Islam dalam Pengambilan Keputusan

Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.

Kebenaran yang Dilematis

Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita

Islam dan Olah Raga

Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray

Lengkapilah Agamamu dengan Menikah

Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"

Memilih Teman

Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"

Showing posts with label Rahasia. Show all posts
Showing posts with label Rahasia. Show all posts

Saturday, October 31, 2020

Rahasia Agar Dicintai Allah, Malaikat dan Manusia

3 Amalan agar kita dicintai Allah SWT, Malaikat dan Manusia


Anda ingin dicintai Allah SWT, Malaikat, dan manusia, maka amalkanlah hal ini. Berikut dikupas oleh KH. Ahmad Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) amalah agar dicintai Allah & Malaikat.
Mengapa hal ini penting dilakukan? karena malaikat sekalipun sebagai makhluk Allah SWT yang taat dan tidak pernah bermaksiat kepada Allah SWT, akan tetapi malaikat memiliki sentimen manakala melihat makhluk Allah yang bermaksiat. Sehingga fir'aun yang mengaku Tuhan ketikan menjelang ajalnya sempat mau bersyahadat mengakui Allah lah yang sebenarnya Tuhan. Akan tetapi justru mulutnya ditutup oleh Malaikat sehingga tidak bisa melafalkan Syahadat.
Malaikat bilang, "Kok enak, di dunia mengaku Tuhan giliran sudah mau mati TOBAT", bagamana jika malaikat menaruh sentimen kepada kita. Mudah mudahan tidak ya sahabat.
Lantas amalan apa yang bisa kita lakukan? Berikut 3 amalan yang dapat mendatangkan kecintaan Allah, malaikat dan seluruh manusia:

1. Meninggalkan dunia
2. Meninggalkan perbuatan dosa, dan
3. Meninggalkan sifat tamak atau menaruh pengharapan kepada orang lain

Baca Jga:

Adapun penjelasan detilnya, silahkan simak dan ikuti kajian ya, semoga bermanfaat:


Like dan share kajian ini ke teman kalian ya, agar semakin banyak yang mengetahui dan mendapatkan kemanfaatan dari kajian Gus Baha ini.
Jika kalian mendapatkan ilmu baru silahkan subcribe channel Dakwah Digital agar tidak ketinggalan kajian terbaru dari Gus Baha.


Friday, May 15, 2020

Rumusan Pasti Lailatul Qadar Imam Al-Ghazali

Rumusan Pasti malam Lailatul Qadar Menurut Imam Al-Ghazali


Sahabat, masih melanjutkan pembahasan artikel sebelumnya yaitu prediksi lailatul qadar menurut Imam As-Syafii, kali ini mimin akan menyuguhkan untuk sahabat sekalian bagaimana prediksi malam lailatul qadar menurut pendapat Imam Al-Ghazali. Simak artikelnya ya...

Rumusan lailatul qadar imam Al-Ghazali

Akan tetapi sebelum dilanjutkan ke pembahasan, sedikit mimin ulas lagi mengenai keutamaan malam lailatul qadar sendiri yang disebutkan dalam Al-Qur'An Surah Al Qadar sebagai berikut:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Dari ayat di atas sudah jelas kan sahabat keutamaan malam lailatul qadar? Akan tetapi karena dalam artikel ini mimin tidak akan membahas keutamaan malam lailatul qadar maka sahabat dapat membaca lebih jelasnya mengenai keutamaan malam lailatul qadar baca di sini: Keutamaan Malam Lailatul Qadar. 


Oke sahabat lanjut ke pembahasan inti, jadi malam lailatul qadar menurut Imam Al-ghazali terjadinya dapat diprediksi mulai awal bulan Ramadhan. Artinya apa? Jikalau kita mengetahui atau mendapati malam pertama bulan Ramadhan, maka dengan rumusan Imam Al-Ghazali dipastikan kita dapat memperkirakan detil tanggal terjadinya lailatul qadar. Apakah itu?

Imam Al-Ghazali secara jelas menyampaikan, nahwa jikalau malam pertama bulan Ramadhan jatuh di hari Rabu atau hari Ahad, maka dipastikan lailatul qadar akan jatuh di tanggal ke-29.

