Islam dalam Pengambilan Keputusan

Islam adalah agama yang "Rahmatan Lil 'Alamin", keberadaanya membawa kedamaian bagi umat semesta alam. Hal ini dapat kita lihat diantaranya dalam pengambilan keputusan kita dilarang dalam kondisi labil.

Kebenaran yang Dilematis

Kebenaran dalam beberapa hal ternyata tidak selalu berdampak baik bagi pelakunya. Dalam konteks ini kita harus tetap menyampaikan kebenaran tersebut sekalipun dilematis buat kita

Islam dan Olah Raga

Disebutkan bahwa, "Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai oleh Allah SWT., daripada mukmin yang lemah" So, keep healty, keep financial and pray

Lengkapilah Agamamu dengan Menikah

Salah satu ibadah yang enak dan berpahala banyak adalah melangsungkan pernikahan. Bagaimana tidak, karena nikah merupakan salah satu sunah para rasul "Sunanun min Sunanil Mursalin"

Memilih Teman

Teman menjadi orang yang paling mewarnai hidup kita, baik deri segi sikap tindakan dan sikap mental seseorang. Olehkarena itu Islam mengajarkan agar dalam bergaul kita benar benar berhati-hati karena "Al-Mu'asyarotu Muatsiroh"

Tuesday, August 20, 2024

Kedudukan Sholat di Dalam Islam

Sahabat syariatkita, sebelum ke pembahasan sholat terlebih dahulu akan kita bicarakan pengertian sholat itu sendiri. Secara etimologi sholat berarti "doa", sedangkan secara terminologi sholat adalah suatu istilah dari beberapa rukun tertentu dan dzikir sebagaimana yang kita ketahui dengan beberapa syarat yang telah ditentukan dan dikerjakan di waktu yang ditentukan pula.

Pengertian lain dari pada sholat secara istilah adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat, rukun dan waktu yang telah ditentukan.

Sholat Merupakan Pondasi Agama

Sholat di dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat agung dan mulia. Sholat merupakan rukun Islam yang kedua. Hal tersebut sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari sanadnya Ibnu Umar RA:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةُ اَنْ لآ اِلَهَ الا الله وان محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان

Hadis sebagaimana di atas memberitahukan kepada kita dimana Rasulullah ﷺ pernah bersabda, Islam dibangun di atas 5 dasar yaitu:

  1. Persaksian bahwa Tidak ada Ilah yang (wajib diibadahi) selain Allah ﷻ
  2. Mendirikan sholat
  3. Menunaikan Zakat
  4. Haji (bagi yang mampu, perjalanan pulan pergi, sehat fisik dan mental), dan
  5. Puasa di bulan Ramadhan



Kelima dasar sebagaimana di atas wajib diamalkan oleh setiap muslim, dimana setiap orang yang mengaku muslim diwajibkan menjalankan rukun-rukun Islam. Dengan demikian, orang muslim yang tidak mendirikan sholat berarti mereka telah merobohkan Islam itu sendiri.
Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadits:

اَلصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ فَمَنْ اَقَامَهَا فَقََدْ اَقَامَ الدِّيْنِ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنِ

Sholat merupakan tiang agama, barang siapa mendirikan sholat berarti ia telah menjaga kokoh dan tegaknya agama, akan tetapi barang siapa yang meninggalkan sholat ia telah meruntuhkan agama. Semoga Allah ﷻ memberikan istiqomah dan taufik dalam beribadah kepadanya. Amin


Sholat Menjadi Barometer Amal

Sahabat, semua makhluk kelak di hari kiamat pasti akan dihadapkan kepada Robbul 'Izzati wal Jalaali yakni Allah ﷻ dan akan dihisab. Jika amal kebaikan seorang baik ia akan menuai balasan kebaikan tersebut beitu juga sebaliknya, yakni jika amalnya jelak maka ia akan menuai kejelekan itu pula.

Allah ﷻ berfirman:

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا  يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

Barang siapa beramal kebaikan semisal biji yang paling kecil, kelak ia akan melihat balasan kebaikan tersebut dan barang siapa beramal kejelekan semisal biji yang paling kecil pula maka ia jua akan melihat balasan kejelekan tersebut.


