Islam dalam Pengambilan Keputusan

Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.

Kebenaran yang Dilematis

Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita

Islam dan Olah Raga

Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray

Lengkapilah Agamamu dengan Menikah

Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"

Memilih Teman

Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"

Thursday, October 10, 2019

Sholat Tahajjud Lengkap

ARTI, DASAR HUKUM DAN KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJUD

Pengertian Solat Tahajud

Sahabat syariatkita, perlu kita pahami bahwasanya salah satu faktor kemuliaan manusia yaitu terletak pasa sisi ketakwaannya terhadap Allah SWT., sebagaimana difirmankan:

اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَكُمْ 

“Sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

Sebelum kita bahas lebih jauh tentang arti dan keutamaan solat tahajud, akan coba kami bahas terlebih dahulu pengertuan solat tahajud secara detil baik dari segi etimologi dan terminologinya, ibarat orang tua kita dulu mengajarkan jika kita paham akan sesuatu maka kita akan bisa meratapi dan mendalaminya. Tak ubahnya dengan solat tahajud, manakala kita mengetahui arti dan keutamaannya maka kita akan semangat dan khusyuk dalam menjalankannya.

keutamaan sholat tahajjud


Sahabat syariatkita, jika kita telaah dari sudat pandang etimologi sebagaimana telah kita ketahui solat tahajud berasal dari dua suku kata yaitu solat dan tahajud. Kedua kata ini tentunya berasal bahasa Arab yang jika boleh saya uraikan sebagai berikut:

As-Sholatu = Doa, permohonan, pujian dan pendekatan diri kepada Allah
At-Tahajjudu = Tidak tidur di waktu malam

Jika kita kupas lebih dalam kata tahajud itu sendiri memiliki dua arti yang sebenarnya bertolak belakang yaitu; “tidur dan tidak tidur  di waktu malam”. Jika kita terapkan dalam pola susunan:  هَجَدَ الرَّجُلُ, maka artinya “ada seorang yang tidur di waktu malam”. Akan tetapi jika kalimatnya kita beri tasyjid menjadi: هَجَّدَ الرَّجُلُ, maka artinya “orang itu orang itu solatdi waktu malam”. Dalam hal ini  kata tahajud biasa digunakan untuk orang yang bangun tidur dengan tujuan mengerjakan solat.

Dari sudaut pandang terminologi syariat, definisi solat secara umum dapat kita artikan sebagai seperangkat perkataan dan perbuatan yang dilakukan dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh syariat, dimulai dengan takbirotul ihrom dan diakhiri dengan salam. Terminologi ini sebagaimana disampaikan oleh Imam Ar-Rofi’i sebagai berikut:

قَالَ الرَّافِعِيُّ: أَلصَّلاَةُ اِصْطِلَاحاً اَقْوَالٌ وَاَفْعَالٌ مُفْتَتَحَةٌ بِالتَّكْبِيْرِ وَمُخْتَتَمَةٌ بِالتَّسْلِيْمِ بِشَرَائِطَ مَخْصُوْصَةٍ

Imam Ar-Rofi’i berkata; “Solat menurut terminologi syariat adalah segala ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa solat tahajjud merupakan solat sunah yang dilaksanakan pada waktu malam. Para ulama` biasa menyebutkan dan mengidentikkan solat tahajud dengan solat malam yang dilaksanakan sesudah bangun tidur, kendatipun tidak semua solat malam yang dikerjakan setelah tidar adalah solat tahajud. Hal ini dikarenakan antara solat tahujud dengan solat-solat sunah lainnya, seperti solat hajat, solat istikharah, solatwitir dan lain sebagainya tidak mensyaratkan harus dilaksanakan setelah tidur malam.

Solat tahajjud merupakan solat sunah yang dilaksanakan pada waktu malam

Dasar Hukum Solat Tahajjud

Adapun dasar kita melakukan solat tahajud sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW., dalam kitab hadis “Jami’us Shaghir” adalah sebagai berikut:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَاِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَقُرْبَةٌ اِلىَ اللهِ تَعَالى وَمَنْهَاةٌ عَنِ اْلاِثْمِ وَتَكْفِيْرٌ لِلسَّيِّآتِ وَمُطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ

“Kerjakanlah solat tahajud, karena itu merupakan kebiasaan atau tradisi orang-orang yang salih sebelum kalian, (solat tahajud juga) merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT., pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan dan pengusir segala penyakit dari tubuh”. (HR. Ahmad, at-Turmudzi dan Hakim)

Dari keterangan di atas dapat kita ketahui bahwa dalam solat tahajud terdapat fadhilah atau keutamaan yang sangat luar biasa. Keutamaan tersebut tentunya diperumtukkan bagi mere yang mau mengerjakannya. Adapun diantara keistimewaan solat tahajjud adalah orang mengerjakan solat tahajud dan memohon kepada Allah SWT., niscaya Allah SWT., akan mengabulkan apa yang menjadi hajatnya, Allah juga akan menempatkannya pada tempat terpuji (maqomam mahmuda). Inilah alasan kenapa solat tahajud merupakan solat yang telah mentradisi di kalangan salafus salih.