Apabila malam pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke-21.

Dan apabila malam pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jum'at, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke-27.

Apabila malam pertama bulan Ramadhan dimulai hari Kamis, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke25.

Sedangkan jika malam pertama bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka lailatul qadar akan jatuh pada tanggal ke-23.

Sungguh hitungan dan ilmu yang sangat mytabakhir oleh Imam Al-Ghazali, sehingga As-syaikh Abul Hasan menyebutkan, semenjak beliau mendapati rumusan lailatul qadar yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali, maka beliau sama sekali tidak pernah tertinggal mendapati berkahnya malam lailatul qadar. Wallahu A'lamu.


Thursday, May 7, 2020

5 Golongan Yang Akan mendapat Kabar Gembira Menjelang Kematiannya

5 Golongan Yang Akan mendapat Kabar Gembira Menjelang Kematiannya

Assalamu'alaikum sahabat syariatkita, tema artikel kali ini sungguh sangat menggembirakan dan juga sangat mencemaskan. Mengapa bisa bisa demikian? Hal tersebut tentunya dikarenakan posisinya antara harap dan cemas yaitu berharap mesuk ke dalam 5 golongan yang mendapatkan kabar gembira sebelum kematian menjemput dan cemas bahkan takut manakala kita tidak termasuk 5 golongan tersebut. Jelas saja orang yang termasuk ke dalam 5 golongan tersebut merekalah yang menuai kebahagiaan begitu juga sebaliknya, yaitu mereka yang tidak termasuk 5 golongan tadi adalam orang yang menuia kerugian di hari kiamat kelak.

Lantas siapa saja 5 golongan yang akan mendapat kabar gembira menjelang kematiannya? Akan kami bahas untuk Anda sahabat syariatkita, mudah-mudahan kita termasuk ke dalam 5 golongan tersebut ya sahabat. Amin.. Akan tetatpi sebelum kami lanjut ke pembahasan, kami memberitahukan kepada para sahabat, bahwasanya sahabat sekalian juga dapat membaca artikel kami yang lain di bawah ini:

==> Baca Juga: 
Oke sahabat kita lanjutkan ke pambahasan ya, jadi 5 Golongan Yang Akan mendapat Kabar Gembira Menjelang Kematiannya adalah mereka yang sebelum kematiannya datang atau ajalmya menjemput mereka akan didatangi oleh malaikat dengan wajah yang ganteng, putih, berseri dan sangat harum, yang memberikan kabar bahagia tentang tempat kembalinya orang-orang tersebut yaitu ke dalam surganya Allah Subhanahu Wata'ala.

5 golongan yang akan mendapatkan kabar gembira sebelum kematiannya

Ke 5 golongan tersebut adalah:
  1. Al-Mu'minin
  2. Al-Mukhlisin
  3. At-Tawwabin
  4. Az-Zuhhad, dan
  5. Al-Ulama'
Adapun keterangan 5 golongan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Al-Mu'minin; yaitu orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wata'ala

Sahabat orang yang telah beriman kepada Allah, ia tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun, menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya, maka sekalipun ia melakukan dosa asalkan sudah bertaubat kepada Allah dan tidak mengulanginya lagi maka sebelum kematiannya menjemput akan datang malaikat kepadanya seraya berkata:

لَا تَخَافُوْا تَأْبِيْدَ الْعَذابِ وَلاَتَحْزَنُوا عَلَى فَوْتِ الثَّوَابِ وَأَبْشِرُوْا بِالْجَنَّة

"Janganlah kalian takut akan kekal di dalam siksa, dan jangan pula bersedih tidak mendapat pahala (amal kalian), bergembiralah kengan surga (yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala."

Mengapa malaika nmengatakan demikian kepada orang yang beriman? Hal ini jelas, bahwasanya seorang yang beriman sekalipun melakukan dosa dalam kehidupannya akan tetapi ia masih mengakui Allah sebagai Tuhannya. Sehingga dengan demikian masih ada kebaikan yang terkandung di dalam dirinya yaitu keimanan. Dengan demikian meskipun ia kelak dimasukkan oleh Allah kedalam neraka, akan tetapi itu tidak selamanya, karena pada saatnya nanti Allah akan mengangkatnya dari neraka manakala hisabnya telah selesai.