Sehingga sebagai seorang muslim maka kita dituntut untuk senantiasa beramal kebaikan dan menjauhi dari segala perbuatan haram dan yang dilarang oleh Allah ﷻ.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairoh rasulullah ﷺ bersabda:

اول ما يحايب الناس به يوم القيامة من اعمالهم الصلاة. قال يقول ربنا عز وجل لملآئكته وهو اعلم: انظروا في صلاة عبدي اتمها ام نقصها؟ فإن كانت تامة كتبت له تامة وان كان انتقص منها شيا قال: انظروا لعبدي هل من تطوع؟ فإن كان له تطوع قال: اتموا لعبدي فريضته من تطوعه ثم تؤخذ الأعمال من ذالك

Melalui hadis sebagaimana di atas Nabi ﷺ memberitahukan kepada umatnya bahwa amal yang pertama kali dihisab kelak di hari kiamat adalah sholat. Jika seorang hamba menyempurnakan shalatnya maka ditulis baginya shalat yang sempurna. Akan tetapi jika shalat seorang hamba ada yang kurang maka dicari apakah ia memiliki amalan-amalan sholat sunah, jika terdapat amalah sunah maka disempurnakan (pahala) shalat baginya.

Dalam riwayat lain disebutkan yang artinya, "Sesungguhnya pertama kali yang akan dihisab bagi seorang hamba pada hari kiamat adalah sholat, jika sholatnya baik maka maka baik pula seluruh amalnya dan jika sholatnya rusak maka rusaklah seluruh amalnya". Dengan demikian para sahabat, jangan pernah kita menyepelekan sholat kita, jagalah sholat dalam kondisi dan situasi apapun, jangan pernah gadaikan sholat kita dengan dunia.

Artikel yang lain:




Sunday, August 18, 2024

Menjaga Lisan Bagian Dari Iman

Cabang Iman Ke 34 Menjaga Lisan

Sahabat syariatkita, iman merupakan bentuk pengakuan seorang hamba akan adanya sang pencipta yakni Allah ﷻ , dimana mereka meyakini bahwa Allah ﷻ adalah Esa tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan. Selain itu seorang yang beriman atau disebut dengan orang mukmin ia harus meyakini 6 hal dan ini menjadi pondasi atau rukun dripada iman.
Adapun rukun iman yang enam yaitu:
  1. Iman kepada Allah ﷻ 
  2. Iman kepada para malaikat-Nya
  3. Iman kepada kitab-kitab-Nya
  4. Iman kepada para rasul atau utusan Allah ﷻ 
  5. Iman kepada hari akhir (hari kiamat)
  6. Iman kepada qodho' dan qadar yakni ketetapan Allah Ta'ala sejak zaman azali baik berupa ketetapan yang baik atau yang buruk semua berasal dari Allah Ta'ala
Ke-enam rukun iman sebagaimana di atas merupan pondasi iman yang wajib diyakini bagi setiap orang mukmin. Meskipun demikian iman memiliki cabang-cabangnya yang berarti kesempurnaan iman dan bukti dari pada iman seseorang tertuang dan tercermin dari cabang iman tersebut.


Seorang yang beriman dituntut membuktikan keimanannya yaitu dengan amalan-amalan yang baik, tidak mungkin seorang mengaku iman akan tetapi perilaku dan tindakannya berseberangan dari prinsip-prinsip keimanan yang diyakininya. Diantara cabang keimanan yang ke 34 adalah menjaga lisan, tidak menggunakan lisannya dari menyakiti orang lain seperti memfitnah, menggunjing, dan hal lain yang menimbulkan kemudharatan bagi muslim lain.

