Islam dalam Pengambilan Keputusan
Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.
Kebenaran yang Dilematis
Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita
Islam dan Olah Raga
Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray
Lengkapilah Agamamu dengan Menikah
Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"
Memilih Teman
Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"
Thursday, December 3, 2020
Wirid Sebelum Tidur Sesuai Tuntunan Rasul
Saturday, July 18, 2020
Hukum Ngaji Lewat Youtube
Hukum Ngaji Lewat Youtube; Apakah Sanadnya Muttasil ke Guru
- Cerdas (ذكاء)
- Senang pada ilmu yang digeluti (حرص)
- Sabar (اصطبار)
- Biaya (البلغة)
- Petunjuk guru (ارشاد استاذ)
- waktu yang panjang (طول زمان)
Wednesday, April 15, 2020
Urutan Kesunahan Dalam Berwudhu
Urutan Kesunahan Dalam Berwudhu
- Cara Wudhu Yang Benar sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
- Keutamaan Menyempurnaan Wudhu
- Urutan Kesunahan Dalam Berwudhu
- Hikmah Puasa
- Keistimewaan Bulan Ramadhan dan dalilnya
- Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban
- Cara Menggunakan Siwak Sesuai Tuntunan Rasulullah
Kesunahan-kesunahan dalam berwudhu
- Kesunahan yang bersifat qouli atau perkataan
- Kesunahan yang bersifat fi'li atau berbuatan, dan
- Kesunahan yang bersifat takyifi atau kesunahan yang berhunungan dengan tatacara wudhu
Kesunahan yang bersifat qouli
Kesunahan yang bersifat fi'li
- Membasuh kedua telapak tangan sebelum berwudhu. Dalam hal ini sebelum seseorang mengerjakan wudhu dan mengambil air wudhu maka terlebih dahulu disunahkan membasuh dan membersihkan kedua telapak tangan agar kotoran yang ada di tangan hilang sehingga basuhan ke muka benar-benar menggunakan air yang bersih dan suci.
- Berkumur (madzmadzoh) untuk menghilangkan sisa kotoran atau makanan yang ada di mulut. Dengan berkumur maka kotoran di mulut akan hilang dal solatpun menjadi lebih khusyu'.
- Menyedot air ke dalam rongga hidung dan menyemprotkannya klembali (istinsyaq). Dengan menyedot air kedalam hidung dan membuangnya kembali maka semua kotoran yang ada di bulu hidung dapat keluar dan bersih.
- Membasuh rambut dagu (jenggot) yang tebal atau tahlilullihyah. Jadi kesunahan dalam hal ini manakala ada orang yang janggutnya tebal maka ia harum membasuh hingga ke bagian dalam janggut tersebut.
- Membasuh jari-jari tangan hingga benar-benar rata atau tahlilul ashoobi'. Kesunahan dalam hal ini dapat diperoleh dengan cara tasybiq atau memasukkan sebagian jari-jari kedua tangan pada jari yang lain.
- Membasuh seluruh kepala. Dalam hal ini, seorang akan memperolah kesunahan membasuh kepala dengan cara meratakan seluruh basuhan ke rambut kepala. Adapun membasuh sebagian rambut kepala (sedikitnya 3 helai) itulah yang wajib.
- Mengusap kedua telinga; baik telinga bagian dalam dan telinga bagian luar. Kesunahan dalam mengusap telinga yaitu dengan cara menaruh jari telunjuk kelubang hidung dan memutarkan ibu jari mengitari daun telinga.
- Membasuh jari-jari kaki hingga benar benar merata. Kesunahan dalam hai ini dapat diperoleh dengan cara memasukkan jari tangan kiri pada bagian bawah jari kaki secara berurutan mulai dari sela-sela antara jari jempol, begitu juga memasukkan jari tangan kanan pada jari kaki kiri secara berutan atau dengan cara yang sama.
