Islam dalam Pengambilan Keputusan

Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.

Kebenaran yang Dilematis

Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita

Islam dan Olah Raga

Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray

Lengkapilah Agamamu dengan Menikah

Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"

Memilih Teman

Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"

Tuesday, April 14, 2020

Keutamaan Lailatul Qadar

Keutamaan Lailatul Qadar

Dalam artikel ini dibahas keutamaan lailatul qadar mulai dari pengertian lailatul qadar, kapan terjadinya lailatul qadar itu, apa tanda-tanda terjadinya lailatul qadar, dan kesunahan dalam malam lailatul qadar.

Apa lailatul qadar itu?

Sahabat syariatkita, lailatul qadar adalah suatu malam dimana Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan Al-Qur'an. Orang yang beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala tepat pada malam lailatul qadar, maka ia akan mendapatkan pahalanya lebih baik daripada ibadah seribu bulan.

Mengenai keutamaan malam lailatul qadar disebutkan dalam surah Al-Qadr ayat 1-3 sebagai berikut:

اِنَّـآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ. 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."  (QS. Al-Qadr: 1-3)

Keutamaan Lailatul Qadar

==> Baca Juga: 

Kapan terjadinya malam lailatul qadar itu?

Sahabat syariatkita, berbicara masalah keutamaan malam lailatul qadar, tentunya kita harus siap-siap berbekal dengan ibadah sebanyak mungkin. Hal tersebut dikarenakan, keutamaan malam tersebut tidak secara terang-terangan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kapan tanggal terjadinya. Hal ini menyiratkan pesan, bahwasanya kita diperintahkan agar bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala manakala kita menginginkan mendapatkan keagungan malam tersebut.

Mengenai hal ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ اَحْيَا اللَّيْلَ، وَاَيْقَظَ اَهْلَهُ، وَشَدَّ الْمِـئْزَرَ. (متفق عليه)

"Dari Aisyah ra., ia berkata, 'Apabila telahmasuk sepuluh hari yang akhir di bulan Ramadhan, maka Rasulullah saw. menghidupkan malam tersebut (beribadah semalam suntuk), dan beliau membangunkan keluarganya dan mempererat sarungnya (menjauhi istrinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun malam lailatul qadar tersebur senantiasa berganti-ganti, artinya tidak selalu terjadi pada tanggal tanggal tertentu saja, seperti tanggal 21, 23 atau yang lainnya. Kendati demikian, jumhur ulama berpendapat bahwa malam lailatul qadar itu jatuh pada malam ganjil. Terutama di sepuluh hari yang akhir di bulan Ramadhan; yakni pada malam tanggal 21, 23, 25, 27 dan 29. 

Mengenai kapan terjadinya malam lailatul qadar tersebut, dalam hadis disebutkan:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّ رِجَالًا مِنْ اَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم اَرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْمَنَامِ فِى السَّبْعِ الْاَوَاخِرِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَرٰى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَاَتْ فِى السَّبْعِ الْاَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى السَّبْعِ الْاَوَاخِرِ. (متفق عليه)

“Dari Ibnu Umar ra., sesungguhnya beberapa orang sahabat Nabi saw. telah melihat lailatul qadar dalam mimpi mereka, yaitu pada tujuh hari yang terakhir; maka Rasulullah saw. bersabda, 'Diperlihatkan kepadaku kebenaran mimpi kalian, ialah pada tujuh hari terakhir, maka siapa saja yang akan mencari malam tersebut, carilah pada tujuh hari terakhir." (HR. Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam As-Syafi’i, malam lailatur qadar yaitu terjadi pada tanggal ganjil. Dan beliau condong bahwa malam lailatul qadar tersebut terjadi pada tanggan 21 atau tanggal 23 di bulan Ramadhan. Adapun Imam An-Nawawi di dalam kitab Majmuk menyebutkan bahwa malam lailatul qadar tersebut terjadi pada tanggal sepuluh yang akhir di bulan Ramadhan, dan yang paling diharapkan adalah malam-malam ganjil.

ciri-ciri malam lailatul qadar


Dalam hadis mauquf disebutkan:

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ اَبِيْ سُفْيَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ: لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ. (رواه ابو داود، والراجح وقفه)

"Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra. dari Nabi saw., beliau bersabda tentang lailatul qadar, 'Lailatul qadar ialah pada malam 27.” (HR. Abu Dawud) 

Perlu diingat, kami sampaikan bahwa hadis di atas adalah hadis mauquf, yanr berarti terhenti tidak sampai pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Sehingga dalam kitab Fathul Bari disebutkan banyaknya perbedaan pandangan mengenai penetapan lailatul qadar itu hingga 40 pendapat.

Apa tanda terjadinya lailatul qadar itu?

Diantara tanda bahwasanya malam lailatul qadar telah turun yaitu kita bisa menyaksikan keadaan langit pada siang harinya. 

Disebutkan dalam kitab Tanwirul Qulub, bahwa diantara tanda-tanda terjadinya lailatul qadar adalah sebagai berikut:
  • Keadaan di siang siang hari tidak panas dan tidak pula dingin
  • Terbit matahari di pagi harinya dengan cahaya yang putih akan tetapi tidak disertai dengan sorot.

Tanda-tanda tersebut yaitu dapat disaksikan setelah malam lailatul qadar terjadi. Artinya kejadian tersebut bisa diamati di siang harinya. Kendatipun demikian, terjadinya malam lailatul qadar tidaklah secara eksplisit disebutkan dalam nash baik Al-Quran atau pun hadis. Kejadian tersebut hanya diketahui oleh para kekasih Allah atau orang pilihan yang diijinkan untuk mengetahuinya. 