Berkata baik, atau diam

Cabang iman ke 34 mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bertutur kata yang baik, tidak menggunakan lisan untuk hal yang menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi orang lain. Rasulullah ﷺ dalam haditsnya menyebutkan:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِااللهِ وَالْيَومِ الْأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرٌا اَوْ لِيَصْمُتْ


Ayat diatas bermakna, barang siapa yang beriman kepada Allah Ta'ala dan hari akhir maka berkatalah yang baik, dan jika tidak memungkinkan untuk mengatakannya maka diamlah. Diam lebih baik daripada berkata tetapi menyakitkan orang lain.

Menjadi peringatan bagi kita bersama, bahwa berkata baik itu merupakan kewajiban bagi setiap orang beriman. Hal ini dikarenakan setiap apapun yang orang mukmin katakan kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah Ta'ala. 



Jika perkataan baik kelak akan menjadi pemberat timbangan di akhirat akan tetapi jika perkataan jelek yang kita ucapkan kelak akan menjadi hisab yang memberatkan. Degan demikian sudah seyogyanya seorang mukmin berkata baik dan menhindari berkata buruk atau perkataan yang tidak bermanfat.

Allah Ta'ala berfirman dalam surah Qof ayat: 18 sebagai berikut:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Tiada ucapan yang diucapkan melainkannya melainkan di dekatnya ada malaikat Rokib dan Atid yakni malaikat pengawas yang senantiasa menulis amal perbuatan kita.

Berdasarkan ayat di atas, Allah Ta'ala senantiasa menghitung dan mencatat amal perbuatan kita melalui malaikat yang Ia utus yakni Rokib dan Atid, kalau manusia mungkin masih bisa ditipu akan tetapi malaikat pasti akan senantiasa menulis sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah Ta'ala kepadanya.

Diam Merupakan Akhlak Yang Mulia

Rasulullah ﷺ adalah pribadi yang sangat mulia, meskipun ketika berdakwah beliau tidak jarang dimusuhi, dihina hingga dicaci maki. Meskipun demikian Rasulullah ﷺ tidak membalsnya, beliau tersenyum sembari bersabar mendoakan kaumnya yang menghina dan memusuhinya.

Doa Rasulullah ﷺ adalah:

اَللَهُمَ اهْدِ قَوْمِيْ فَاِنَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ

Ya Allah... berikanlah petunjuk kepada kumku, kerena sesungguhnya mereka belum mengetahui.

Kesabaran dan ketabahan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi umatnya yang belummendapatkan hidayah patut dan sudah seharusnya menjadi tauladan bagi umatnya. Keteladanan Rasulullah ﷺ  tersebut menjadikan beliau sebagai "Khoirul Anbiya' wal Mursalin" yakni nabi terbaik yang diutus oleh Allah ﷻ .

Dalam sebuah hadits disebutkan:

قََيِمُ الدِيْنِ الَصَلَاُة وَسَنَامُ الْعَمَلِ اَلْجِهَادُ وَاَفْضَلُ الْاَخْلَاقِ اَلْاِسْلَامُ حَتَى يَسْلَمَ النَاسُ

Tiang agama adalah Islam, puncak daripada amal adalah jihad dan aklak yang paling utama adalah Islam sehingga orang selamat dari tindakannya.

Tidak menyakita orang lain dengan tidak berkata kasar dan kotor merupakan cerminan Islam, sehingga dengan tidka berkata kasar menjadikan orang lain merasa aman dan nyaman hidup berdampingan dengannya.

Artikel kami yang lain:

Saturday, August 17, 2024

Hakikat Kemerdekaan Indonesia

Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-79

Bismillah, sahabat syariatkita banyak diantara kita mendambakan kemerdekaan; kemerdekaan berpikir, kemerdekaan bertindak dan kemerdekaan meentukan hak dan pilihan dalam berpolitik. Meskipun demikian ternyata tidak selamanya kemerdekaan yang kita persepsikan adalah baik dan mengandung kemaslahatan di dalamnya.

Alih-alih mengatasnamakan kemerdekan terkadang pilihan bertindak berargumen dan menentukan suatu pilihan tidak jarang justru menjerumuskan kita kepada suatu yang mengarah pada nilai-nilaikemerdekaan yang sesungguhnya. Hal ini dikarenakan salah dalam memaknai kemerdekaan itu sendiri.