Kesunahan yang bersifay kaifiyati
- Mendahulukan basuhan anggota tubuh bagian kanan dan mengakirkan anggota tubuh bagian kiri. Contohnya jikalau kita membasuh kedua tangan, maka kita disunahkan membasuh tangan kanan terlebih dahulu sebelum tangan kiri, begitu juga ketika mengusap kedua telinga dan membasuh kedua kaki. Dalam kesemuanya ini disunahkan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan.
- Mengerjakan basukan dan usapan pada setiap anggota wudhu' sebanyak 3 kali. artinya ketika kita membasuh muka maka sunah dikerjakan sebanyak 3 kali begitu juga dengan anggota yang lain.
- Sumber Hukum Islam dan Keterangannya Secara Lengkap
- Pengertian Dakwah
- Tujuan Dakwah Islamiyah
- Hukum Riba dan Bunga Bank
- Cinta Dalam Perspektif Tasawuf
- Pengertian dan Syarat Rukun Wakaf
- Corona vs Tawakal
- Virus Corona dalam Perspektif Al-Qur'an
- Cara Menyikapi Pandemi Corona
- Peristiwa Isra' Mi'raj Lengkap
- Biografi Imam Malik bin Anas
- Landasan Tawakal
- Cara Mengendalikan Stress
- Tatacara Aqiqah dan Doanya Lengkap
- Hikmah Puasa
Friday, April 10, 2020
Tata Cara Berwudhu Yang Benar
Tata Cara Berwudhu Yang Benar
Landasan Berwudhu Sesuai Syariat
Sahabat Syariatkita, kembali lagi kita bertemu dalam pembahasan artikel akhirat. Widih artikel akhirat katanya??? Memang benar lah sob, bagaiman atidak perbincangan mengenai masalah yang dapat mengantarkan kita pada baiknya beribadah apaan coba kalau kagak dinamakan akhirat? Benar kan..???Bisa kita bayangkan sob, jikalau kita solat wudhunya tidak sah apakah solat kita diterima oleh Allah? tentunya secara syariat bagi orang yang memungkinkan belajar mengenai hukum agama, ada waktu luang akan tetapi ia sembrono dan tidak mau belajar masalah wudhu maka bisa dipastikan solatnya tidak sah. Lain halnya jikalau kita baru mengenal Islam, atau kebetulan lingkungan sekitar kita penuh dengan orang awam, maka tuntutan kita menjalankan agama tentunya hanya pada batas yang kita tahu saja, tidak terkecuali dalam masalah wudhu.
Syarat Wudhu
- Islam, wudhu tentunya tidak sah jikalau dilakukan oleh orang non-muslim
- Menggunakan air yang suci dan mensucikan (Baca: air yang dapat digunakan untuk bersuci), dan bukan air merupakan air hasil mencuri atau ghosob (menggunakan milik orang lain tanpa meminta ijin terlebih dahulu).
- Menghilangkan najis yang menempel pada anggota wudhu. Ini dikarenakan manakala ada najis yang masih menempel pada anggota wudhu tentunya seluruh anggota lain akan ikut menjadi najis manakala tidak dihilangkan atau dibersihkan terlebih dahulu.
Dalam kondisi tertentu, misalnya pada orang yang mengidap yang dalam fikihnya disebut dengan "Tsulusul baul" atau orang jawa menyebut meseren, yaitu penyakit dimana orang tersebut tidak bisa menahan untuk tidak kencing terlalu lama, artinya sedikit-sedikit atau sebentar-sebentar ia buang air kecil, maka kondisi orang yang demikian disyaratkan jikalau hendak melakukan wudhu harus sudah memasuki waktu sholat. Artinya jika waktu sholat sudah masuk maka ia baru diperkenankan melakukan wudhu.
==> Baca Artikel Juga: Dasar Hukum dakwah, Tujuan Dakwah Islamiyah, Cara Menggunakan Siwak
Rukun Wudhu
Dalam hal ini, istilah yang populer untuk menyebutkan rukun wudhu adalah fardhu, artinya kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mutawadhi' atau orang yang berwudhu agar sudhunya menjadi sah.
