit ruhaniyah
- Kecakapan ilmu tentang jihad
- Materi/harta benda
Adapun syarat wajib jihad adalah: Islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, berbadan sehat dan tidak cacat (berat), menguasai persenjataan, mendapat izin dari orang tua anak, orang berpiutang bagi orang yang berhutang, dan majikan kepada hamba sahaya.
TUJUAN DASAR JIHAD
Baca: Ayat-ayat Yang Menerangkan Jihad
Semangat jihad yang tidak ditopang pengetahuan, akan tetapi hanya asal-asalan maka dikhawatirkan tujuan jihad tidak sesuai dengan syariat. Oleh karena itu tujuan jihad yang kita lakukan hendaklah dengan niatan karena mengharapkan ridha Allah SWT., karena dasar diperintahkannnya jihat dengan tujuan utama tiada lain yaitu untuk menegakkan kalimah Allah SWT., untuk meninggikan agama Allah SWT., di muka bumi ini. Allah SWT., berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Baca: Meluruskan Makna Jihad
- Menghilangkan semua bentuk fitnah dan menegakkan agama Allah SWT., dimuka bumi. Sebagaimana firman Allah SWT:
- Mengharap dan memperoleh ridha Allah SWT.
- Mendakwahkan agama Allah SWT., kepada orang-orang yang belum memiliki agama wahyu sama sekali atau yang mengancam keberadaan Islam. Meskipun demikian dakwah yang dilakukan bukan berarti paksaan terhadap penyampaian ajaran Islam kepada umat lainnya, karena Rasulullah SAW., sendiri di dalam berdakwah tidaklah menempuh jalur paksaan melainkan dengan akhlak yang sangat terpuji. Allah SWT., berfirman:
- Melindungi orang-orang Islam yang teraniaya atau tertindas, agar mereka dapat membela jiwa, harta benda, dan kehormatannya.
- Pengertian Dakwah
- Tujuan Dakwah Islamiyah
- Hukum Riba dan Bunga Bank
- Cinta Dalam Perspektif Tasawuf
- Pengertian dan Syarat Rukun Wakaf
Friday, October 18, 2019
Ayat-ayat Jihad
AYAT-AYAT JIHAD
pengertian jihad yang benar
PENGERTIAN DAN HUKUM JIHAD
PENGERTIAN JIHAD
Sedangkan kata jihad jika mengikuti wazan faa’ala yufaa’ilu mufaa’alatan ( جا هد, يجاهد, مجاهدة ) yang merupakan isim mashdar dapat diartikan bekerja sepenuh hati. Dari etimologi sebagaimana di atas kata “Al-Jahdu dan Al-Jihad” menurut Dr. Abdullah Azzam dakam dapat diartikan sebagai pengerahan segenap kemampuan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan menolak atau menghindari hal yang tidak ia sukai.
Adapun makna jihad menurut terminologi syariat berarti perang suci untuk memerangi orang-orang kafir atau orang yang mengingkari akan adanya Allah SWT., jihad juga bermakna berjuang dijalan Allah atau melaksanakan segala amanat dan tugas dari Allah SWT., dengan maksud memperjuangkan perkara yang hak (benar) untuk menangkal perkara yang bathil (salah), memenangkan yang ma’ruf (baik) atas yang mungkar (buruk).
Jihad Dalam Perspektif Imam Madzhab
- Imam Asy Syafi’i; Jihad berarti berperang dijalan Allah SWT., dan berjuang dengan sekuat-kuatnya untuk memerangi kaum kafir”.
- Imam Maliki; Jihad ialah memerangi orang kafir yang tidak terikat perjanjian demi meninggikan kalimatullah atau menghadirkan-Nya, atau menaklukan negerinya demi memenangkan agama-Nya”.
- Imam Hanafi; Jihad ialah mengundang atau menyeru orang kafir kepada agama Allah SWT., dan memerangi mereka manakala mereka menolak undangan tersebut”.
- Imam Hambali; Jihad adalah memerangi kaum kafir atau menegakkan Kalimat Allah SWT”.
Makna Jihad Dalam Pandangan Para Ulama
- Prof. A. Hasjmy menjelaskan, jihad berarti mengorbankan tenaga dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk mencapai sesuatu maksud atau tujuan.
- Al-Raghib al-Asfahani dalam kitab Mu’jam Mufradat Alfazh Al-Qur’an, mengatakan, jihad adalah mencurahkan kemampuan dalam menahan serangan musuh. Lebih lanjut al-Asfahani menambahkan bahwa jihad itu ada tiga macam, yakni berjuang menghadapi atau melawan musuh yang tampak (manusia), berjuang menghadapi musuh yang tidak tampak (setan) dan berjuang menghadapi hawa nafsu (jihadunnafsi).
- Ibn Mandzur dalam kitab Lisan al-Arab mengatakan bahwa jihad ialah memerangi musuh, mencurahkan segala kemampuan yang dimiliki oleh seseorang baik berupa kata-kata, perbuatan atau tindakan.
- Dr. Kamil Salamah Al-Duqs menjelaskan, bahwa jihad dalam Islam adalah jihad fii sabilillah, ditegaskannya kembali bahwa selain jihad yang semacam ini Islam tidak mengenalnya. Sabilillah berarti jalan kebenaran, keadilan, kasih sayang dan persatuan. Sabilillah sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Rasyid Ridha dalam tafsirnya, adalah jalan yang dapat mengantarkan menuju keridhaan Allah SWT., yang mana dengan keridhaan Allah tersebut agama dipelihara dan keadaan umat menjadi lebih baik.
Memahami Makna Jihad Dengan Benar
Baca: Puasa Adalah salah salah Satu Bentuk Jihad Melawan Hawa Nafsu; Pengertian Puasa dan Dasar Hukumnya
MACAM-MACAM JIHAD
Jihad Dari Segi Media atau Alat Yang Digunakan
HUKUM JIHAD
![]() |
| https://syariatkita.blogspot.com |


