Hakikat daripada suatu kemerdekaan sebenarnya tidak sepenuhnya berkonotasi "Bebas" dalam menjalankan sesuatu, kemerdekaan sejati yaitu makanala kita mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain, tidak melakukan sesuatu yang membahayakan dan berakibat buruk untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar itulah makna kemerdekaan yang sejati.

Makna Kemerdekaan Indonesia

Alenia Ke-2 UUD Negara RI Tahun 1945 menyebutkan bahwa kemerdekaan negara Indonesia adalah anugerah dari Allah SWT, dengan demikian kemerdekaan negara ini adalah kemerdekaan yang dianugerahkan oleh Allah SWT dan wajib bagi kita untuk menjaga dan mengisinya dengan ketakwaan dalam beribadaah dan ketaatan dalam menjalankan kesepakatan bernegara, patuh terhadap pemerintah dan pemerintah membuat regulasi yang mengayomi dan melindungi rakyatnya.

Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah bisa diraih tanpa adanya anugerah dari Allah Ta'ala, pun kemerdekaan juga menjadi wacana belaka tanpa ada keinginan dan usaha untuk mewujudkan kemerdekaan itu sendiri, sehingga alenia ke-2 UUD tersebut menyebutkan dengan kalimat "dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur". Alenia ini menunjukkan adanya itikan dan upaya sungguh-sungguh dari seluruh komponen warganya dapam upaya mewujudkan kemerdekaan yang di cita-citakannya.

Kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah bisa diraih tanpa adanya anugerah dari Allah Ta'ala.

Tanpa adanya upaya yang gigih dan pengorbanan yang berdarah-darah mustahil kemerdekaan negara ini dapat diraih. Yang menjadi PR bagi kita semua sebagai generasi penerus tongkat estafet kemerdekaan negara ini adalah meneruskan perjuangan para pendahulu (founding fathers) dengan mengisinya dengan hal-hal positif yang dapat memajukan dan memakmurkan negara ini.

Berbicara mengenai upaya memakmurkan dan memajukan negara ini yaitu tidak bisa terlepas dari komitmen pemerintah dan dukungan masyarakat yang kompak mewujudkannya. Program pemerintah yang baik dapat mendorong kemajuan dan kemakmuran warganya akan tetapi program pemerintah yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu justru akan membawa kemunduran bagi negara ini, membawa pada kemerosotan bernegara dan pada akhirnya akan menurunkan kepercayaan warga terhadap pemerintah.

Dengan demikian upaya mengisi kemerdekaan yang baik adalah adanya kebijakan yang menguntungkan rakyat, tidak membebankan warganya, tidak membuat kebijakan yang hanya berpihak kepada kalangan tertentu saja. 

Upaya Mengisi kemerdekaan Indonesia

Jika kemerdekaan negara ini tidak bisa terlepas dari perjuangan dan keinginan yang gigih dari para pendahulu negara ini, maka upaya mengisi kemerdakaan menjadi hal yang niscaya setelah terwujud kemerdekaan negara Indonesia ini. Tanpa adanya upaya yang baik dan saling sinergi antara pemerintah dan warganya maka kemajuan suatu negara sulit untuk diwujudkan, yang ada hanyalah program semu yang tidak jelas dan menambah beban negara.

Upaya mengisi kemerdekaan dengan program yang memihak rakyat dan memjukan negara menjadi hal yang niscaya dilakukan oleh pemerintah, begitu juga upaya mengisi kemerdekaan dengan tunduk dan patuh terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah menjadi al yang niscaya dilakukan oleh rakyat dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian untuk mewujudkan kemerdekaan dan pembangunan negara kedepan yang baik, butuh sinergitas antara pemerintah dan warganya. 