- Niat
- Membasuh muka
- Membasuh kedua tangan
- Mengusap sebagian rambut kepala
- Membasuh kedua kaki
- Berurutan
Tata cara berwudhu sesuai dengan syariat
1. Niat
Contoh lain, orang yang hendak dalam bulan ramadhan lupa tidak melakukan niat di malam harinya maka puasa orang tersebut tidak dianggap sah menurut syariat dan orang tersebut wajib mengqodho atau mengganti di hari yang lain setelah bulan ramadhan selesai.
Kendatipun demikian orang tersebut di siang harinya tetap tidak boleh makan dan minum, artinya ai wajib menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa meskipun puasanya tidak sah. Hal ini dikarenakan daintara syarat puasa yaitu ada istilahnya "tabyitun niyat" atau meletakkan niat puas aramadhan pada malam hari atau sebelum waktu fajar.
Adapun niat tidak harus dilafalkan dengan lisan, akan tetapi boleh dilakukan di dalam hati. Adapun melafalkan niat hukumnya adalah sunah. Yang berarti jikalau kita mengerjakan itu akan lebih baik karena melafalkan niat akan dapat membawa kita kepada kekhusyukan dalam beribadah.
Nawaitul wudhuu'a lirof'il hadatsil ashghori fardhol lillahi ta'ala
2. Membasuh muka
3. Membasuk kedua tangan
Dalam hal ini yang perlu mendapatkan perhatian adalah, biasanya ada orang yang gemar memelihara kuku sambai panjang sehingga di dalam kuku tersebut terdapat kotoran yang dapat menghalangi sampainya air masuk ke dalam kulut di dalam kuku tersebut, maka sebelum wudhu ia harus membersihkan kotoran yang menempel pada kuku tersebut. Begitu juga manakala ada seseorang yang dalam tanganya terdapat lem yang dapat menghalangi sampainya air masuk kedlaam kulit, maka ia wajib menghilangkan sesuatu yang dapat menghalangi sampainya air pada kulit tangan tersebut.
4. Mengusap sebagian rambut kepala
5. Membasuh kedua kaki
Adapun jikalau muzah tersebut dikenakan sebelum wudhu maka wajib dilepas terlebih dahulu baru setelah posisi orang tersebut sudah suci maka barulah muzah tersebut boleh dipakai. Jikalau orang tersebut telah hadas atau telah batal wudhunya, akan tetapi sebelum wudhu ia terlebih dahulu melepas muzah yang dikenakannya, maka dalam kasus ini berlaku hukum sebagaimana orang tersebut pertamakali mengenakan muzah.
Dengan kata lain, orang yang mengenakan muzah ketika melakukan wudhu boleh hanya mengusap muzah tanpa harus melepasnya yaitu manakala: pertama, muzah tersebut dikenakan setelah ia dalam keadaan suci atau berwudhu, kedua, muzah belum dilepas dari kaki ketika hendak berwudhu atau ketika hadas menimpanya.
6. Berurutan
- Sumber Hukum Islam dan Keterangannya Secara Lengkap
- Pengertian Dakwah
- Tujuan Dakwah Islamiyah
- Hukum Riba dan Bunga Bank
- Cinta Dalam Perspektif Tasawuf
- Pengertian dan Syarat Rukun Wakaf
- Corona vs Tawakal
- Virus Corona dalam Perspektif Al-Qur'an
- Cara Menyikapi Pandemi Corona
- Peristiwa Isra' Mi'raj Lengkap
- Biografi Imam Malik bin Anas
- Landasan Tawakal
- Cara Mengendalikan Stress
- Tatacara Aqiqah dan Doanya Lengkap
- Hikmah Puasa
Reff:
Al-Baijuri: Darul Kutub Al-Islamiyah
Saturday, April 4, 2020
Tatacara Aqiqah dan Doanya Lengkap
Tatacara Aqiqah dan Doanya Lengkap
Pengertian dan Tujuan aqiqah
- Mencukur atau membelah
- Rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sewaktu dilahirkan
Sejarah dan Tradisi Aqiqah
Dasar Diperintahkannya Aqiqah
Hukum Aqiqah
Pendapat yang menyatakan, bahwa aqiqah itu wajib
Pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah itu sunah
- Sabda Rasulullah SAW tentang aqiqah sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi di atas tidaklam menunjukkan kewajiban, melainkan sunah muakkad (sangat dianjurkan)
- Jika hukum aqiqah itu wajib, maka pastinya kewajiban tersebut akan dinyatakan secara tegas dalam syariat Islam. Sebab, suatu kewajiban pastinya akan menjadi tuntutan bagi umat Islam secara keseluruhan. Dan tentunya Rasulullah SAW akan menjelaskan wajib tersebut disertai dengan suatu keterangan yang diperkuat oleh hujjah yang nyata.