Oleh karena itu, dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan kita tetap harus bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala dengan berharap mendapatkan kemuliaan lailatur qadar. Kita tidak boleh putus asa dalam mengharapkannya. Yang bisa dilakukan adalah diantaranya dengan mengikuti petunjuk para alim yang mengetahui tentang hal ini.  

Apa saja kesunahan di malam lailatul qadar?

Sebagaimana di ketahui bahwasanya malam lailatul qadar menurut jumhur ulama terjadi di sepuluh terakhir di bulan Ramadhan. Pada tanggal-tanggal tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam benar-benar “Cancut Tali Wondo” dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Adapun amalan yang dilakukan di malam lailatul qadar sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak melakukan i’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Mengenai hal ini, disebutkan dalam hadis:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم  يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْاَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتّٰى تَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ. (رواه البخاري ومسلم)

“Bahwa Rasulullah saw. beri‘tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau meninggal dunia.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak qiyam al-lail, atau beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala seperti shalat malam dan lain sebagainya.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (رواه البخاري ومسلم)

“Rasulullah saw. bersabda, 'Barang siapa yang beribadah pada (malam) lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memperbanyak membaca doa ma’tsuroh 

Doa ma’tsurah adalah doa tertentu yang diajarkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam hal ini doa yang diajarkan oleh Rasullah adalah:

اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah hamba.”

Hal ini sebagaimana di sebutkan dalam sebuah hadis:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَرَاَيْتَ اِنْ عَلِمْتُ اَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا اَقُوْلُ فِيْهَا؟ قَالَ: قُوْلِيْ: اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ. (رواه الخمسة غير ابي داود، وصححه الترمذي والحاكم)

“Dari Aisyah ra., ia berkata, aku bertanya, 'Ya Rasulullah, seandainya aku tahu bahwa malam itu lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan pada malam itu?' Beliau bersabda, 'Ucapkanlah (yang artinya): Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah hamba.” (HR. Imam yang lima, kecuali Abu Dawud dan disahkan oleh Turmudzi dan Hakim)


Reff:
Kitab Tanwirul Qulub
Fiqih Islam Lengkap

7 Sunah-sunah Puasa dan Dalilnya

Sunah-sunah Puasa Beserta Dalilnya

Sahabat syariatkita, puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa antara seorang hamba dengan Tuhannya. Saking begitu istimewanya, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam hadis qudsi sebagai berikut:

اَلصَّوْمُ لِيْ, وَاَنَا أَجْزِيْ بِهِ

“Puasa itu hanya untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya”

Berdasarkan keistimewaan tersebut, tentunya banyak kaum muslimin yang tidak ingin menyia-nyiakan momentum ibadah puasa ini. Mereka dalam menjalankan ibadah puasa tidak hanya mengerjakan yang wajib saja, tetapi guna memperoleh pahala lebih disisi Allah Subhanahu Wata’ala merekapun mengamalkan amalan-amalan sunah puasa sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

7 Amalan Sunah-sunah Puasa Beserta Dalilnya


==> Baca Juga: 

Adapun amalan-amalan sunah selama menjalankan ibadah puasa adalah:

1. Makan sahur, meskipun hanya sedikit. Disebutkan dalam hadis:

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:  تَسَحَّرُوْا فَاِنَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً. (متفق عليه)

"Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Makanlah sahur kalian, karena di dalam sahur itu terdapat keberkaan." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Mengakhirkan makan sahur 

Mengakhirkan makan sahur (ta’khirus sahur) sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah selama belum terbit fajar hingga waktu imsak. Yaitu kira-kira 10 menit sebelum subuh. 

Hal ini di dasarkan pada hadis berikut:

وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قُمْنَا اِلَى الصَّلَاةِ، قِيْلَ: كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: خَمْسُوْنَ اٰيَةً. (متفق عليه)

“Dari Zaid bin Tsabit RA, ia berkata, kami bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian bangun untuk salat subuh. Ketika ditanya, 'Berapa lama di antara sahur hingga salat subuh?' Jawabnya, 'Sekedar orang membaca 50 ayat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menyegerakan berbuka puasa

Diantara kesunahan puasa adalah menyegerakan berbuka puasa (ta’jilul ifthar). Kesunahan ini dapat kita lakuklan menakala adzan magrib telah berkumandang. Adapun dalam berbuka puasa, tatacara menjalankan sunah sesuai ajaran Rasulullah adalah dimulai dengan makan makanan yang manis, jikalau tidak maka cukup air putih.

7 Amalan Sunah-sunah Puasa Beserta Dalilnya


Kesunahan menyegerakan berbuka puasa ini didasarkan pada hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berikut:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ. (متفق عليه)

“Dari Sahal bin Sa‘ad ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, 'Orang masih tetap dalam kebaikan selama ia menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadis lain juga disebutkan:

وَلِلتِّرْمِذِيِّ مِنْ حَدِيْثِ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: اَحَبُّ عِبَادِيْ اِلَيَّ اَعْجَلُهُمْ فِطْرًا.

“Dalam riwayat Turmudzi dari hadis Abu Hurairah ra., dari Nabi saw., beliau bersabda, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, 'Hamba-Ku yang paling Aku cintai ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa.”

4. Membaca doa ketika berbuka puasa

Adapun doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلٰى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ وَبِكَ اٰمَنْتُ.

“Ya Allah, karena Engkaulah hamba berpuasa dan dengan rezeki-Mu hamba berbuka dan kepada-Mulah hamba beriman.”

5. Menjauhi ucapan-ucapan yang mengandung dosa

Adapun perbuatan yang mengandung unsur dosa adalah seperti berkata-kata yang keji, seperti mencela orang lain, berbohong dan lain sebagainya. Jikalau kita puasa akan tetapi mulut tetap jalan mengatakan sesuatu yang mengandung unsur dosa, maka pahala puasa kita nol di sisi Allah Subhanahu Wata’ala.