Keutamaan Solat Tahujjjud: Dikabulkan segala hajat dan kebutuhannya, di angkat derajatnya menuju maqom yang mulia (disisi Allah Subhanahu Wata'ala)



Ketentuan Mengerjakan Solat Tahajjud

Adapun ketentuan syarat dan rukun mengerjakan solat tidak jauh berbeda pada solat umumnya, yaitu mengacu pada apa yang dilakukan oleh Rosulullah SAW., sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:

عَنْ مَالِكِ بْنِ اْلحُوَيْرِيْثِ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلُّوْا كَمَا رَاَيْتُمُوْنِىْ اُصَلِّى


“Dari Malik bin Huwairis RA., ia berkata bahwasanya Rosulullah SAW., telah bersabda; solatlah kalian semuanya sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR. Bukhori, Muslim & Ahmad)

Dengan demikian, maka sudah sepatutnya solat-solat yang kita lakukan tidat terkecuali solat sunah tahajud haruslah senantiasa kita benahi dan benahi setiap harinya baik dari segi syarat dan rukunnya. Artinya bisa jadi solat yang selama ini kita lakukan dari segi syaratnya seperti wudhu’nya harus benar, tempatnya harus suci, menghadap kiblat dan lain sebagainya belum sempurnya sehingga perlu pembenahan. 

Bisa pula rukun solat yang kita kerjakan seperti cara mengerjakan takbir, membaca fatihah, dan cara tahiyatnya juga belum sempurna, sehingga hal tersebut perlu pula dibenahi dan disempurnakan lagi sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. Dengan demikian, maka solat yang kita kerjakan diharapkan akan semakin khusyuk, tumakninah.

Pada ruang lingkup yang lebih luas lagi maka solat yang kita kerjakan dengan baik terlebih solat tahajjud dapat membawa dampak yang positif dalam segala kehidupan kita; seperti kita merasa lebih tenang dalam menjanali hidup (emosi ataupun hawa nafsu lebih bisa terkendali), dan yang terpenting lagi adalah kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT., meningkat.

Hikmah dan Keutamaan Solat Tahajud

Pada prinsipnya solat merupakan kewajiban bagi segenap kaum muslimin. Bahkan solat menjadi kebutuhan dasar setiap umat muslim. Artinya seorang muslim yang menjalankan solat maka ia tak ubahnya telah menempuh segala aspek kehidupannya, tidak hanya di dunia saja akan tetapi untuk orientasi kehidupan yang lebih kekal yaitu akhirat. 

Solat merupakan ibadah mahdah (ibadah yang yang langsung kepada Allah) yang pertama di perintahkan  oleh Allah  SWT., kepada nabi Muhammad SAW.,  yaitu sebelum di perintahkan mengerjakan ibadah-ibadah. Sehingga dalam mengerjakan solat terkandung keutamaan yang sangat agung dan luar biasa. 

Solat tahajud  yang  di laksanakan  secara istiqomah, dan penuh keikhlasan pada dasarnya akan  akan membawa kita memperoleh  nikmat yang menyejukkan  pandangan mata, tutur kata yang sopan dan lembut, mantap  dan berkualitas serta di berikan tempat yang terpuji (maqaman mahmudi), baik di dunia maupun di akhirat nantinya dan akan dihapuskan segala dosa dan kejelekannya serta terhindar dari penyalit dzohir dan batin.

Adapun hikmah lain yang dapat kita peroleh dari solat tahajud adalah:
  1. Terbentuk suatu karakter, atau kepribadian yang baik atau orang-orang salih, karena sebagaiman akita ketahui di awal bahwa solat tahajud merupakan adat kebiasaan yang dilakukan oleh orang- orang salih sejak dahulu.
  2. Solat tahajud akan mengangkat derajat seseorang mukmin, mencapai mencapai kemuliaan dan kejayaan di dunia dan akhirat.
  3. Sarana mendekatkan diri atau taqarub kepada Allah SWT. Artinya dengan solat tahajud seseorang akan semakin dekat dengan Allah  SWT.
  4. Dapat terhindar dari perbuatan dosa, artinya dengan solat tahajud seseorang dapat menguasai dirinya serta membentenginya dari perbuatan dosa.
  5. Solat tahajud dapat menghapus  atau menghilangkan segala keburukan hati seperti dengki, sombong, dendam, tamak, bakhil, dan segala sifat tercela  lainnya, yang semua itu merupakan penyakit  rohani.
  6. Solat tahajud juga dapat menghalau atau mengusir penyakit-penyakit lahiruyah atau penyakit jasmani. Artinya, dengan melakukan solat tahajud maka segala macam penyakit jasmani dengan izin Allah SWT., akan sembuh juga.