Berkaitan dengan hal ini, di dalam hadis dijelaskan:

اِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنِّة اَلْجَنَّةَ وَاَهْلُ النَّارِ اَلنَّارِ يُخْرِجَ اللهُ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرّةٍ مِنْ اِيْمَان

"Ketika penghuni surga sudah masuh surga (semuanya), dan penghuni neraka sudah masuk neraka (semuanya), kemudian Allah Subhanahu Wata'ala akan mengeluarkan (dari neraka) orang-orang yang di dalam hatinya terdapat keimanan sekalipun seberat biji sawi."

Masya Allah alangkah mulianya karunia Allah kepada hambanya. Orang yang bermaskiat sekalipun manakala ia masih malu ketika melakukan maksiat karena sadar ada Allah yang Maha Melihat segala perbuatannya lantas ia bertaubat, kelak pasti akan diamgkat oleh Allah dari neraka. 

Selain itu, orang yang beriman juga kelak di hari kiamat masih mendapatkan peluang berupa syafaat atau petolongan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan pertolongan dari orang-orang yang saleh. Amin

2. Al-Mukhlisin; yaitu orang yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala

Sahabat tidak diragukan lagi bahwasanya keikhlasan menjadi kunci diterimanya setiap amal perbuatan. Amal sebaik apapun manakala didasari sifat riya' sum'ah dan karena orang lain maka pahala amalnya nol di sisi Allah Subhanahu Wata'ala. (Baca: Ciri-ciri Orang yang Ikhlas di sini). 

Bagi orang yang ikhlas dalam amal perbuatannya, maka kelak sebelum kematiannya datang menjemput Allah akan mengutus malaikat kepadanya seraya berkata:
  1. Janganlah kalian takut tidak diterimanya amal ibadah kalian, karena amal kalian pasti diterima oleh Allah
  2. Janganlah kalian bersedih karena tidak mendapatkan pahala dari amal kalian (selama di dunia), karena kalian mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah subhanahu Wata'ala, dan
Dengan demikian, maka orang yang dalam perbuatannya seanantiasa mengharapkan ridha Allah semata maka kelah seluruh amalnya akan diterima oleh Allah, sehingga kematian dan hari akiamat tidak perlu dirisaukan baginya.

3. At-Tawwabin; yaitu orang yang bertaubat kepada Allah sebelum ajalnya menjemput

Bagi orang yang bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang artinya orang yang menyadari kesalahan yang pernah di lakukan lalu memohon ampunan Allah dan memohon rahmat-Nya, serta tidak lagi mengulangi kesalahan yang serupa, maka sebelum kematiannya datang atau pada saat sakaratul maut akan datang kepadanya malaikan yang memberikan kabar gembira mengenai tempat kembalinya kelak di hari kiamat. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui taubatnya seseorang itu diterima oleh Allah? (Baca: 8 Tanda Diterimanya Taubat di sini), atau Anda ingin mengetahus syarat taubat yang diterima oleh Allah? (Baca: Taubat Nasuha; Syarat dan Maknanya di sini)

Bagi orang yang bertaubat dari dosa yang pernah dilakukan maka tentunya harus melalui tahapan sebagai mana yang diajarkan oleh agama Islam; yang meliputi; memohon ampunan kepada Allah (istighfar), menyesali dari dosa yang telah dilakukan, tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya. Dalam tahapan dosa yang lebih besar, biasanya seseorang melakukan bersama dengan shalat taubat. (Baca: Dasar Hukum Shalat Taubat di sini)