Hal ini sebagaimana disamdakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadis:

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلهِ حَاجَةٌ فِيْ اَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ. (رواه البخاري وابو داود)

“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, 'Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta dan perbuatan bodoh, maka Allah tidak butuh akan lapar dan dahaga mereka." (HR. Bukhari dan Abu Dawud)

Yang jadi permasalahan sekarang adalah, teutama di kalangan kawula muda ataupu generasi mellenial. Mereka merasa berat, sudah menjauhkan diri semaksimal mungkin untuk tidak berkata-kata yang mengandung dosa, tapi justru dipancing oleh orang lain, yang memaksa ia untuk mengatakan kata-kata makian, kata-kata kasar dan lain sebagainya. 

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita diam saja? Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan kita untuk diam saja, dan tidak meladeni lawan bicara kita. Kita diajarkan oleh Rasulullah dengan berkata “aku sedang berpuasa” (inni shooimun). Hal ini sebagaimana hadis:

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ اَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَاِنْ سَابَّهُ اَحَدٌ اَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ اِنِّيْ صَائِمٌ. (متفق عليه)

“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, 'Apabila salah seorang dari kamu berpuasa, maka jangan berbicara yang keji dan jangan membuat huru-hara dan kalau ada orang yang memaki atau mengajak berkelahi, maka katakanlah, 'Aku berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Memperbanyak amal kebajikan, bersedekah, dan membaca Al-Qur'an 

Mengenai hal ini disebutkan dalam hadis:

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ اَجْرِهِ غَيْرَ اَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ. (رواه الترمذي)

“Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani ra., dari Nabi saw., beliau bersabda, 'Barang siapa yang memberi makanan untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka baginya memperoleh pahala sama seperti orang yang berpuasa itu tanpa kurang sedikit pun.”  (HR. Imam At-Tirmidzi)

7. Memperbanyak i‘tikaf di masjid. 

Kesunahan melakukan i’tikaf selama puasa Ramadhan lebih ditekankan, apabila menjelang 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ اَيِ الْعَشْرُ الْاَخِيْرَةُ مِنْ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَاَحْيَا لَيْلَهُ، وَاَيْقَظَ اَهْلَهُ. (متفق عليه)

“Dari Aisyah ra., ia berkata, 'Adalah Rasulullah saw. apabila masuk sepuluh hari, maksudnya sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan, maka beliau menjauhi istrinya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا اَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم  كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْاَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، حَتّٰى تَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ، ثُمَّ اعْتَكَفَ اَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.  (متفق عليه)

“Dari Aisyah ra., bahwasanya Nabi saw. beri‘tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau meninggal dunia, kemudian sesudah beliau meninggal dunia istri-istrinya beri‘tikaf.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ   صلى الله عليه وسلم اِذَا اَرَادَ اَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الْفَجْرَ ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ. (متفق عليه)

“Dari Aisyah ra., ia berkata, 'Adalah Nabi saw. apabila beliau hendak beri‘tikaf, beliau salat subuh lalu masuk ke tempat i‘tikafnya'."  (HR. Bukhari dan Muslim)


Reff:
Fiqih Islam Lengkap: PT. Karya Toha Putra

Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Dalilnya

Keistimewaan Bulan Ramadhan Lengkap Dengan Dalilnya


Memahami Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

Sahabat syariatkita, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh jutaan umat Islam. Bagaimana tidak? Hal ini dikarenakan keutamaan yang terdapat di bulan suci Ramadhan ini sangatlah besar. Allah Subhanahu Wata’ala memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang berdosa selagi ia bertaubat dan memohon ampunan. Allah Subhanahu Wata’ala juga membuka lebar-lebar pintu rahmat dan menutup rapat-rapat pintu maksiat.

Keagungan bulan Ramadhan nampaknya jikalau harus dituliskan, maka tentunya tidaklah bisa selesai ditulis meskipun lautan dijadikan tinta dan dedaunan dan pepohonan yang ada di jagat raya ini dijadikan kertas untuk menuliskannya. Hal ini dikarenakan, keagungan bulan suci Ramadhan merupakan Rahmat dan nikmat Allah Subhanahu Wata’ala bagi hamba-Nya yang telah Ia beri petunjuk. Sehingga orang yang senang dengan kedatangan bulan suci Ramadhan ini, maka Allah Subhanahu Wata’ala akan mengharamkan (menjaga) jasadnya dari api neraka. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ، حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهَ عَلَى النِّيْرَانِ 

“Barangsiapa yang bersukacita dengan kedatangan bulan Ramadhan, maka Allah skan menjaga tubuhnya dari api neraka”

Jadi sahabat, sangat agung sekali bukan keutamaan bulan Ramadhan? Marilah jangan sia-siakan momentum in. Mudah-mudahan kita dapat menyambut kedatangan Ramadhan dengan baik, mengisinya dengan menjalankan kewajiban Allah Subhanahu Wata’ala selama di bulan Ramadhan; dengan amalan-amalan yang sesuai dengan tuntunan baik yang wajib dan yang sunah.

==> Baca Juga: 

Keistimewaan Bulan Ramadhan beserta Dalilnya

Dalil Keutamaan Bulan Suci Ramadhan 

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwasanya bulan Ramadhan merupakan bulan mulia yang diperuntukkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala bagi hamba-Nya yang bertakwa. 

Untuk mendorong predikat “Al-Muttaqin” atau orang yang bertakwa; yang merupakan tujuan puasa, Allah Subhanahu Wata’ala telah menurunkan pedoman hidup yaitu Al-Qur’an di bulan ini. Allah Subhanahu Wata’ala juga memberikan fasilitas tambahan yang berupa dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka dan diborgolnya setan yang biasa menggoda keimanan seseorang. 