Adapun upaya-upaya dalam menyongsong kemerdekaan negara ini setidaknya dapat dilakukan melalui hal-hal sebagai berikut:

Kewajiban Pemerintah:

  1. Mengolah dan memanfaatkan kekayaan alam serta sumberdaya yang dimiliki negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  2. Meneruskan cita-cita pendiri bangsa dengan mengamalkan amanat UUD Negera dengan baik.
  3. Membuat regulasi yang menguntungkan dan berpihak serta melindungi seluruh tumpah darah negara ini.
  4. Menegakkan supremasi hukum sehingga rakyat merasa aman dan menaruh kepercayaan kepada negara.
  5. Memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme dalam segala lini kehidupan berbangsa danbernegara.

Kewajiban Warga Negara:

  1. Menjadi warga negara yang baik.
  2. Taat dan patuh terhadap pemerintah.
  3. Ikut serta dalam pembangunan negara
Demikian semoga bermanfaat.
Artikel yang lain:


Wednesday, August 14, 2024

Hati hati terhadap dosa ini

Dua Dosa Yang Azabnya Ditimpakan Langsung Di Dunia

Sahabat syariat kita, nampaknya tiada manusia yang terlepas dari perbuatan salah dan dosa kecuali Rasulullah ﷺ yang memang ma'sum oleh Allah Ta'ala. Pengertian maksum disini berarti Rasulullah ﷺ terjaga dari perbuatan salah dan dosa. 

Adapun "kesalahan" biasa tepatnya sebenarnya bukan kesalahan melainkan hal yang tidak sesuai secara normatif syariat yang terjadi pada Rasulullah ﷺ adalah semata mata dalam rangka littarbiyah wa ta'lim yakni mengajarkan kepada umatnya terhadap sesuatu yang harus mereka lakukan. 

Seperti pernah suatu ketika Rasulullah ﷺ kaena lelah dan capai sehabis perjalanan bersama sahabat beliau kesiangan lantas beliau sholat shubuh seketika itu juga. Ini mengajarkan kepada umat bagaimana kita melaksanakan sholat ketika bangun kesiangan.


Berbeda dengan kesalahan sebagaimana di atas, kesalahan yang terjadi pada manusia adalah dikarenakan mereka sendiri dan dilatar belakangi oleh hawa nafsu. Hal ini sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur'an:

 اِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي

Yakni kecenderungan nafsu itu senantiasa mengarahkan kepada perbuatan jelek.

Dengan demikian manusiatidak dalam menjalani kehidupan tidak lah terlepas dari kesalahan, sehingga kita diperintahkan untuk senantiasa beristighfar dan bertaubat atas kesalahan dan dosa yang kita kesalahan. Hal ini dikarenakan sebaik baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat kepada Allah ﷻ 


Jenis Dosa Yang Tidak Diampuni oleh Allah SWT

Orang yang berdosa manakala ia bertobat dan beristighfar meminta ampunan kepada Allah ﷻ maka Allah ﷻ akan mengampuninya. Hal ini menunjukkan sifat kemurahan Allah ﷻ yang teramat tinggi kepada hambaNya. Meskipun demikian seseorang yang bertaubat dari dosa dan kesalahan tidak selamanya akan mendapatkan ampunan Allah ﷻ manakala ia terusa dan terus mengulang kesalahannya. Mengapa demikian, hal ini dikarenakan orang yang bertaubat dan masih mengulangi kesalahan yang serupa ia tak ubahnya seperti orang yang meremehkan dan meledek Tuhannya. hal tersebut sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah ﷺ :

اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَأ ذَنْبَ لَهُ وَالتَّئِبُ مِنَ الذَّنْبِ وَهُوَ مُصِرٌّ عَلَيْهِ كَاالْمُسْتَهْزِءِ رَبَّهُ

Hadits tersebut diatas mengandung pengertian orang yang senantiasa mengulangi kesalahannya lantas bertobat, mengulani kesalahannya dan bertaubat secara terus menerus adalah orang yang mempermainkan Tuhannya, sehinga Allah Ta'ala-pun enggan memberikan ampunan kepadanya. 

Artikel kami yang lain: Sumber-sumber hukum dalam Islam dan Penjelasannya secara lengkap

Jadi sahabat jangan sampai kita mengulan kesalahan kesalahan, ketika kita bertauban maka bertaubatlah dengan taubatan nasuha yakni taubat yang baik, taubat yangtidak mengulang kesalahannya kembali.