Solat tahajud mempunyai derajat yang mulia disisi Allah SWT., Solat tahajjud juga dapat melahirkan perasaan-perasaan lembut di dalam hati bagi yang menjalankannya. Solat tahajjud juga dapat melahirkan kenikmatan immaterial dimana seseorang dapat lebih dekat dengan Allah SWT., sehingga orang yang mengerjakan solat tahajud akan memperolah ketenangan  dalam jiwanya. 

Solat tahajud juga merupakan penyebab utama bagi seseorang untuk bisa masuk surga dan Allah akan memujinya dan orang tersebut digolongkan sebagai hamba-hamba Allah yang solih.

Berkaitan dengan keutamaan solat tahajud, Allah SWT. Imam Abu Hurairah RA., berkata, bahwa Rosulullah SAW., bersabda:

اَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ اْلمَكْتُوْبَةِ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ

“Solat yang paling utama setelah solat wajib adalah solat (yang dilakukan) di tengah malam hari”.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW., bersabda:

اِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةٌ، لاَيُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ اَمْرِ الدُّنْيَا وَاْلاخِرَةِ اِلاَّ اَعْطَاهُ اِيَّاهُ، وَذلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di dalam suatu malam terdapat waktu, dimana bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat (pada waktu itu), maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal itu (terjadi) setiap malam”.

Bagi siapa saja yang mengerjakan solat malam (tahajud) dengan sebaik-baiknya dan dengan sopan, tata tertib yang baik serta rapi, Allah SWT. akan memberikan kemuliaan di dunia dan di akhirat, yaitu akan dipelihara oleh Allah SWT. dari segala macam bentuk bencana,

Orang yang rajin mengerjakan solat tahajjud ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya dan akan dicintai oleh semua manusia serta lisannya mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah. Orang yang rajin solat tahajjud juga akan dijadikan oleh Allah sebagai orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama. 

Selain itu, orang yang rajin mengerjakan solat tahajud maka wajahnya akan berseri-seri kelak ketikaberada di hari pembalasan (yaumul jaza’), akan diberi keringanan ketika dihisab, dimudahkan kalau menyebrangi jembatan sirathal mustaqim, bisa melakukanya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar. Sehingga Allah SWT., akan memberikan buku catatan amalnya dari arah kanan atau ia tergolong ashabul yamin.

Waktu Mengerjakan Solat Tahajud

Solat tahajud bisa dikerjakan sepanjang malam mulai setelah solat isya’. Akan tetapi di sepanjang malam tersebut ternyata derajat keutamaannya berbeda antara satu dengan yang lain. Ada yang dinamakan dengan saat-saat yang utama, lebih utama dan saat-saat yang paling utama. Oleh karena itu kita sebisa mungkin meraih waktu tersebut agar ibadah kita di sisi Allah SWT. Mendapat nilai dan derajat yang lebih tinggi.

Adapun klasifikasi keutamaan tersebut dapat kami jelaskan berikut:

  1. Sepertiga malam yang pertama, yaitu kira-kira dari pukul: 19,00 sampai dengan 22.00, ini saat utama.
  2. Sepertiga malam yang kedua, yaitu kira-kira dari pukul: 22,00 sampai dengan jam 01.00, ini saat paling utama.
  3. Sepertiga malam yang ketiga, yaitu kira-kira pukul: 01.00 sampai  dengan  masuknya waktu solat Shubuh, ini adalah saat yang paling utama.

Pada malam-malam itulah apabila orang bangun dan mengerjakan solat tahajud maka akan dikabulkan apa yang menjadi hajatnya, sebab pada malam itu sedikit orang yang bangun dan banyak orang tertidur terlelap. Oleh karena itu, solat tahajud sangatlah dianjurkan oleh agama sebagaimana Rosulullah SAW., bersabda:

عَنْ أَبِى عَبْدِ اللهِ اْلاَغَرِّ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالى كُلَّ لَيْلَةٍ اِلىَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقى ثُلُثُ اللِّيْلِ اْلآخِرِ فَيَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِى فَاسْتَجِبُ لَهُ مَنْ يَسْأَلُوْنِى فَاُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَاغْفِرْلَهُ

Dari Abi Abdullah al-Aghar dari Abi Hurairah, bahwasanya Rosulullah SAW., bersabda; “Tuhan kita (Allah SWT.) turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, maka Dia berseru barangsiapa yang berdoa kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta makan akan Aku berikan (apa yang mereka minta), dan barangsiapa yang memohon ampunan maka akan Aku ampuni baginya.” (HR. Bukhari)


Sumber:
Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia
Teungku  Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Pedoman Sholat
Imam Taqiyuddin Abu Bakar bin Mahmud Al Husaini, Kifayah al-Akhyar
Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazziy, Fath al-Qarib al-Mujib

Demikian semoga bermanfaat, mungkin Anda juga tertarik dengan artikel kami yang lain:

Tuesday, October 8, 2019

Arti Doa Lengkap Haji dan Umroh

ARTIDOA’-DOAPERJALANAN HAJI TAMATTU’ GELOMBANG 2

Sahabat syariatkita, haji merupakan kewajiban bagi seorang muslim baik laki-laki ataupun perempuan seumur hidup sekali bagi yang sudah istithoah (mampu); bai dari segi finansial, fisik dan mental. Artinya orang yang secara finansial telah mampu membayar uang untuk berangkat haji, mampu membiayai kebutuhan istri dan anak yang ditinggalkan selama menunaikan ibadah haji maka ia sudah masuk kategori wajib haji. Akan tetapi disisi lain, orang yang secara finansial sudah mampu untuk menunaikan rukin islam yang ke lima, akan tetapi secara fisik lemah sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat haji maka ia juga tidak kewajiban menjalankannya. Dari segi finansial mampu, fisik oke akan tetapi mental tidak mendukung; seperti halnya misalkan ada orang yang takut naik pesawat dan didukung atau dibuktikan oleh ahli (dokter) manakala naik ia langsung pingsan atau membawa mudharat yang lebih besar pada dirinya maka ia juga tidak berkewajiban menunaikan haji. 

Oleh karena itu mengingat ibadah yang satu ini merupakan ibadah yang sangat didambakan oleh banyak orang, dan mayoritas jika kita melihat prosentasenya adalah orang Indonesia sedangkan disisi lain latar belakang mereka kadang kurang memahami arti dari doa-doa yang dipanjatkan, maka mudah-mudahan arti dan doa yang kami sampaikan ini dapat menjadikan haji yang Anda lakukan lebih bermakna dan lebih khusyu' dengan mendalami dan meresapi setiap rukun haji melalui pemahaman artinya. 

1.      Arti niat sholat safar
Saya niat shalat safar dua rokaat, meghadap kiblat karena Allah Ta’ala
2.      Arti do’a keluar dari rumah
Dengan menyebut nama Allah, saya beriman kepada Allah, saya berserah diri kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah, zat yang Maha Agung
3.      Arti do’a berada di atas kendaraan
Dengan menyebut nama Allah zat yang melakukan dan melepaskan (bahtera), sesungguhnya Tuhanku Dia-lah zat yang Maha Pengampun lagi maha penyayang
4.      Arti doa ketika kendaraan mulai berjalan
Dengan menyebut nama Allah, zat yang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah Maha Besar 3x, Maha suci zat yang telah menundukkan (kendaraan) ini, yang mana kami sebelumnya tidak bisa menyertai (menguasai) nya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kitalah (kita semua) akan kembali
5.      Arti doa ketika tiba di tempat tujuan
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (tempat tujuan), kebaikan penduduknya dan kebaikan apa yang terdapat di dalamnya, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejelakannya (tempat tujuan), kejelakan penduduknya dan kejelekan apa yang terdapat di dalamnya
6.      Arti do’a ketika masuk kota Madinah
Ya Allah, ini (kota Madinah) adalah (kota) kemuliaan utusan-Mu, maka jadikanlah (kota ini) sebagai penjagaku dari api neraka dan menjadi penyelamatku dari siksa
7.      Arti do’a masuk masjid Nabawi
Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kita Nabi Muhammad
8.      Arti do’a sholat tahiyyatul masjid
Saya niat shalat tahiyyatul masjid dua rokaat sembari menghadap kiblat karena Allah Ta’ala
9.      Arti do’a niat I’tikaf
Saya niat melakukan sunah I’tikaf karena Allah Ta’ala
10.   Arti do’a ketika ziarah di makam Rasul
-        Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Rosulullah
-        Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Abu Bakar as-Shiddiq
-        Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Umur bin Khattab