Adapun dalil dan bukti mengenai keagungan bulan Ramadhan adalah sebagaimana berikut:

1. Al-Qur’an Surah Al-Baqarah: 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْأنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ....

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan. Penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu…”

Sahabat syariatkita, nampak dalil tentang keagungan bulan suci Ramadhan sangat kentara dalam ayat di atas. Sebagaimana disebutkan, bulan Ramadhan merupakan bulan dimana Al-Quran yang mejadi pedoman umat Islam seluruh alam diturunkan. 

Sedikit saya sampaikan pembahasan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam secara bertahap, yakni kurang lebih selama 23 tahun. 

Adapun fungsi Al-Quran sebagaimana ayat di atas adalah sebagai petunjuk kepada umat manusia ke jalan yang lurus, sebagai pemisahan atau pembeda antara kebenaran dan kebatilan. 

Dengan mengetahui dalil keutamaan bulan Ramadhan ini, marilah kita isi dengan melaksanakan ibadah dengan lebih bersemangat; Qiyam Al-lail, membaca dan mantadabburi makna Al-Qur’an, bersedekah dan menjaga diri dari melakukan kemaksiatan. Dengan demikian, maka insya Allah kita tergolong orang yang syukur atas anugerah yang dilimpahkan kepada kita yakni Al-Quran.

2. Hadis Riwayat Imam An-Nasa’i


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِدَتِ الشَّياطِيْن

“Berasal dari Abu Hurairah Radhiya Allahu ‘Anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda, ‘Jika bulan Ramadhan telah tiba, maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan dibelenggu”. (HR. An-Nasa’i)

Dari hadis di atas, telah jelas bagi kita bahwa dalil tentang kemuliaan dan keagungan bulan suci Ramadhan adalah sangat luar biasa. Dari hadis tersebut pula kita dapat mengetahui makna substantif yang terkandung di dalamnya yaitu Allah ubhanahu Wata’ala membuka lebar-lebar bagi seluruh hamba-Nya yang ingin meraih predikat “Al-Muttaqin” atau orang yang bertakwa dengan membatasi peluang maksiat dan hal-hal lain yang dapat menjaukan dari Allah Subhanahu Wata’ala. 

Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

Sahabat syariatkita, membahas keistimewaan bulan suci Ramadhan sudah pasti kita tidak bisa terlepas dari dalil keutamaannya. Sebagaimana yang telah kami sampaikan di atas, salah satu dalil keutamaan bulan Ramadhan adalah dikarenakan di dalamnya di turunkan Al-Qur’an. 

Lantas bagaimana kita dapat mengetahui dan memahami keistimewaannya? Simak pembahasan lengkap keistimewaan bulan suci Ramadhan sebagai berikut:

1. Bulan Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an diturunkan

Tidak dapat dipungkiri, bahwasanya Al-Qur’an adalah kalamullah yang mengandung segudang manfaat. Ia menjadi petunjuk bagi manusia, menjadi pembeda antara perkara yang hak dan batil, dan membacanya juga bernilai ibadah.

Dari deskripsi singkat di atas kita sudah mulai bisa memahami bukan? mengapa Ramadhan memiliki banyak keistimewaan. Logika sederhana mengatakan, “tiada tempat mulia melainkan di dalamnya terdapat ‘hal’ yang istimewa”. Dari sudut pandang deduktif, logika ini tentunya sangat cocok menggambarkan keistimewaan bulan Ramadhan. Oke-lah kami jelaskan sebagai berikut, Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Dengan memahami Al-Qur’an berart ikita juga harus memahami isinya, dan menjalankan kewajiban serta menjauhi larangan yang terdapat di dalamnya. Efek dominonya adalah, muncul kebaikan-kebaikan yang sangat banyak bahkan hingga tak terhingga, seperti ibadah puasa, menyantuni akan yatim, memberikan sedekah takjil, kepedulian sesama berupa zakat, salat tarawih, dan amalan-amalan lain yang sangat banyak jumlahnya.

2. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Lailatul Qadar

Mengenai hal ini, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْر. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al-Qadr: 1-5)

Malam Lailatul Qadar adalah malam mulia. Tata dan gaya bahasa AlQur’an dalam menunjukkan sesuatu yang utama dan keagungan dekemas sangatlah apik nan indah. Dalam hal ini, keutamaan Lailatul Qadar ditunjukkan dengan kalimat pertanyaan retolis yaitu:

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu”
Penunjukan kemuliaan terhadap sesuatu yang dikemas oleh gaya bahasa dan sastra Al-Qur’an dalam ragam retolis, jika ditelaah lebih dalam kurang lebih terdapat 13 kali terulang di dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat lain seperti:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ 
“Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?” (Q.S. At-Thariq: 2)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ
“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?” (Q.S. Al-Balad: 12)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ 
“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (Q.S. Al-Qadr: 2)

3. Bulan Ramadhan adalah bulan dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka; bulan dimana setan dan jin jahat dibatasi pergerakannya menggoda anak Adam

Mengenai hal ini disebutkan dalam hadis bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عن أبي هريرة: قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِدَتْ الشَّيَاطِيْن ومردة الجن وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة

“Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun ditutup.” Dan seorang penyeru menyerukan, ”Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan, tahanlah. Dan Allah memiliki orang-orang yang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu yang terjadi setiap malam.” (HR. Imam At-Tirmidzi)

Masya Allah, sangat jelas dan agung bukan sahabat keistimewaan bulan Ramadhan. Adapun titik poin terkait keutamaan bulan Ramadhan yang dapat diambil dari hadis di atas adalah:
  • Setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu
  • Pintu-pintu surga dibuka
  • Pintu-pintu neraka ditutup
  • Himbauan bagi orang yang senang berbuat kejelekan agar menyudahi kejelakannya dan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala

4. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan

Disebutkan dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Dari Abu Hurairah RA. Bahwa Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Barang siapa yang menunaikan sholat di malam lailatul qadar dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka Akan diampuni dosa-dosa yang terdahulu. Dan barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu”. (HR. Bukhori).