Adapun kabar bahagia yang diberikan oleh malaikan menjelang kematian orang yang bertaubat adalah:
  1. Janganlah kalian bersedih atas dosa-dosa kalian, karena Allah telah mengampuninya
  2. Janganlah kalian susah atas amal yang kalian lakukan setelah taubat, karena amalnya diterima oleh Allah
Itulah kabar gembira yang diberikan oleh malaikan kepada orang yang bertaubat dari dosa yang dilakukan. Malaikan akan akan memberikan kabar gembira kepada orang tersebut menjelang kematiannya. Semoga Allah berkenan mengampuni segala dosa kita dan menerima taubat kita. Amin

4. Az-Zuhhad; yaitu orang yang menghindar dari kemewahan dunia

Sahabat, orang yang zuhud bukan mereka yang menghindari kehidupan 100 % dari dunia. Melainkan orang yang zuhud adalah orang yang hanya menggunakan kemewahan atau kemegahan dunia seperlunya saja. Selabihnya harta benda dan kekayaan yang ia miliki mereka gunakan untuk menggapai ridho Allah semata seperti: untuk sabilillah, mendirikan masjid, membantu fakir miskin dan untuk kegiatan lain yang menopang syiar agama Islam.

Adapun kabar gembira yang disampaikan oleh malaika nkepada orang yang zuhud selama hidup di dunia adalah:
  1. Janganlah kalian takut pada hari dimana Allah Subhanahu Wata'ala mengumpulkan semua makhluknya unutk di hisab. Hal ini dakarenakan, orang yang zuhud atau menghindar dari kemegahan dunia jelas lah hisabnya akan ringan. Karena ia tidak lagi ditanya mengenai hartanya di dunia, karena ia hanya menggunakannya sekedarnya saja, dan jikalau ada kelebihanpun mereka dermakan di jalan Allah dan untuk kepentingan yang dapat mendatangkan ridha Allah.
  2. Janganlah kalian bersedih dengan sedikitnya amal kalian, karena amal kalian telah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu Wata'ala 
Dengan demikian sudah barang tentu orang yang zuhud di dunia dengan ia aka sedikit hisabnya, ini dikarenakan hisab yang berat kelak di akhirat dikarenakan masalah harta atau masalah dunia. Sehingga dikatakan kepada orang yang kaya kelak di akhirat:

مِنْ أَيْنَ اِكْتَسَبَ وَاِلَى َايْنَ اَنْفَقَ

"(Hartamu) engkau peroleh dari mana dan di dermakan kemana."

Dengan demikian orang yang zuhud ia akan terlepas dari pertanyaan sebagaimana di atas. Sedangkan orang yang kaya pertanyaanya tidak saja dari cara memperoleh hartanya; apakah dari cara halal, subhat atau haram saja. Akan tetapi pentasarufan harta pun dutanyakan oleh Allah, apakah diidermakan di jalan Allah atau yang lain.

5. Al-Ulama'; yaitu orang pandai ilmu agama

Ulama yang kelak mendapatkan kabar gembira sebelum ajal menjemputnya adalah mereka yang dengan ilmunya mengajarkan kebaikan kepada orang lain dan mereka pun mengamalkan ilmunya. 

Adapun kabar gembira yang disampaikan oleh malaikan sebelum ajal menjemputnya adalah:


لاَ تَخَافُوْا مِنْ اَهْوَالِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا تَحْزَنُوْا فَاِنَّهُ يَجْزِيْكُمْ بِمَا عَمِلْتُمْ وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ لَكُمْ وَمَنْ اِقْتَدَى بِكُمْ

"Janganlah kalian takut dan jangan pula bersedih menghadapi kiamat (kelak), karena Allah membalas amal kalian, dan berbahagialah kalian karena surga telah menanti kalian dan pengikut kalian."

Alangkah beruntungnya mereka yang mendapat rahmat Allah sehingga sebelum ajal menjemput sudah diberitakan kabar gembira berupa surga yang kelak menjadi tempat kembalinya. Semoga kita semua tergolong kedalam orang-orang ynag diampuni dosanya dan mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wata'ala. Amin


Friday, April 24, 2020

Bagaimana Hukum Puasa Agar Dilihat Orang Lain

Bagaimana Hukum Puasa Agar Dilihat Orang Lain

Sahabta syariatkita, menjelang malam kedua di bulan Ramadhan ini, kira- kira sudah dapat berapa juz ni baca Al-Qur'annya? Ada yang sudah 1, 2 3 atau bahkan lebih? Alhamdulillah jikalau sudah dapat banyak. Akan tetapi bagi sahabat syariatkita yang masih dapat sedikit juga tidak bermasalah yang penting membaca Al-Qur'an daripada tidak sama sekali. Asalkan dalam membaca Al-Qur'an sendiri didasari dengan ketulusan, niat yang baik dan yang pasti ikhlas.