- Rasulullah SAW dalam pelaksanaan aqiqah mengaitkan dengan rasa suka cita dari orang-orang yang melakukannya. Yaitu sebagai ungkapan rasa syukur setelah dikaruniai anak dan lahir dengan selamat ke muka bumi ini. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW.:
Pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah adalah mubah (boleh)
Pelaksanaan aqiqah
Mencukur rambut
- Diawali dengan membaca basmalah
- Arah mencukur rambut dari sebelah kanan ke kiri
- Dicukur bersih (gundul), tidak boleh ada bagian yang disisakan, sehingga kelihatan belang-belang.
- Tidak boleh mencukur bagian tengah kepalanya dan membiarkan bagian lainnya. Tidak boleh mencukur sekeliling kepada dan membiarkan yang di bagian tengahnya, seperti: jambul, atau tidak boleh mencukur bagian depan dari kepala dan membiarkan bagian belakangnya. Hal tersebut dikarenakan Rasulullah SAW menginginkan seorang muslim bisa tampil di tengah-tengah masyarakat dengan penampilan yang layak.
Menyembelih kambing
- Mengasah pisau hingga benar-benar tajam
- Mengikat hewan dengan tali, agar ketika disembelih hewan tidak bebas bergerak sehingga bisa menyulitkan penyembelihan
- Membaringkan hewan dengan lambung kiri menempel ke tanah sehingga tangan kiri orang yang menyembelih berada di sebelah kepala hewan dan kepala hewan ada di selatan.
- Penyembelih menghadap kiblat
- Membaca do’a Aqiqah:
Mensedekahkan Daqing Aqiqah
Memberi Nama Bayi
- Sumber Hukum Islam dan Keterangannya Secara Lengkap
- Pengertian Dakwah
- Tujuan Dakwah Islamiyah
- Hukum Riba dan Bunga Bank
- Cinta Dalam Perspektif Tasawuf
- Pengertian dan Syarat Rukun Wakaf
- Corona vs Tawakal
- Virus Corona dalam Perspektif Al-Qur'an
- Cara Menyikapi Pandemi Corona
- Peristiwa Isra' Mi'raj Lengkap
- Biografi Imam Malik bin Anas
- Landasan Tawakal
- Cara Mengendalikan Stress
Thursday, October 10, 2019
Sholat Tahajjud Lengkap
ARTI, DASAR HUKUM DAN KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD
Pengertian Solat Tahajud
As-Sholatu = Doa, permohonan, pujian dan pendekatan diri kepada AllahAt-Tahajjudu = Tidak tidur di waktu malam
Solat tahajjud merupakan solat sunah yang dilaksanakan pada waktu malam
Dasar Hukum Solat Tahajjud
Adapun dasar kita melakukan solat tahajud sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW., dalam kitab hadis “Jami’us Shaghir” adalah sebagai berikut:Keutamaan Solat Tahujjjud: Dikabulkan segala hajat dan kebutuhannya, di angkat derajatnya menuju maqom yang mulia (disisi Allah Subhanahu Wata'ala)
Ketentuan Mengerjakan Solat Tahajjud
Adapun ketentuan syarat dan rukun mengerjakan solat tidak jauh berbeda pada solat umumnya, yaitu mengacu pada apa yang dilakukan oleh Rosulullah SAW., sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:Bisa pula rukun solat yang kita kerjakan seperti cara mengerjakan takbir, membaca fatihah, dan cara tahiyatnya juga belum sempurna, sehingga hal tersebut perlu pula dibenahi dan disempurnakan lagi sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Dengan demikian, maka solat yang kita kerjakan diharapkan akan semakin khusyuk, tumakninah.
