Islam dalam Pengambilan Keputusan
Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.
Kebenaran yang Dilematis
Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita
Islam dan Olah Raga
Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray
Lengkapilah Agamamu dengan Menikah
Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"
Memilih Teman
Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"
Sunday, November 1, 2020
Kondisi Umat Akhir Zaman Sepeninggal Rasulullah SAW
Monday, March 30, 2020
Hubungan Fiqih dan Tasawuf dalam Aqidah Islam
Hubungan Antara Fiqih dan Tasawuf dalam Aqidah Islam
Peranan Fiqih dan Tasawuf dalam Islam
Lantas bagaimana dengan orang-orang yang mengatakan, “Kita kembali langsung kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah?” Baca dan klik artikelnya di sini.
Sinergitas peran dan posisi fiqih dan tasawuf dalam Islam
Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sering berargumen tanpa dilandasi ilmu agama dengan mengatakan, “Saya kan bisa mendapatkan mutiara sebanyak dan sekehendak saya hanya dengan pergi ke toko mutiara saja.” Baca artikelnya klik di sini.
- Sumber Hukum Islam dan Keterangannya Secara Lengkap
- Pengertian Dakwah
- Tujuan Dakwah Islamiyah
- Hukum Riba dan Bunga Bank
- Cinta Dalam Perspektif Tasawuf
- Pengertian dan Syarat Rukun Wakaf
- Corona vs Tawakal
- Virus Corona dalam Perspektif Al-Qur'an
- Cara Menyikapi Pandemi Corona
- Peristiwa Isra' Mi'raj Lengkap
- Biografi Imam Malik bin Anas
- Landasan Tawakal
- Cara Mengendalikan Stress
Wednesday, August 17, 2016
Hakikat Iman Kepada Allah & Cara Menjaganya
HAKIKAT KEIMANAN KEPADA ALLAH
KENALI DAN KOREKSI KEIMANAN
أَمَنَ – يُؤْمِنُ - اِيْمَانًا
Dari kata tersebut iman dapat diartkan sebagai suatu keyakinan akan adanya Tuhan dengan syarat dan rukun yang tentunya sudah dijelaskan sebagaimana dalam kitab tauhid. Dalam hal ini seseorang yang meyakini akan adanya Allah dengan dibarengi dengan pengamalan terhadap seluruh ajaran syariat maka sudah barang tentu ia termasuk dalam kategori iman. Hal ini sebagaimana dalam hadis:
Akan tetapi yang perlu kita cermati bersama apakah keimanan tersebut sudah dibarengan dengan ajaran syariat?
Sahabat sekalian, salah satu pesan Rasulullah SAW. yang sudah sepatutnya kita pegang teguh adalah sebagaimana pertanyaan beliau kepada sahabat Abu Dzarr, dimana tiada hentinya beliau mengingatkan masalah yang satu ini. Hal ini dikarenakan tanpanya manusia tiada artinya dihadapan Allah SWT. Apakah gerangan? Ya… masalah iman. Iman yang merupakan pondasi, barometer dan tolok ukur seorang muslim yang taat dan yang maksiat melanggar aturan syariat. Dalam momentum tersebut, Rasulullah SAW. Berpesan kepada sahabat Abu Dzarr:
“Wahai abu dzarr, perbaharuilah perahumu karena lautan itu sangat dalam”.
Dari sisi kita sedari disni kita dituntut untuk senantiasa memperbaiki kualitas keimanan kita, agar keimanan kita kepada Allah SWT. Senantiasa terjaga kestiqomahannya. Hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kita harus evaluasi dan mengupgrade apakah keimanan kita selama ini sudah berjalan sesuai dengan alur yang dibenarkan oleh syariat? Atau justru malah sebaliknya. Manakala sebaliknya sudah menjadi kewajiban kita untuk sesegera mungkin memperbaikinya. Sekian semoga bermanfaat
Video agar iman kita selalu terjaga oleh Ust. Abdussomad
Baca Juga:
Thursday, November 27, 2014
Jalan Menuju Allah Melalui Metode Tasawuf
CARA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH MELALUI METODE TASAWUF
Tahap Takhalli (pembersihan diri dari sifat tercela)
Tahap Tahalli (melakukan amaliyah kebaikan)
Tahap Tajalli (Buah Dari Ikhtiar Pendekatan Diri yaitu depan Melihat Kebesaran Allah)
Tuesday, April 8, 2014
Fenomena Kemunculan Tasawuf
FENOMENA KEMUNCULAN TASAWUF
Berbicara mengenai tasawuf, sebenarnya hal tersebut belum pernah “ada” atau dikenal pada masa Nabi Muhammad Saw. dan Khulafaur Rasyidin r.a. Sebutan atau istilah tasawuf juga “tidak pernah dikenal” oleh para pengikut Nabi yang mendapat predikat ”shahabat” dan pada masa berikutnya, yaitu pada masa shahabat orang muslim yang tidak berjumpa dengan beliau, disebut tabi’in. Akan tetapi yang menarik yaitu, kenapa tasawuf sekarang menjadi trend para sufi untuk mendekatkan diri kepada Allah, bahkan Hujjatul Islam (Iman al-Ghazali) sendiri juga baru menemukan nikmatnya beribadah tatkala beliau menggeluti dunia tasawuf. Nampaknya inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong para pengikutnya menjalankan ibadah dengan jalan sufi (tasawuf).
Dengan kata lain, tasawuf adalah bagian dri ajaran Islam,yang mengarahkan dan membentuk akhlak manusia untuk mencaai kebahagiaan dan kesempurnaan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Oleh karena itu, siapapun bisa sampai pada predikat “mutasawwif” selamaia berbudi pekerti tinggi, sanggup menderita, lapar dan dahaga, senantiasa menjalankan ajaran dan syariat agama serta menjauhi sifat-sifat tercela. Hal inilah yang dikehendaki dalam tasawuf yang sebenarnya.
