Bagaimana Hukum Puasa Agar Dilihat Orang Lain

Karena sahabat, pahala membaca Al-Qur'an ternyata dihitung per hurup bukan per ayat. Baca: pahala membaca Al-Qur'an satu huruf di sini. Jadi bagi anda yang membacanya lebih banyak siap-siap saja mendulang pahala yang luar biasa kelak dihadapan Allah Subhanahu Wata'ala. Amin..


Lantas ada yang bertanya, ustadz bagaimana hukumnya orang yang membaca Al-Qur'an akan tetapi supaya di lihat orang lain? Yuk simak pembahasannya di sini.

Pada prinsipnya semua orang di muka bumi ini akan celaka atau akan menuai kesialan kecual 3 golongan. Siapakah mereka? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

الناس كلهم هلكى الا العالمون، والعالمون كلهم هلكى  الا العاملون، والعاملون كلهم هلكى الا العاملون كلهم هلكى  الا الخلصون

"ٍSeluruh manusia itu akan binasa kecuali orang yang pandai (mengerti), dan orang yang pandai pun semuanya akan binasa kecuali orang yang beramal, dan orang yang beramal-pun semuanya akan binasa kecuali orang yang ikhlas (dalam amalnya)."

Agar Puasa Kita mendapatkan Pahala dan Ridha Allah

Sahabat, nampaknya berdasarkan hadis di atas sudah bisa dijadikan jawaban bahwasanya puasa manakana tidak di dasarkan karena keikhlasan Allah Subhanahu Wata'ala semata, maka pastilah puasanya akan rusak alias tidak mendapatkan pahala sama sekali di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala.

Dengan demikian, maka supaya kita mendapatkan pahala puasa  dihadapan Allah, maka sudah sepatutmya semua puasa kita niatkan karena Allah semata. Dalam hal ini As-syaikh Ibrahim As-Samarkandi menyebutkan, bahwasanya kelak pada hari dimana Allah Subhanahu Wata'ala membalas amal ibadah hanba-Nya, maka ketika orang yang datang kepada Allah dengan membawa puasanya akan tetapi dalam niatnya tercampur dengan selain Allah, alias karena ada unsur riya', agar dipuji orang lain, agar dianggap orang yang shalih. maka dia sama sekali tidak mendapatkan pahala puasa.

Sehingga disebutkan di dalam hadis:

كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

"Banyak sekali orang yang berpuasa, akan tetapi dia tidak mendapatkan pahala puasanya sama sekali. Yang ia dapat hanyalah rasa haus dan lapar."

Ditanyakan, mengapa mereka sudah meninggalkan makanannya di siang hari, meninggalkan minumannya, bahkan juga meninggalkan puaanya akan tetapi dia tidak diberikan pahala atas puasanya. Hal tersebut dikarenakan, ia melakukan puasa aka tetapi tidak di dasari dengan ihklas dan mengharap pahasa dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Oleh karena itu sahabat, sungguh kemalangan yang tiada terhingga manakala kita sudah lapar di siang hari, sudah haus di siang hari akan tetapi ternyata pahala puasa kita nol di mata Allah Subhanahu Wata'ala. Jika demikian, marilah kita tata niat, perbaiki puasa kita, kita niatkan hanya untuk Allah semata, agar puasa kita diterima Allah. Amin ya Rabbal 'Alamin...