UMROH

1.      Arti do’a mandi ihrom
Saya niat mandi sunah ihrom, karena Allah Ta’ala
2.      Arti do’a sholat tahiyyatul masjid
Saya niat shalat tahiyyatul masjid dua rokaat sembari menghadap kiblat karena Allah Ta’ala
3.      Arti shalat sunah ihrom
Saya niat shalat sunah ihrom dua rokaat sembari menghadap kiblat karena Allah Ta’ala
4.      Arti do’a niat umroh
Saya niat (melakukan) umroh dan dengan ini (pula) aku berumroh karena Allah Ta’ala
5.      Arti do’a setelah selesai ihrom
Ya Allah, sesungguhnya aku telah membatasi/menghalangi diriku dari semua apa yang telah Engkau haramkan kepada orang yang berihrom, maka berikanlah rahmat kepadaku wahai Zat yang kasih sayang-Nya melebihi kasih sayang seluruh alam semesta
6.      Arti bacaan talbiyah
Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, saya memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya segala pujian, kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kita Nabi Muhammad
Ya Allah, sesungguhnya aku minta keridaan-Mu dan surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan (dari) neraka. Ya Allah, berikanlah kebaikan kepadaku di dunia dan di akhirat dan peliharalah diriku dari siksa neraka
7.      Arti do’a memasuki kota Mekah
Ya Allah ini (kota Mekah) adalah (kota) mulia-Mu dan keselamatan-Mu, maka hindarkanlah daging, darah rambut dan kulitku dari neraka, dan selamatkanlah aku dari siksa-Mu di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu (dari kubur), dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang Engkau kasihi dan ahli taat terhadap-Mu
8.      Arti do’a masuk masjidil haram
Ya Allah Engkaulah Maha Pemberi Keselamatan, dari-Mulah keselamatan dan kepada-Mulah keselamatan itu akan kembali, maka hidupkanlah aku (wahai Tuhanku) dengan selamat, dan masukkanlah aku ke surga; tempat keselamatan, wahai Sang Maha Pemberi Berkah dan Maha Tinggi,, wahai zat yang Maha Agung dan Mulia
Ya Allah, bukalah pintu rahmat-Mu untukku, dengan menyebut nama Allah, segala puji bagi Allah, shalawat dan keselamatan semoga tercurah kepada utusan Allah
9.      Arti doa melihat Ka’bah
Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan dan kehebatan pada rumah ini (Baitullah/Ka’bah), dan tambahkanlah (pula) kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan bagi orang yang memuliakannya (Baitullah/Ka’bah), mengagungkannya, dan menghormatinya termasuk di dalamnya yaitu orang yang yang sedang berhaji dan berumroh
10.   Arti do’a niat towaf umroh
Saya niat tawaf umroh di rumah kono ini (Baitul Atiq / Ka’bah) sebanyak 7 kalikarena Allah. Allah Maha Besar
11.   Arti do’a ketika towaf
Mahasuci Allah, segala puji hanya milik Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, tiada daya dan upaya kecuali hanya dengan pertolongan Allah zat yang Mahaluhur dan Mahaagung
12.   Arti doa ketika melewati makam Ibrahim
Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat yang benar dan keluarkanlah aku menuju tempat yang benar, dan jadikanlah untukku dari sisi-Mu pemimpin yang menolong (kami). Dan katakanlah (Muhammad) telah datang kebenaran dan telah binasa kebatilan, sesungguhnya kebatilan pasti akan binasa
13.   Arti do’a diantara rukun yamani & hajar aswad  
Ya Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka, dan masukkanlah kami ke dalam surge beserta orang-orang yang baik, wahai zat yang Mahamulia lagi maha Pengampun, wahai zat yang merajai seluruh alam semesta
14.   Arti niat shalat sunah towaf
Saya niat shalat towaf dua rokaat sembari menghadap kiblat karena Allah Ta’ala
15.   Arti do’a minum air zam-zam
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang lapang, dan disembuhkan dari semua penyakit berkat kasih sayang-Mu, wahai Zat yang kasih sayangnya melebihi kasih sayang seluruh alam semesta
16.   Arti niat sa’i umroh
Saya niat menjalankan sa’i diantara (bukit) shofa dan marwa dengan niat sa’I umroh 7 kali karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar
17.   Arti do’a sa’i
Allah Maha Besar 3x Ya Allah, saya menjalankan sunah Nabi-Mu dan matikanlah aku pada agama-Mu (dalam keadaan Islam), dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesesatan-kesesatan (yang timbul dari) fitnah
18.   Arti do’a diantara pilar hijau
Ya Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, maafkanlah (aku), muliakanlah (aku) dan ampunilah (aku) dari apa (dosa) yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak aku ketahui, sesungguhnya Engkaulah Allah zat yang Mahaagung lagi Mahamulia  
19.   Arti do’a ketika mendekati marwah dan shofa
Sesungguhnya (bukit) shofa dan marwa termasuk salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah, maka barang saiapa berhaji ke Baitullah (ka’bah) ataupun menjalankan umroh maka tiada dosa baginya mengelilingi keduanya. Dan barang siapa melakukan amalan sunah (maka hal itu) baik (baginya) dan sesungguhnya Allah adalah zat yang Maha Menerima (amal) lagi Maha Mengetahui
20.   Arti do’a menggunting rambut
Ya Allah, jadikanlah setiap helai rambut (ini) cahaya kelak di hari kiamat
21.   Arti niat towaf sunah
Saya niat (menjalankan) tawaf sunah di tehmpat yang kuno ini (Ka’bah) 7 putaran karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar

SUJUD SYUKUR

1.      Arti niat sujud syukur
Saya niat sujud syukur karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar
2.      Arti bacaan sujud syukur
Saya menghadapkan wajahku pada Zat yang menciptakannya (wajah) membentuknya dan membedah pendengarannya dan penglihatannya, dengan daya dan kekuatan-Nya maha suci Allah Zat Yang Pencipta yang paling baik
3.      Arti do’a agar bisa kembali mengunjungi Ka’bah lagi
Ya Allah, (berikanlah anugerah kepadaku) agar bisa kembali mengunjungi Ka’bah beserta anak-anak (lk & pr) ku
4.      Arti niat haji
Saya niat haji dan berihrom dengannya (haji) karena Allah Ta’ala
5.      Arti do’a melempar jumroh ula
Saya niat melempar jumroh ula (pertama) dengan tuju kerikil karena Allah Ta’ala. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar
6.      Arti do’a melempar jumroh wusto
Saya niat melempar jumroh wusto (tengah) dengan tuju kerikil karena Allah Ta’ala. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar
7.      Arti do’a melempar aqobah
Saya niat melempar jumroh aqobah dengan tuju kerikil karena Allah Ta’ala. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang baik, dan jadikanlah sa’iku sa’i yang diterima dan diampuni dosaku, dan amal baik yang diterima dan dagangan yang tiada merugi. Amin…

https://syariatkita.blogspot.com



Monday, October 7, 2019

Keutamaan Ramadhan


MENJADIKAN KEUTAMAAN RAMADHAN SEBAGAI MOTIVASI UNTUK MENANAMKAN SPIRIT & KEBIASAAN IBADAH SETELAH RAMADHAN


اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي جَعَلَ رَمَضَانَ سَيِّدَ الشُّهُورْ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعالى عَلىَ جَمِيْعِ نَعْمَائِهِ حَمْدَ عَبْدٍ شَكُورْ، اَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهْ اَلْمَلِكُ الْغَفُورْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ مَشْهُورْ. اَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ اَلَّذِيْ نَرْجُوْا شَفَاعَةً مِّنْهُ عِنْدَ الْبَعْثِ وَالنُّشُورْ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْن:أعوذ باالله من الشيطان الرجيم  بسم الله الرحمن الرحيم "شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمْ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمْ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمْ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ". الأية صدق الله العظيم أما بعد.
Ma’aasyirol khaadiriin, sidang jum’ah rokhimakumullah
Melalui mimbar jum’ah yang mulia ini saya tidak henti-hentinya mengajak diri saya pribadi dan kepada para jamaah sholat jum’at pada umumnya, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT., dengan memperbaiki kualitas keimanan dan rasa penghambaan kita kepada Allah SWT., Takwa yang berarti menjalankan segala perintah Allah SWT., dan menjauhi semua yang menjadi larangannya. Karena dengan ketakwaan, maka kita akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT., sebagaimana difirmanfan dalam AL-Qur’an:
اِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ
Yang artinya (والله أعلم بمراده):
“Sesungguhnya semulya-mulya kalian disisi Allah, adalah kalian yang paling bertakwa”

Ma’aasyirol khaadiriin, hadaaniyaAllaahu wa iyyaakum
Bulan Ramadhan atau yang kita sebut dengan bulan puasa merupakan bulan yang sangat mulia, bulan yang penuh berkah, dan bulan yang penuh dengan maghfiroh serta rohmat Allah SWT., dimana Allah SWT., melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada siapapun dari hamba-hambanya yang tidak hanya menjalankan puasa saja, akan tetapi rohmat tersebut juga diberikan kepada orang non muslim yang mau menghormati bulan Ramadhan.
Salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT., yang menunjukkan keagungan bulan ramadhan adalah sebagaimana dikutip dalam kitab “Durrotun Nasihin”, dimana dijelaskan bahwasanya pada zaman dahulu ada seorang wanita yang beragama majusi atau penyembah api, pernah suatu hari ketika ia mengajak anaknya pergi ke salah satu pasar di kota tersebut, wanita majusi tersebut melihat anaknya yang masih kecil makan dan minum di tempat keramaian yang mana ditempat tersebut penuh dengan orang-orang Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Melihat hal deikian, sontak apa yang dilakukan wanita majusi tersebut kepada anaknya, wanita tersebut spontan memukul anaknya dengan berkata:
يَا بُنَيَّ لِمَ لَمْ تَحْفَظْ حُرْمَةَ الْمُسْلِمِيْنَ فِىْ نَهَارِ رَمَضَانَ؟
“Wahai anak ku, mengapa engkau tidak menjaga kehormatan orang-orang Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan”
Al-kisah dalam kitab tersebut diterangkan, bahwa wanita majusi yang memukul anaknya agar tidak makan dan minum di tempat umum dengan tujuan untuk menghormati orang-orang muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa saja, Allah SWT., memberikan kemuliaan dan derajat berupa “khusnul khotimah” dengan mengikrarkan kedua kalimat syahadat sebelum ajal menjemputnya, apalagi kita yang menjalankannya. SubhanAllah, begitu mulianya kita yang sampai dengan detik ini masih dianugerahkan oleh Allah SWT., dapat menjalankan ibadah puasa.