Adapun dosa yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah ﷻ adalah dosa syirik, syirik yakni mensekutukan Allah ﷻ dengan makhluknya, menganggap ada kekuatan selain Allah ﷻ , menganggap ada yang lebih baik selain Allah ﷻ , menganggap ada yang lebih patut selain Allah ﷻ . Hal -hal tersebut merupakan perbuatan syirik yang pelakunnya selama lamanya tidak akan diampuni oleh Allah Ta'ala

Allah ﷻ berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ

Sesungguhnya Allah ﷻ tidak mengampuni dosa syirik dan Allah ﷻ mengampuni dosa selainnya yakni bagi hambaNya yang Ia kehendaki.


Dosa Yang Azabnya Langsung Ditimpakan di Dunia

Terkadang manusia dengan begitu congkakknya menganggap sepele dan remeh atas dosa dan perbuatan jelek, menentang Tuhan dan RasulNya dengan anggapan dapat bertobat dan meminta ampunan. Mereka tidak sadar bahwa ada dosa yang azabnya langsung ditimpakan di dunia. Dosa yang Allah hisab diakhirat masih memungkinkan pelakunya bertobat sebelum meninggal dunia adapun dosa yang azabnya ditrimpakan di dunia bisa jadi ia diazab dan mati sebelum ia bertaubah (waliyadzu billah).

Sehingga sebagai seorang hamba jangan sampai kita lengan dan menyepelekan dosa apapun bentuknya. Teruslah berbuat baik, meminta kepada Allah ﷻ agar memberikan taufik pada jalan yang benar membimbing hidup menuju ridhoNya. Amin

Rasulullah ﷺ bersabda:

اِثْنَانِ يُعَجِّلُهُمَا اللهُ فِى الدُّنْيَا اَلْبَغْيُ وَعُقُوْقُ اْلوَِلِدَيْنِ

Dari hadits sebagaimana di atas dapat kita ketahui bahwa ada dua dosa yang uqubahnya atau azabnya ditimpakan langsung didunia yakni:

  1. Zina, dan
  2. menyakiti kedua orang tua

Akhirnya, marilah kita bertaubat, meminta ampun kepada Allah ﷻ dan meminta taufik serta inayahNya aga kita dapat istiqomah dalam kebaikan dalam menjalankan agama yang hanif ini. Jangan sampai kita menyakiti kedua orang tua kita karena merekalah kita ada di dunia ini, mereka lah jalan menuju surga Allah ﷻ . Amin

Semoga bermanfaat.

Artikel lain yang dapat menambah keimanan dan ilmu bagi kita:


Saturday, August 10, 2024

Adat Membaca Surah Al-'Asr Apakah Dibenarkan

Adat Membaca Surah Al-'Asr Ketika Meninggalkan Majlis Apakah Dibenarkan

Sahabat syariatkita, terlaku di kalangan masyarakat kita rata-rata ketika mereka mengakhiri suatu majlis pengajian atau sekolah yaitu membaca Surah Al-'Asr bersama-sama, lantas apakah adat kebiasaan tersebut dapat dibenarkan, mengapa yang dibaca bukan doa kaffarotul majlis saja? Baiklah, kali ini mimim akan kasih bocoran ke kalian nih mengapa orang tua dan guru kita mengajarkan demikian???. Eitss simak artikelnya yah semoga bermanfaat

Artikal kami yang lain: Dasar Hukum Dakwah

Sulthonul Ulama' As-Syaikh 'Izzuddin bin Abdissalam dalam Ahwalunnas Yaumal Qiyamah menyebutkan bahwa kelak manusia ketika dibangkitkan dari kuburnya mayoritas dari mereka dalam keadaan merugi kecuali sedikit dari mereka yang beruntung. Lebih lanjut beliau menjelaskan manakala kita hendak melihat apakah kelak kita termasuk golongan orang yang beruntung atu merugi maka sebagai tolok ukurnya adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah, jika perangai dan amalan kita sesuai dengan keduanya maka kita tergolong orang ynag beruntung dan jika menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah maka sudah pasti kita tergolong orang yang merugi.