Adapun titik poin terkait keutamaan bulan Ramadhan yang dapat diambil dari hadis di atas adalah, Allah Subhanahu Wata’ala memberikan ampunan dosa yang telah lewat kepada orang-orang yang mengerjakan Qiyam Al-Lail (solat malam). 

Pendapat masyhur dalam hal ini adalah, Qiyam Al-Lail hanya diartikan melakukan puasa saja. Sehingga orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan dilandasi keimanan kepada Allah Subhanahu Wata’ala serta mengharapkan pahala dari-Nya, maka Allah Subhanahu Wata’ala akan memberikan ampunan dosa-dosanya. Eits, jumhur ulama mengartikan dosa di sini adalah dosa-dosa kecil.

5. Bulan Ramadhan adalah bulan dikabulkannya permohonan

Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (HR. Imam At-Tirmidzi)

Jelas bukan sahabat, sumonggo siapa yang memiliki hajat baik di dunia dan di akhirat. Jangan lewatkan momentum agungnya bulan Ramadhan ini.

6. Bulan Ramadhan adalah bulan dilipat dandakannya pahala

Dalam hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 عُمْرَةٌ فِيْ رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً 

“(Pahala) umrah sekali pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji” (HR. Bukhari dan Muslim )

7. Bulan Ramadhan adalah bulan untuk menempa kesabaran menuju manusia yang bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala

Mengenai hal ini, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

Dengan berpuasa maka mentalitas kita akan tertempa. Memtal menjadi orang yang sabar; sabar menahan hawa nafsu, amarah dan menghindarkan diri dari segala kemaksiatan.

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:


Reff:
As-Suyuti, Jalaluddin, 1995. Sunan An-Nasa’i, Beirut: Dar Al-Fikr
Musthafa Al-Maraghi, Ahmad, 1993. Tafsir al-Maraghi, Semarang: Toha Putra
Syakir Al-Khowairy, Ahmad, 1994. Durrotu An-Nasihin, Beirut: Dar Al-Fikr

Monday, April 13, 2020

Manfaat Air Kelapa Menurut Dokter

Manfaat Lengkap Air Kelapa


Mengenal Manfaat Air Kelapa

Sahabat syariatkita, siapa sangka buah yang identik dengan ibu-ibu ini, maklum biasanya pemanfaatan buah ini hanya sekedar untuk diambil santannya guna keperluan masak memasak, akan tetapi penelitain menunjukkan bahwa air kelapa ternyata justru memiiki andil yang cukup signifikan bagi pemulihan tenaga terutama bagai mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, dan bagi orang yang kerjanya berkeringat. Dari hasil penelitian inilah, sekarang kita bisa menjumpai banyak produk bermunculan yang menggunakan bahan baku dari air kelapa.

Selain airnya dapat diminum, ternyata air kelapa tidak hanya sekedar sebagai pelepas dahaga saja. Akan tapi air ini juga mampu menyuplai tenaga instan ke dalam tubuh, sehingga air ini sangat bagus buat orang yang berbuka puasa. Hal ini dikarenakan manfaat yang terkandung di dalam air kelapa adalah sebagai alternatif pengganti ion tubuh yang hilang.

manfaat air kelapa menurut dokter


Selain itu, kandungan mineral dan vitaminnya juga dapat meningkatan sistem imun (menambah kekebalan tubuh), membantu mereka yang mengalami gangguan pencernaan dan mengatasi infeksi yang terjadi di dalam tubuh.

==> Baca Juga: Manfaat Kopi Menurut Dokter; Anjuran Yang Tepat mengopi, Cara Menghilangkan Bau Mulut dengan Mudah, Manfaat Sate Kambing Menurut Islam 

Saking begitu banyaknya kandungan manfaat yang terdapat di dalam air kelapa, sehingga tidak heran pohon yang satu ini dalam  bahasa Sankskerta disebut dengan nama “kalpa vrisha” yang berarti pohon yang menyediakan semua kebutuhan hidup. Dari namanya saja sudah kelihatan keren bukan???. 

Apasajakah Kandungan Nutrisi dan Vitamin di Dalam Air Kelapa

Berdasarkan penelitian ilmiah, pohon kelapa diketahui banyak mengandung nutrisi dan vitamin mulai dari A yang baik untuk kesehatan mata, C dan E yang baik untuk kulit dan juga kaya juga akan vitamin B3, B5 dan juga B6.

Sebuah riset yang dilakukan oleh ilmuwan asal Amerika Serikat; dr. Bruce Fite yang tergabung dalam Coconut Research Centre Amerika Serikat menyebutkan bahwa satu cangkir air kelapa mengandung potasium yang jauh lebih banyak dibandingka buah pisang. 

Selain itu kandungan yang tidak kalah pentingnya adalah Zinc, selenium, iodine, sulfur dan juga mangan. Menurut beliau, kandungan inilah yang merupakan sumber mineral sebagai elektrolit yang sangat mudah diserap oleh tubuh.

Penelitian lain sebagaimana disebutkan oleh Prof. Dr. Made Astawan menyebutkan, bahwa air kelapa mengandung 2,5 % gula, 0,55 % protein, 0,74 % lemak, serta mengandung 0,46 % mineral. Sedangkan kandungan lain seperti glukosa, frutosa dan sukrosa juga turut membuat air kelapa ini menjadi berasa manis. 