Ma’aasyirol khaadiriin, jamaah jum’ah rokhimakumullah
Mengenai kemuliaan bulan Ramadhan, dalam sebuah hadis pernah junjunagan kita baginda Agung Nabiyullah Muhammad SAW., menyampaikan khutbah kepada para sahabat beliau di akhir bulan Sya’ban:
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ، (اِلَى أَخِرِ الحديث.......)
Yang artinya:
“Wahai sekalian manusia, sungguh telah dekat dengan kalian semua bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan yang didalamnya terdapat satu malam yang mana malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan, Allah menjadikan puasa sebagai kewajiban, dan (menjadikan) shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan suatu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti telah melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya”. (Demikian kutipan sebagian isi khutbah Rasulullah yang disampaikan oleh beliau di akhir bulan Sya’ban)
Sidang jum’ah yang dimuliakan oleh Allah
Dari hadis di atas, nampak jelas bagi kita bahwasanya Allah SWT., menjadikan bulan Ramadhan sebagai ladang pahala yang sangat subur bagi hanba-Nya yang mendapati bulan Ramadhan, dimana orang yang mengerjakan amaliyah ataupun ibadah-ibadah sunnah selama di bulan Ramadhan maka ia akan diberikan balasan pahala sebagaimana orang yang mengerjakan amalan wajib di bulan selain ramadhan, dan orang yang mengerjakan amalan wajib selama di bulan Ramadhan maka akan diberikan pahala layaknya orang yang mengerjakan 70 kali lipat amalan wajib yang dikerjakan di bulan selain Ramadhan.  (masyaAllah...)
Kalo boleh membuat suatu tamtsil atau perumpamaan, maka Ramadhan dapat saya ibaratkan seperti sebuah media tanam, dimana media tanam tersebut sangat subur sehingga biji apapun yang ditanam di dalamnya akan tumbuh dengan baik, dedaunannya hijau ranum dan batang pohonnya sangatlah sehat, akar-akarnya kuat dan kokoh sehingga membuat semua orang terpana dan terbelalak matanya ingin memilikinya. Inilah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT., bagi hamba-Nya yang beriman dan menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Orang yang beriman dan menjalankan ibadah puasa sebagaimana diperintahkan oleh syariat, maka ia akan memperoleh pahala yang tak terhingga di sisi Allah SWT.
Ma’aasyirol khaadiriin, rohimakumullah
Akan tetapi media tanam hanyalah tempat penyemaian sementara, dimana setelah tiba saatnya maka tanaman yang ada di dalam tempat penyemaian tersebut pastilah akan dipindahkan ke tempat lain yang derajat kesuburan tanahnya belum tentu sama dengan media tanam sebelumnya. Bisa jadi benih yang ditanam adalah benih dengan predikat “super”, harganya sangat mahal dan belum tentu semua orang mampu membelinya. Akan tetapi ternyata belum menjadi jaminan, benih yang mendapatkan predikat “super” akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di tanah lain manakala tanah tersebut tidak diberikan pupuk, tidak dirawat dengan baik atau kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah tersebut tidak cocok dengan kriteria bibit yang di tanam sekalipun telah dilakukan perawatan. Belum tentu pula benih tersebut akan menghasilkan buah yang ranum dengan kualitas super manakala tidak dirawat dan dijauhkan dari segala hama tanaman. Sehingga banyak orang yang berpuasa, akan tetapi ia tak ubahnya hanya sekedar menjalankan rutinitas dan menggugurkan kewajiban puasa semata. Artinya apa, banyak orang berpuasa selama di bulan suci Ramadhan, malamnya melakukan qiyamullail dengan salat tarawih, memperbanyak tadarus Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lain, akan tetapi selepas puasa amalan-amalan dan nilai-nilai yang terkandung selama dalam bulan suci Ramadhan sama sekali tidak ia pertahankan, justru 180 derajat berbalik arah dari kebiasaan ibadah di bulan suci Ramadhan (وَاْلعِيَاذُ بِاالله......)
Rasulullah dalam sebuah hadis menyampaikan,
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلَّا الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ
Yang artinya
“Banyak sekali orang yang berpuasa, akan tetapi ia tidak memperoleh (pahala dan keutamaan) dari puasanya, yang ia perkoleh hanyalah rasa lapar dan dahaga”
Jama’ah jum’ah rohimakumullah
Dalam media tanam pun, jikalau SOP pemberian nutrisi dan perawatan benih diindahkan oleh orang yang merawatnya, ia mengabaikan ketentuan-ketentuan yang telah terpampang jelas di sana, maka benih yang disemai pun tentu akan tidak bisa tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Inilah perumpamaan bagi orang yang puasa akan tetapi ia mengindahkan syarat rukun dan ketentuan lain yang telah ditetapkan oleh syariat. Sehingga jikalau kita mengharapkan benih yang sudah tumbuh subur selama dalam masa penyemaian, agar tetap dapat terus bertumbuh menjadi pohon yang berkualitas “super” maka kebiasaan-kebiasaan ataupun nutrisi dan asupan gizi serta unsur hara yang terkandung di dalam media tanam tersebut sudah sepatutnya harus terus kita berikan dan kita pertahankan. Allah SWT., berfirman di dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
 Yang artinya
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”
Jadi, dari ayat di atas sudah sangat jelas, bahwasanya tujuan daripada Allah SWT., mewajibkan puasa tiada lain adalah supaya kita menjadi hanba-Nya yang bertakwa. Dengan kata lain, setelah kita sebulan penuh menjalankan ibadah puasa maka harapannya tiada lain adalah sebagaimana kita sudah menempuh ujian dan dinyatakan lulus dengan mendapatkan predikat dan gelar kehormatan sebagai seorang muslim yang “muttaqin” atau seorang muslim yang bertakwa. Dan gelar kehormatan sebagai “muttaqin” tersebut akan tersemat dengan baik pada diri kita manakala kita dapat menjaga ketakwaan kepada Allah SWT., dengan terus menjaga dan meningkatkan kualitas dan mutu ibadah di bulan selain Ramadhan.
Ma’aasyirol khaadiriin, rohimakumullah
Bulan suci Ramadhan bagi kita merupakan “kawah condro dimuko” atau sebagai media penggembelengan, media melatih hawa nafsu kita agar tunduk dan patuh terhadap aturan syariat, mengatur kepribadian kita sehinga kita dapat menjadi pribadi yang disiplin, taat dan patuh terhadap aturan syariat. Karena tentunya sehaus apapun atau se lapar apapun kita berpuasa, tentunya selama belum masuk waktu maghrib maka ego diri kita untuk dapat menyantap enaknya hidangan dan segarnya minuman tertahan dengan aturan syariat. Sehingga hal ini sangat sesuai dengan makna daripada kata “romadhon” itu sendiri yang berarti membakar. Orang yang menjalankan ibadah romadhon hakikatnya ia sedang membakar dosa-dosanya, ia membakar hawa nafsunya, ia membakar sifat egoismenya dan ia membakar semua sifak jelek yang ada pada dirinya.
Ma’aasyirol khaadiriin, rohimakumullah
Akhir daripada khutbah ini, mudah-mudahan Allah SWT., senantiasa melimpahkan taufik dan karunia-Nya kepada kita semua untuk dapat menjaga dan mempertahankan ibadah serta nilai-nilai dan keutamaan yang terkandung di dalam bulan suci Ramadhan. Mudah-mudahan Allah SWT., memberikan kita segenap kekuatan untuk terus dapat beristiqomah di dalam beribadah sehingga predikat “muttaqin” atau insan yang bertakwa terus tersemat di dalam diri dan hati sanubari kita. Amin yaa robbal ‘alamiiin...
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْأَنِ الْعَظِيمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، فَتَقَبَّلْ مِنِّي تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ
  