Berkenaan dengan hal di atas dalam sebuah riwayat oleh Imam At-Thabrani dalam kitab Al-Ausat dan Al-Baihaqi dalam kitas Syua'bul Iman dari Abi Mulaikah Ad-Darimi disebutkan bahwa mereka ketika bermajlis sama sekali tidak pernah meninggalkan bacaan Surah Al-'Asr. Riwayat ini menunjukkan betapa pentingnya mengakhiri sebuah majlis dengan bacaan Surah Al-'Asr. Mengapa demikian? Hal tersebut tiada lain adalah dalam Surah Al-'Asr setidaknya didalamnya menghimpun beberapa nasihat kebaikan yakni orang yang tidak merugi adalah mereka yang menghimpun sifat-sifat seperti:

  1. Iman
  2. Beramal shalih
  3. Saling nasihat-menasihati dalam hal kebaikan (kebenaran), dan
  4. Saling menasihati dalam kesabaran 

Empat sifat sebagaimana di atas manakala dilakukan oleh seseorang niscaya ia akan memperoleh sa'adatud - daaroin yakni kebahagiaan dunia dan akhirat.

Meskipun demikian dalam menafsirkan pesan yang terdapat dalam ayat di atas, para ulama berbeda pendapat, diantaranya:

  1. Pengertian Al-'Asr, ada yang mengartikan sholathul wustho yakni sholat ashar, ada juga yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Al-'Asr yakni akhir daripada waktu siang. Ada ulama juga yang berpendapat bahwa makna Al-'Asr berarti Ad-Dahr yakni tahun. Pendapat ini berdasarkan dari riwayat Ibnu Jarir dari Ali Rhadhiyallahu 'Anhu.
  2. Pengertian As-Sholihat, yang berarti amal kebaikan. Para ulama berbeda pendapat dalam menjelaskan makna As-Sholihat, ada yang mengartikan bahwa maksudnya adalah sholat fardhu 5 waktu, dikarenakan sholat fardhu 5 waktu adalah kebaikan-kebaikan. Ada pula yang mengartikan bahwa As-Shilihat adalah amal-amal kebaikan secara mulak. 
  3. Pengertian Tawashou Bil Haq, yang dimaksud dengan Al-Haq adalah Allah Ta'ala yakni saling berwasiat kepada ketaatan kepada Allah ﷻ . Ada pula yang mengartikan makana Al-haq adalah Al-Islam yakni agama islam. Ada juga yang mengartikan makna Al-Haq adalah Al-Qur'an, pendapat ini berdasarkan riwayat dari Abdur Rozzaq dan Ibnu Jarirdalam Kitab jami'ul Bayan yang berarti saling nasihat menasihati dalam mengikuti kebenaran sebagaimana firman Allah ﷻ l
    1. اِتَّبِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ yang berarti ikutilah kepada apa yang telah diturunkan kepada kalian yakni Al-Qur'an.
    2. وَّاتَّبِعْ مَا يُوْحٰىٓ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًاۙ, yang berarti dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu (Nabi Muhammad ﷺ) dari Tuhanmu
  4. Pengertian As-Sobr yang berarti kesabaran. Para ulama menangguhkan makna daripada As-Sobr kepada makna sabar dalam menjalankan ketaatan, dengan demikian makna sabar dalam hal ini termasuk juga sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. ﷻ termasuk didalamnya adalah sabar atas cobaan hidup yang menghimpitnya.