Pada ruang lingkup yang lebih luas lagi maka solat yang kita kerjakan dengan baik terlebih solat tahajjud dapat membawa dampak yang positif dalam segala kehidupan kita; seperti kita merasa lebih tenang dalam menjanali hidup (emosi ataupun hawa nafsu lebih bisa terkendali), dan yang terpenting lagi adalah kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT., meningkat.
Hikmah dan Keutamaan Solat Tahajud
Solat merupakan ibadah mahdah (ibadah yang yang langsung kepada Allah) yang pertama di perintahkan oleh Allah SWT., kepada nabi Muhammad SAW., yaitu sebelum di perintahkan mengerjakan ibadah-ibadah. Sehingga dalam mengerjakan solat terkandung keutamaan yang sangat agung dan luar biasa.
Solat tahajud yang di laksanakan secara istiqomah, dan penuh keikhlasan pada dasarnya akan akan membawa kita memperoleh nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur kata yang sopan dan lembut, mantap dan berkualitas serta di berikan tempat yang terpuji (maqaman mahmudi), baik di dunia maupun di akhirat nantinya dan akan dihapuskan segala dosa dan kejelekannya serta terhindar dari penyalit dzohir dan batin.
- Terbentuk suatu karakter, atau kepribadian yang baik atau orang-orang salih, karena sebagaiman akita ketahui di awal bahwa solat tahajud merupakan adat kebiasaan yang dilakukan oleh orang- orang salih sejak dahulu.
- Solat tahajud akan mengangkat derajat seseorang mukmin, mencapai mencapai kemuliaan dan kejayaan di dunia dan akhirat.
- Sarana mendekatkan diri atau taqarub kepada Allah SWT. Artinya dengan solat tahajud seseorang akan semakin dekat dengan Allah SWT.
- Dapat terhindar dari perbuatan dosa, artinya dengan solat tahajud seseorang dapat menguasai dirinya serta membentenginya dari perbuatan dosa.
- Solat tahajud dapat menghapus atau menghilangkan segala keburukan hati seperti dengki, sombong, dendam, tamak, bakhil, dan segala sifat tercela lainnya, yang semua itu merupakan penyakit rohani.
- Solat tahajud juga dapat menghalau atau mengusir penyakit-penyakit lahiruyah atau penyakit jasmani. Artinya, dengan melakukan solat tahajud maka segala macam penyakit jasmani dengan izin Allah SWT., akan sembuh juga.
Solat tahajud juga merupakan penyebab utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga dan Allah akan memujinya dan orang tersebut digolongkan sebagai hamba-hamba Allah yang solih.
Orang yang rajin mengerjakan solat tahajjud ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya dan akan dicintai oleh semua manusia serta lisannya mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah. Orang yang rajin solat tahajjud juga akan dijadikan oleh Allah sebagai orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Selain itu, orang yang rajin mengerjakan solat tahajud maka wajahnya akan berseri-seri kelak ketikaberada di hari pembalasan (yaumul jaza’), akan diberi keringanan ketika dihisab, dimudahkan kalau menyebrangi jembatan sirathal mustaqim, bisa melakukanya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar. Sehingga Allah SWT., akan memberikan buku catatan amalnya dari arah kanan atau ia tergolong ashabul yamin.
Waktu Mengerjakan Solat Tahajud
- Sepertiga malam yang pertama, yaitu kira-kira dari pukul: 19,00 sampai dengan 22.00, ini saat utama.
- Sepertiga malam yang kedua, yaitu kira-kira dari pukul: 22,00 sampai dengan jam 01.00, ini saat paling utama.
- Sepertiga malam yang ketiga, yaitu kira-kira pukul: 01.00 sampai dengan masuknya waktu solat Shubuh, ini adalah saat yang paling utama.

