 
keutamaan puasa


Wednesday, January 9, 2019

hukum bermadzhab lengkap

HUKUM BERMADZHAB

Sahabat syariatkita, Indonesia yang merupakan mayoritas pemeluk agama Islam dengan keanekaragaman suku dan budaya yang melatarbelakanginya ternyata ketika kita tarik dari sudut pandang masalah muamalah dan ubudiyah memiliki aliran yan ternyata berbeda antara satu dengan yang lain. Hal itu tiada lain dikarenakan dari kecakapan ilmu agama yang dimiliki, cara pandang beragama dan pemahaman beragama sendiri yang dimiliki. Artinya, orang yang memiliki pengetahuan agama yang lebih dalam ia pasti akan melakukan praktik keagamaan dengan berbagai varian atau saya menyebutnya “gaya dan selera beribadah”. Akan tetapi perlu digaris bawahi bahwa gaya dan selera beribadah bukan berarti mereka menjalankan praktik ibadah seenaknya sendiri, melainkan ibadah yang mereka jalankan tetap mengacu pada konsep beragama yang telah ditetapkan oleh para mujtahid. Sedangka norang yang dengan bekal agama yang hanya “tau saja” mereka pasti terkesan kaku dan monoton dalam praktik ibadah, dan cenderung menganggap orang yang menjalankan agama diluar yang ia ketahui pasti akan dicap sebagai praktik ibadah yang salah. Maklum, ibarat orang yang mau bepergian hanya tau satu rute maka ia hanya akan lewat melalui rute yang ia ketahui saja. Yang ironi kadang orang yang seperti ini tidak mau membuka mindset dan tidak mau terus memperdalam pengetahuan agama yang ia ia miliki. Padahal mencari ilmu itu hukumnya wajib tidak mengenal waktu dan tempat (baca artikel selengkapnya di hukum menuntut ilmu). Perbedaan sebagaimana di atas itulah yang merupakan domain khilafiyah atau perbedaan praktik ibadah yang akan kita fokuskan pada pembahasan kita kali ini yaitu mengenai hukum bermadzhab.

Dapatkan Artikel Kami Gratis

Ketik email Anda di sisi:

Kami akan mengirimkannya untuk Anda

Quality Content