Berdasarkan penjelasan sebagaimana di atas, maka adat atau kebiasaan membaca surah Al-'Asr sebelum meninggalkan suatu majlis sudah terlaku dikalangan paru ulama salaf. Lantas bagaimana dengan doa kafarotul majlis apakah juga dibaca, ulama berpendapat yang lebih baik adalah mengumpulkan keduanya yakni ketika hendak mengakhiri majlis selain membaca doa kafarootul majlis juga membaca surah Al-'Asr. Dan agar lebih sempurna lagi juga membacakan sholawat kepada baginda Rasulillah  ﷺ. Semoga bermanfaat

Artikel kami yang lain: 



Sunday, October 3, 2021

Kesalahan Adat Jawa Dalam Melapas Jenazah

 Adat Jawa Dalam Melepas Jenazah

Sahabat Syariatkita, terlaku sejak dahulu dalam adat masyarakat Jawa pada umumnya bahwa dalam melepas jenazah atau prosesi sebelum jenazah dikuburkan ada yang dikenal dengan istilah talqin mayit. Talqin mayit yaitu prosesi ritual sebelum mengantarkan mayit menuju ke pemakam. 

Dalam talqin mayit tersebut disampaikan beberapa tadzkiroh atau sebagai pengingat kepada para jamaah yang ingin mengiringkan jenazah ke kubur agar mereka ingat bahwa suatu saat merekapun juga akan mati, sehingga pesan yang hendak dicapai adalah meningkatnya ketakwaan dan keimanan daripada jamaan yang masih hidup.

Baca Juga:

Selain daripada pesan ketakwaan yang ditujukan kepada para jamaah, dalam acara talqin mayit juga disebutkan 2 (dua) hak yaitu hak terhadap Allah Ta'ala dan hak terhadap sesama.

Jika terdapat hak yang berhubungan Allah Ta'ala (haqqullah) maka ahli waris nantinya yang akan melaksanakan hak atau kewajiban tersebut untuk si mayit yang telah meninggal yakni dengan cara menunaikan kewajiban tersebut yang tentunya dengan cara yang dibenarkan syariat. Dan manakala terdapat hak yang berhubungan dengan orang lain (haqqul-admiy) sepertri si mayit meninggalkan utang maka utang tersebut harus dibayarkan oleh ahli waris dari harta tirkah (peninggalan si mayit) jika mayit meninggalkan tirkah dan dengan dengan cara lain sesuai kesepakatan ahli waris.



Jika hak adamiy berupa si mayit pernah berbuat kesalahan berupa pernah menyakiti orang lain mendzolimi dan lain sebagainya, maka dimintakan maaf oleh mbah modin terhadap jamaah yang hadir manyaksikan prosesi talqin tersebut.

Yang jadi kritik oleh Gus Baha terhadap kesalahan adat jawa dalam melepas jenazah yaitu terletak pada yang jawab kadang bukan orang yang memiliki hak terhadap mayit senditi. Misalnya mbah modin berkata, "Para jamaah jika mayit memiliki hutang atau hak lain disahkan ya..?" la ya yang jawab ya adalah bukan orang mang ikut terdzolimi atau memiliki piutang terhadap mayit.

Demikian semoga bermanfaat, silahkan tuliskan tanggapan Anda dikolom komentar bagaimana talqin di tempat Anda. Terimakasih


Thursday, December 3, 2020

Wirid Sebelum Tidur Sesuai Tuntunan Rasul

Wirid Sebelum Tidur Sesuai Tuntunan Rasul


Momen Paling Gawat Dalam Hidup Adalah Ketika Tidur, Inilah Wirid Sebelum Tidur Sesuai Tuntunan Rasul

Tidak hanya ADZAN JIHAD, ternyata doa bismika Allahumma ahya wabismika amut bukan doa mau tidur melainkan doa ketika may belajar. Mengapa demikian? Simak kajian Gus Baha ya, semoga bermanfaat.



Like dan share kajian ini ke teman kalian ya, agar semakin banyak yang mengetahui dan mendapatkan kemanfaatan dari kajian Gus Baha ini.
Jika kalian mendapatkan ilmu baru silahkan subcribe channel Dakwah Digital agar tidak ketinggalan kajian terbaru dari Gus Baha.
#WiridSebelumTidur #GusBaha #KajianTafsirGusbaha #DakwahDigital


Dapatkan Artikel Kami Gratis

Ketik email Anda di sisi:

Kami akan mengirimkannya untuk Anda

Quality Content