Kelebihan dari manisnya air kelapa yaitu, bahwa kandungan gula dalam air kepala justru lebih rendah dibandingkan jus buah sekalipun tanpa ada tambahan pemanis, atau dalam takaran perkiraan adalah 1:5 yang artinya kadar gula dari air kelapa yaitu lima kali lebih sedikit dibandingkan jus apel dalam takaran yang sama, sehingga aman mengkonsumsinya.

Manfaat Air Kelapa Untuk Kesehatan Tubuh dan Menangkal Penyakit

Selain manfaat sebagaimana disebutkan, air kelapa juga mengandung banyak elektrolit yang menjaga tubuh tidak dehidrasi, terutama bagi olahragawan atau pekerja keras yang mengandalkan dengan tenaga. Selain itu, air kelapa juga dapat dijadikan sebagai terapi untuk mengatasi penyakit seperti kolera, disentri, flu atau demam dan juga penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan dehidrasi. 

Pada penderita diare sangat dianjurkan mengkonsumsi air kelapa sebagai ganti cairan tubuh yang hilang dan juga sebagai penangal infeksi yang mungkin timbul dari penyakit tersebut. Sebagaimana dikemuakan oleh dr. Bruce (peneliti dari Amerika) angka kematian yang disebabkan oleh penyakit kolera dapat ditanggulangi dengan meminum air kelapa dengan rasio efektivitas sebanyak 97 % menakjubkan bukan?

Selain beberapa manfaat kandungan air kelapa sebegaimana telah disebutkan di atas, dr. Bruce juga menyebutkan manfaat lain yang terkandung di dalam air buah tersebut antara lain:

1. Melancarkan sirkulasi darah

Menurut dr. Bruce, penderita diabetes biasanya mengalami ganguan sirkulasi darah dan dapat mengakibatkan terjadinya ateroklerosis (pengerasan atau penumpukan plak di pembuluh darah). 

Dengan mengkonsumsi air kelapa, maka aliran darah dapat meningkat dan mengurangi pembentukan plak karena sifatnya yang  mampu memperbesar pembuluh darah. Dengan demikian, maka komplikasi yang mungkin timbul akibat omplikasi penyakit seseorang.

2. Mengurangi resiko terhadap penderita panyakit gula

Air kelapa juga mengandung asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan mampu menyerap gula  dan meningkatkan sensivitas insulin. Dengan demikian, seseorang yang mengkonsumsi air kelapa tidak perlu khawatir terhadap peningatan gula dalam darah.

3. Mencegah penuaan dini

Riset menakjubkan ini yaitu didapat oleh dr. Bruce, dimana beliau menemukan hormon yang lazim disebut dengan cytokinin yang biasanya hanya terdapat pada perkembangan dan kematangan tumbuhan yang mirip dengan GH (growth hormone) atau hormon pertumbuhan pada manusia. Hormon cytokinin inilah yang berperan aktif sebagai anti-aging atau penuaan dini pada manusia. 

Dengan kandungan tersebutlah, maka kulit keriput dan kering dapat diatasi dengan mengkonsumsi air kelapa, sehinggan tidak heran dengan penelitian yang dilakukan oleh dr. Bruce tersebut telah menarik banyak produk kosmetik seperti cream dan otion untuk menambahkan kandungan air kelapa dalam produk mereka.

So, sahabat syariatkita, mulai sekarang kita manfaatkan betul ya air kelapa yang biasanya kita buang dan terabaikan seolah tiada manfaatnya. 


Reff:
Majalah Kesehatan OTC

Saturday, April 11, 2020

Manfaat Kopi Menurut Dokter

Manfaat Kopi Menurut Dokter


Sekilas Tentang Kopi

Siapa sangka si hitam yang dahulunya merupakan minuman yang identik dengan acara ritual, terutama pada abad ke-15 dimana para sufi mengkonsumsinya guna menyambung ibadah dan zikir mereka, sehingga kondisi mereka dapat vit dan tetap terjaga semalaman, akan tetapi pada dekade dewasa ini kopi justru menjadi primadoda dikalangan tua muda, kopi menjadi teman ngobrol dan bersantai yang dinikmati tidak hanya dalam keadaan panas tetapi juga dingin. Tidak hanya itu saja, si hitam juga dappat dinikmati pagi, siang, sore maupun malam hari.

Akan tetapi dibalim itu semua dampak kopi terhadap kesehatan masih banyak yang pro dan kontra. Ada yang menganggap bahwa kopi memberikan dampak negatif bagi kesehatan akan tetapi ada pula yang menyatakan sebaliknya, yakni kopi justru dapat memberikan dampak positif bagi konsumennya. 

manfaat kopi menurut dokter


Menurut salah seorang Guru Besar Instirut Pertanian Bogor (IPB); Prof. Dr. Dedy Muhtadi, pengaruh yang ditimbulkan dari mengkonsumsi kopi lebih dikarenakan dosis konsumsinya saja yang berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Zaman dulu, kopi dianggap sebagai minuman yang rentan mengakibatkan meningkatnya resiko penyakit jantung. Mungkin statemen tersebut ada juga benarnya, akan tetapi anggapan tersebut tentunya perlu dikaji dan difahami lebih mendalam lagi. Apakah benar hal terwebut dikarenakan kopi atau hal lain. Karena study mutakhir justru membuktikan sebaliknya, yakni kopi malah dapat memberikan dampak positif bagi tubuh. 


Efek Positif & Negatif Yang Ditimbulkan Oleh Kopi

Mengenai efek positif dan negatif kopi, sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Dedy adalah sebagai berikut:

1. Efek Negatif

Anggapan bahwasanya kopi dapat menyebabkan efek negatif memanglah tidak salah. Hal tersebut dikarena, kandungan kafein yang berasal dari kopi dapat memblokir reseptor adenosin (neurotransmitter). Akibat yang ditimbulkan dari pemblokiran ini adalah adanya rasa yang menenangkan. Karena bersifat bersifat stimulan (merangsang timbulnya rasa tenang), maka kopi dapat  melebarkan saluran udara yang terdapat di paru-paru, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan (alertness), dan meningkatkan konsentrasi, sehingga kerja jantung semakin tinggi.