A-Syaikh ibrahim As-Samarkandi: Tambih

Tuesday, April 21, 2020

6 Rahasia Puasa Para Kekasih Allah

6 Rahasia Puasa Para Kekasih Allah 

Sahabat syariatkita, tidak jarang banyak orang yang menginginkan naik kelas akan tetapi enggan melakukan riyadhoh, enggan menempa diri untuk menapaki kenaikan kelas tersebut. Salah satunya adalah dalam masalah puasa. Dalam hal ini, ketika mulai masuk bulan Rajab kaum muslimin telah gembira menyambutnya dengan do’a yang ma’tsur dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut:

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

Esensi do’a sebagaimana di atas adalah, tidak hanya memohon kepada Allah SWT akan keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban. Akan tetapi keberkahan utama yaitu sampai pada bulan Ramadhan, dengan harapan tentunya dapat melaksanakan puasa Ramadhan jauh lebih baik daripada Ramadhan di tahun sebelumnya.

6 rahasia puasa para kekasih Allah

Doa sebagaimana di atas manakala tidak dibarengi perubahan dan usaha untuk meningkatkan kualitas puasa nampaknya kenaikan kelas dalam masalah puasa sulit untuk digapai, bahkan tidak mustahil hanya menjadi angan-angan kosong dan harapan semu belaka.

==> Baca Juga: 

Sahabat dalam artikel ini akan kami sampaikan 6 rahasia puasa para kekasih Allah Subhanahu Wata’ala. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel kami yang berjudul “Macam-macam Puasa dan Tingkatannya.” Dengan mengikuti puasa yang dilakukan oleh para kekasih Allah SWT., maka dipastikan puasa kita benar-benar berkualitas dan tentunya mendapat ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Akan tetapi yang jadi permasalahan adalah, kuatkah kita menjalankan puasa lecel ini?

Maka jika kita tidak atau belum kuat minimal dapat menjalankan salah satu dari rahasia puasa yang di di lakukan oleh kekasih Allah SWT. Setelah membaca artikel ini dan Anda merasakan ada kemanfaatannya bisa ikut kimentar di kolom yang telah tersedia. Atau bagi Anda yang menginginkan artikel artikel terbaru kami langsung dapat Anda nikmati, silahkan ketikkan alamat email di side bare yang tersedia.

Berikut kami bahas dengan detil 6 rahasia puasa yang wajib Anda ketahui

1. Menjaga pandangan dari melihat sesuatu yang tidak bermanfaat, atau sesuatu yang dapat memalingkan hati dari mengingat Allah SWT.

Puasa untuk level umum maka hanya dikerjakan dengan menahan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit matahari hingga terbenamnya matahari saja yaitu dari segala sesuatu yang dapat membatalkannya; seperti makan dan minum. Akan tetapi puasa yang dilakukan para kekasih Allah SWT., yaitu tidak hanya menjauhi perkara yang membatalkan secara lahir saja akan tetapi juga menjauhi dan menghindari pandangan mata dari melihat yang diharamkan oleh agama. 

Anggota panca indera yang berupa mata mereka pejamkan sama sekali dari melihat duniawi. Mata terpejam dari melihat sesuatu yang dapat memalingkan hati dari mengingat Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan demikian mereka telah melatih anggota tubuh yang berupa mata hanya untuk melihat kebesaraan Allah SWT semata. Dengan demikian, hubungan mereka dengan Allah SWT semakin dekat.

2. Menjaga lisan dari berbicara yang tidak bermanfaat

Adapun rahasia puasa para kekasih Allah SWT yang selanjutnya adalah, selama berpuasa lisan mereka sama sekali tidak digunakan selain untuk berdzikir dan berkata-kata yang halal saja. Mereka sama sekali tidak menggunakannya untuk sesuatu yang tidak berfaedah apalagi terdapat unsuur dosa; seperti menggunjing, membicarakan kejelakan orang lain, mengumpat dan lain sebagainya.

Hal-hal semacam ini tidak saja mereka terapkan selama puasa, akan tetapi juga di luar puasa yang diwajibkan oleh agama. Dengan kata lain, kebiasaan menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat mereka jauhi dan untuk selanjutnya diaplikasikan dalam keseharian di luar bulan Ramadhan. 