2. Efek Positif

Ditinjau secara umum, sebenarnya dampak yang ditimbulkan dari kopi ternyata banyak positifnya. Hal tersebut dikarenakan, kopi dapat meningkatkan performa dan semangat dalam bekerja. Adapun efek negatif yang timbul dari kopi sebenernya tidak lebih dikarenakan dari faktor lain. 

Faktor tersebut ternyata disebabkan oleh pengkonsumsi itu sendiri, seperti kopi terutama yang hitam pekat umumnya identik dengan kebiasaan mereka yang senang merokok, duduk berjam-jam sehingga kurang gerak dan tidur larut malam faktor inilah yang sebenarnya dapat meningkatkan resiko terhadap tekanan penyakit jantung.

Jadi dapat diambil pengertian, bahwa mengkonsumsi kopi agar tidak menimbulkan efek negatif, maka haruslah diimbangi dengan gerak dan kebiasan sehat para penikmat kopi tersebut.

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan

Berikut beberapa manfaat kopi bagi kesehatan sebagaimana dijelaskan dalam OTC edisi 81 2013:

1. Menurunkan resiko gagal jantung

Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kopi sebagaimana dalam penelitian yang dilakukan oleh E. Motofsky Dkk, mulai dari Januari 1966 hingga Desember tahun 2012. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi kopi  4 porsi perhari memiliki resiko gagal jantung lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi kopi. 

Akan tetapi mengkonsumsi kopi lebih lebih banyak (melebihi 4 porsi/gelas) ada kemungkinan peningkatan resiko kesehatan jantung. Jadi konsumsilah sesuai dengan aturan yang pas.

Sebuah study yang melibatkan 130.000 anggota asuransi di Amerika serikat menunjukkan bahwa 1-3 cangkir kopi/hari memiliki kemungkinan 20% lebih rendah dirawat di rumah sakit akibat denyut jantung yang tidak teratur (aritmia).

2. Meurunkan resiko serangan stroke

Dalam sebuah penelitian jangka panjang oleh Nurses Health Study terhadap 83.700 perawat menunjukkan penurunan terhadap serangan stroke sebanyak 20% pada perempuan yang mengkonsumsi kopi 2 cangkir/hari, dibandingkan orang yang minum lebih sedikit atau tidak minum sama sekali.

3. Menurunkan resiko diabetes

Penelitian yang dipublikasikan oleh ISIC (Institure for Scientific Information on coffe) pada tahun 2012 menyebutkan bahwa penikmat kopi 3-4 cangkir kopi/hari, dapat menurunkan resiko diabetes tipe 2.

4. Kopi merupakan sumber antioksidan

Salah satu zat aktif yang terkandung dalam kopi sebagai antioksidan adalah methylpyridiniu yang bersifat antikarsinogenik (anti kanker). Antioksidan lain yang terdapat dalam koi adalah kafein, asm kafeat, asam klorogenat, tannic acid dan eugenol. 

Sebuah research yang dilakukan oleh University of british Columbia Kanada yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Food Research International tahun 2011 menunjukkan bahwa pemanggangan kopi menciptakan antioksidan yang disebut dengan maillard reaction products (MRP).

5. Menurunkan resiko kanker payudara dan prostat

Manfaat terahit dari kopi adalah sebagai anti kanker payudara, sebagaimana dala research yang dilakukan oleh Swedia dalam jurnal Breast Cancer Research (BCR) menunjukkan bahwa mengkonsumsi kopi dapat menurunkan resiko kanker payudara. Selain itu, laki-laki yang rutin mengkonsumsi kopi memiliki resiko lebih rendah terhadap resiko kanker prostat ganas.


Sekian artikal saya kali ini, semoga dapat menjadikan inspirasi kita tentang bagaimana mengkonsumsi kopi yang baik dan menggunakannya sebagai salah satu media dan alternatif untuk mewujudkan kesehatan dalam diri kita.

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:



Reff:
Majalah Otodigest Edisi: 81

Bagaimana Cara Menggunakan Siwak

Bagaimana Cara Menggunakan Siwak


Pengertian dan Tatacara Kesunahan Bersiwak

Sahabat syariatkita, Islam sejatinya sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan dalam segala keadaan. Menjaga performa dan penampilan agar tetap enak dipandang orang lain, sehingga ketika kita berada di sekeliling orang ataupun pada acara yang di dalamnya riuh dan tumpah dengan perkumpulan orang.

Dengan demikian, maka tidak ada orang yang terganggu lantaran bau kita yang kurang sedap, baik bau yang bersumber dari badan, pakaian atau mulut kita. Saking pentingnya hal ini Islam menganjurkan umatnya melakukan siwak.

Bagaimana Cara Menggunakan Siwak


Siwak adalah upaya membersihkan mulut dari kotoran dan bau yang bisa timbul darinya. Pada zaman dahulu, karena belum ada pasta gigi seperti sekarang, maka siwak dilakukan dan disunahkan dengan menggunakan batang kayu "arok" atau kayu garu. 

Hukum Bersiwak

Secara umum, bersiwak sendiri hukumnya adalah sunah tanpa mengecualikan keadaan apapun. Artinya setiap saat manakala kita melakukan siwak maka sesuai syariat kita akan mendapatkan pahala. Akan tetapi jikalau kita meninggalkan bersiwak kita tentunya tidak mendapatkan dosa. Hanya saja kita melakukan kondisi dimana dalam istilah fikihnya disebut sebagai istilah "tarkul aula" atau meninggalkan keutamaan. 


Hal tersebut dikarenakan, dengan meninggalkan siwak berarti kita mendapat predikat orang yang tidak mau menjalankan anjuran rasulullah, sekalipun orang yang meninggalkannya tidak dicap sebagai seorang pendosa.

Akan tetap ada hukum dimana kita melakukan siwak justru dimakruhkan, yang berarti kita dianjurkan untuk meninggalkan siwak pada kondisi tersebut. Atau dalam bahasa yang lebih jelas kita dianjurkan tidak melakukan siwak pada waktu tersebut. Hal ini mengingat hukum asal siwak yang merupakan sunah sedangkan hukum sunah tentunya dibawah derajat wajib. Untuk apa melaksanakan kesunahan kalau dengan kesunahan tersebut justru kita terjerumus kedalam keharaman. 

Tak ubahnya ketikan kita melakukan sedekah sunah tetapi di sisi lain kita justru menyakita hati si penerima. Sedekah yang merupakan sunah sedangkan menyakiti hati sesama muslim yang dalam hal ini adalah penerima hukumnya adalah haram, maka mendingan kita tidak bersedekah jikalau harus menyakiti hati si penerima sedekah itu sendiri.

Dalam hal ini kondisi dimakruhkannya kita melakukan siwak yaitu bagi orang yang berpuasa setelah tergelincirnya matahari. Artinya orang yang di hari itu sedang melakukan puasa akan tetapi telah melewati separuh siang atau telah masuk waktu dzuhur atau matahari telah bergeser dari posisi porosnya di tengah-tengah maka orang tersebut dimakruhkan melakukan bersiwak. 

Akan tetapi kemakruhan dalan hal ini, tentunya berbeda dengan kasus orang yang bersedekah sunah akan tetapi menyakiti hati si penerimanya, karena dalam hal ini jelas keharamannya. Orang yang berpuasa setelah tergelincirnya matahari bukan berarti ia diharamkan bersiwak, melainkan ia tetap boleh bersiwak hanya saja tidak mendapatkan kesunahan, melainkan kemakruhan; yang berarti lebih baik ia meninggalkan melakukan siwak pada waktu tersebut daripada mengerjakannya. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa hukum bersiwak pada dasarnya adalah sunah, karena diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Akan tepapi hukum tersebut dapat bergeser menjadi makruh, bahkan haram sesuai dengan illat atau hal lain yang memepengaruhinya. 

Akan tetapi Imam An-Nawawi berpendat tidak makruhnya seorang yang berpuasa yang melakukan siwak setelah tergelincirnya matahari. Jadi bagi Anda yang berpuasa yang hendak melakukan siwak bisa berpegangan pada pendapatnya Imam An-Nawawi tersebut.

Waktu yang sangat dianjurkan kita bersiwak

Kendatipun hukum siwak adalah sunah, akan tetapi ada saat dimana jikalau orang yang melakukan siwak pada waktu tersebut ia akan mendapatkan kesunahan lebih, atau sangat dianjurkan melakukan siwak pada waktu tersebut. 

Adapun waktu-waktu yang sangat dianjurkan melakukan siwak tersebut adalah:
  1. Ketika kondisi mulut mulai terasa bau, entah bau tersebut disebabkan karena tidak makan atau karena berjam-jam tidak digunakan untuk bicara. Maka dalam kondisi seperti ini kita sangat dianjurkan sekali untuk melakukan siwak untuk menghilangkan bau mulut yang mungkin timbul
  2. Setelah bangun tidur. Orang yang habis bangun tidur maka sangat disunahkan melakukan siwak, agar bau mulut yang terjadi selama tidur hilang.
  3. Ketika hendak melakukan sholat. Orang yang hendak melakukan solat maka disunahkan atau sangat dianjurkan melakukan siwak agar kekhusukan orang yang solat terjaga karena tidak ada sisa-sisa makanan atau bau mulut yang keluar dari rongga mulutnya. Demikian pula untuk menjaga agar orang yang sedang solat di sekelilingnya, manakala ia sholat berjamaah tidak terganggu dari bau mulut yang keluar dari mulut kita.

Demikian Islam menganjurkan kepada umatnya melakukan siwak agar tentunya tercipta kemaslahatan bagi dirinya sendiri dan bagi orang yang berada di sekelilingnya.

Tatacara Menggunakan Siwak

Siwak yang sangat dianjurkan dalam agama tentunya memiliki ketentuan dalam pelaksanaannya, artinya pelaksanaan siwak itu sendiri sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW dengan baik dan benar.  Adapun hal pertama yang perlu kita perhatikan ketika hendak melakukan siwak adalah niat melakukan kesunahan. Artinya kita sadar ketika melakukan siwak itu merupakan tuntunan dari Rasulullah SAW. Dengan demikian maka akan muncul di dalam diri kita rasa penghambaan kepada AllahSWT. melalui ajaran yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

Adapun tatacara atau kesunahan melakukan siwak dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pertama, bersiwak menggunakan tangan kanan
  2. Kedua, memulai siwak pada sisi sebelah kanan. Artinya sisi atau bagian mukut kanan terlebih dahulu yang didahulukan
  3. Menggosokkan dengan perlahan sisi atas tenggorokan sembari (diulang-ulang), dan
  4. Menggosokkan pada gigi geraham dan gigi lainnya
  5. Dengan melakukan siwak sesuai dengan tatacara sebagaimana di atas InsyaAllah kita telah menjalankan kesunahan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.


Reff:
Al-Baijuri; Syarah Fatkhul Qarib: Darul Kutub Al-Islamiyah

Dapatkan Artikel Kami Gratis

Ketik email Anda di sisi:

Kami akan mengirimkannya untuk Anda

Quality Content