3. Menjaga pendengaran dari sesuatu yang dimakruhkan

Tidak hanya menjaga mata dan lisan dari melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat, puasa yang dilakukan oleh para kekasih Allah SWT adalah juga dengan menghindarkan telinganya dari mendengarkan sura yang dimakruhkan. Perlu digaris bawahi, jadi yang dihindari dalam hal ini tidak hanya sesutu yang jelas haramnya, akan tetapi juga suara yang makruh untuk didengan seperti mendengarkataan yang mengandung unsur kedustaan. Hal tersebut dikarenakan dapat menjauhkan diri mereka dari Allah SWT. 

Sehingga di dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu Wata’ala menyamakan orang yang mendengarkan kedustaan tak ubahnya seperti orang yang memakan makanan yang haram. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya:

سَمَّاعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَكَّالُوْنَ لِلسُّحْتِ

“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.”

4. Menjaga seluruh anggota tubuh dari berbuat dosa

Selain menjaga anggota tubuh sebagaimana di atas dari melakukan dan mendengarkan sesuatu yang mengandung unsur dosa, puasa para kekasih Allah mensyaratkan dalam waktu berbuka puasa juga menghindarkan diri dari memakan makanan yang syubhat waktu berbuka puasa. Syubhat adalah sesuatu yang status kehalalannya masih diragukan. Baca definisi syubhat dalam agama di sini.

Dengan demikian orang yang mengerjakan puasa, siangnya menjaga haus dan lapar akan tatapi waktu berbukanya menyantap makanan yang syubhat, sudah jelas tidak ada faedahnya ia berpuasa. Jikalau diibaratkan, puasa adalah membangun sebuah istana, akan tetapi istana tersebut dihancurkan kembali dengan berbuka makanan yang syubhat. Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadis:

كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

“Banyak orang yang berpuasa akan tetapi tidak mendapatkan pahala puasanya melainkan hanya (merasa) lapar dan dahaga”

5. Tidak memperbanyak memakan makanan yang halal saat berbuka puasa

Ini berarti, puasa yang di lakukan oleh para kekasih Allah adalah puasa yang benar-benar karena mengharapkan ridha-Nya semata. Sekalipun waktu berbuka telah berkumandang, dan hidangan yang serba halal telah menyambutnya, mereka tidak lantas balas dendam dengan mekan yang banyak setelah seharian menahan lapar dan haus.

Hal tersebut dikarenakan, tujuan puasa adalah menahan hawa nafsu dan melatihnya agar lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sedangkan banyak makan akan menghantarkan seseorang menjadi pemalas, kurang trengginas dan banyak tidur, sehingga hal itu semua tentunya dijadikan wasilah oleh setan agar dapat menjauhkan mereka dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Oleh karenanya, disebutkan di dalam hadis:

ما من وعاء، أبغض الى الله عز وجل من بطن ملئ من حلال

“Tidak ada tempat yang lebih dibenci oleh Allah Azza Wajalla, daripada perut yang dipenuhi oleh makanan yang halal”

6. Menjaga hati agar senantiasa dzikir kepada Allah SWT

Puasa para kekasih Allah Subhanahu Wata’ala mengandung pelajaran bahwasanya meskipun telah menjaga makanan dan minuman serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa selama seharian penuh, mereka lantas tidak terbujuk atau tertipu bahwasanya amal ibadah puasanya pasti diterima oleh Allah SWT. Ini bukan berarti berburuk sangka kepada Allah SWT. mengenai tidak diterimanya amal ibadah, karena ini safatnya lebih pada kehati-hatian saja. Hal tersebut dikarenakan, tidak ada satu orang pun yang tahu atau menjamin apakah ibadah puasanya diterima atau tidak.

Dengan demikian para kekasih Allah SWT senantiasa bertaqarrub dan mendekatkan diri kepada Allah pada setiap selesai ibadah yang mereka lakukan.

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:


Reff:
Kitab Mauidzitu Al-Mu;minin fi Syarkhi Ihya'u Ulumuddin 

Dapatkan Artikel Kami Gratis

Ketik email Anda di sisi:

Kami akan mengirimkannya untuk Anda

Quality Content